Senin, 12 Desember 2011

[FF YAOI / HaeHyuk / Chapter 1 of ? ] The New Life

Title : The New Life
Ratting : +16
Author : Wiedictator As Undeads (on Facebook)
@WieAnchovy (on twitter)
Cast : Lee Donghae, Lee Hyuk Jae, Lee Sungmin, Kim Heechul, Park Jung Soo, Cho Kyuhyun, Choi Siwon and others
Type : Chapter,YAOI FF
Note : hahahahhaa~~ fisrt EunHae/HaeHyuk FanFics from me ^^ who miss my FF ? No one  ?? it’s okay ^^ aku hanya melampiaskan apa saja yang aku fikirkan setelah berguru menyelami AsianFanfiction.com . author panutanku banyak memeberi saran dalam penulisan FF ini ^^ ck~ aku  berlagak seperti pengarang buku. Baiklah, maaf apabila kalian tidak begitu suka dengan FF ku, maklum, inilah yang dinamakan proses belajar. Tentu ada kesalahan ^^ enjoy the story~~ mengikuti apa kata Xierang eonnie >//////< tidak mengopas tanpa ijin ^^ thx.




~Donghae’s POV~

untuk pertama kalinya aku menginjakan kaki di kota yang ramai ini. ya, aku yang  berasal dari pinggiran kota lebih tepatnya didaerah dekat pesisir pantai yang tenang dan jauh dari keramaian ini sedikit merasa asing dengan keadaan kota ini. Seoul. salah satu kota metropolitan yang hampir seluruh warga Korea Selatan menginginkan untuk datang ke Seoul. setidaknya hanya menginjakkan kaki. yaa~ alangkah beruntungnya jika mereka datang ke Seoul dan bertemu dangan artis idola mereka. Tentu saja ! banyak artis yang berdomisili di Seoul ini.

aku membiarkan mata ku menyapu disetiap sudut kota ini. apa ini sudah waktunya jam pulang sekolah ? kenapa banyak anak berseragam SMA yang berkeliaran di jalanan ? sebentar, kenapa sebagian besar dari mereka memandang ke arah ku ? apa aku terlihat aneh ?
oh gosh!! tentu saja aku terlihat aneh. aku berajalan di tengah kota elit hanya dengan memakai kaos putih dilapis jaket tipis berwarna silver dan celana santai selutut dengan membawa tas besar di punggung ku. ah satu lagu yang menambah keanehan dalam penampilan ku. alas kaki ku. aku hanya memakai sandal japit. weird huh ?

peduli setan, aku kesini bukan untuk menjadi artis, tapi mencari pekerjaan. okey aku harus menjaga penampilan agar ketika akau melamar pekerjaan seenggaknya penampilan menjadi penilaian pertama. tapi tidak sekarang. nanti setelah aku meletakkan surat lamaran ku. Toh aku yakin 100% aku masih terlihat tampan dengan style seperti ini.

berjalan berkeliling mencari mungkin ada penginapan yang harganya tidak seberapa mahal. perlu aku ulangi kalau aku tinggal di daerah pesisir pantai ? otomatis aku bukan tergolongorang kaya. tapi, apa ada penginapan yang murah di kota seperti ini ?

“BRUKK!!”

auch… salahkan kaki ku yang tidak memberitahu ku bahwa ada seseorang didepan ku ! ah tidak, salahkan mataku yang tidak memandang kedepan.

“mianhae.. apa kau tidak apa-apa ? apa ada yang terluka ?”

aku mengusap pantat ku, apa ini pertama kalinya aku terjatuh ? kenapa aku baru merasakan sakit ? atau aku yang memang tidak pernah terjatuh ditempat keras ini seperti ini ? maklum saja, tinggal dipesisir pantai tentu saja banyak pasir dimana-mana, dan kau tidak akan berasa sakit jika terjatuh. karena pasir tidak sekeras jalanan di seoul.kenapa dari tadi aku mengulas tentang pesisir pantai ?? tentu pantai tempat yang sangat indah, setidaknya pasir tidak pernah mebuat pantat ku sesakit ini.

“apa kau terluka ?”

tunggu sebentar, suara siapa itu ?

memutuskan membiarkan pantat ku terasa sedikit sakit dan mencari tahu siapa pemilik suara tersebut.

PUTIH

kesan pertama begitu aku mendongakkan kepala ku dan menatap sepasang mata yang ,, well tidak sebegitu lebar. kulit putihnya menyatu dengan cahaya terang kota seoul pada saat ini, membuat ku sedikit menyipitkan mata untuk melihantnya. tetapi itu tidak lama, karena beberapa saat kemudian, matahari tertutup oleh kepalanyan yang menunduk mendekat kearah ku.

bibirnya pink dan kecil seperti cerry, kontras sekali dengan kulit putihnya yang jujur kalau saja matahari itu tidak terhalang oleh kepalanya, semua akan terlihat putih dimata ku.

satu yang aneh dari dia. dia orang korea bukan ? kenapa warna rambut dia putih ? atau dia perpaduan dari dua negara ? ahh aku pusing. satu yang pasti. dia begitu putih.

pandangan mata kami terkunci beberapa saat hingga suaranya membuatku berpaling saat aku menikmati kehangatan dari pantulan bola matanya.

“mianhae aku tidak sengaja, apa kau terluka ?”

dia mengulurkan tangannya. aku memandang tangannya yang terulur kepada ku kemudian beralih menandang wajahnya.

demi alien yang hidup dialamnya, baru pertama kali ini aku bertemu dengan makhluk seindah dia, yang berdiri didepanku dan mengulurkan tangannya kepada ku.

tidak perlu berpikir 1, 2, 3, ato 4 kali, aku menerima uluran tangannya. dan dia menarikku dan membantu ku berdiri.

“mianhae.. aku tidak melihat kedepan tadi. mian aku membuat mu terjatuh, apa kau terluka ?”

huh ?? dia yang membuat ku jatuh ?? ahh iya, karena aku satu-satunya yang terjadu. weird.

“ahh.. aku tidak terluka.”

“sungguh ?”

mata sipitnya melebar. gosh.. kenapa diaterlihat begitu lucu ? untuk pertama kalinya sejak aku menginjakkan kakiku di tahun 1986 yang lalu. aku melihat seorang namja yang begitu lucu.

ya.. aku baru menyadari bahwa dia namja.

“iya, aku tidak apa-apa”

“ahh syukurlah”

dia memegang dadanya. terlihat lega karena dia baru saja melepas nafas berat. jelas saja dia lega, karena dia tidak membuat orang lain terluka.

“kalau begitu aku pergi dulu”

dia membungkukkan badan dan berjalan melewati ku. ini hanya perasaan ku saja atau apa ? aku mencium aroma strawberry begitu ia melewati ku.

“eh itu tunggu seben…”

baru saja aku akan memanggilnya tapi.. gosh.. apa dia teman alien ?? cepat sekali menghilangnya ?

well, ternyata kota ini cukup indahnya ?

~ oooOOOooo ~

“ingat, jangan sampai telat untuk membayar uang sewa disetiap bulannya. atau aku tidak akan segan-segan untuk mengusirmu. arra ?”

“ne ahjjuma”

“ahh iya,, hampir saja lupa. Siapa namu tadi ?”

“Donghae, Lee Donghae imnida”

“baiklah donghae, semoga kau nyaman disini. Selamat istirahat”

“ne.. khamsahamnida ahjuma”

memasang senyum yang akau rasa paling tampan dan paling manis untuk ahjjuma yang bersedia menyewakan kamar untukku. Seketika setelah ia menyerahkan kunci kamar kepada ku, ia undur diri. khirnya aku menemukan tempat tinggal. bukan membeli, hanya menyewa. kamar ku berada di lantai 2. rumah ini terdiri dari 3 lantai. lantai 1 adalah untuk ahjjuma pemilik rumah ini sedangkan lantai 2 dan 3 ia sewakan kepada siapa saja yang butuh. contohnya saja… aku. 1 lantainya terdiri dari 4 kamar. 1 kamar 1 orang. hupf.. aku hampir berfikir kalau 1 kamar 2 orang. aku akan dengan senang hati tidak memilih persewaan ini, karena aku bukan type orang yang suka  membagi kamar ku dengan orang lain. bagaimana jika aku mempunyai istri ? itu lain lagi ceritanya.

Baiklah, waktunya istirahat setelah hampir 3 jam melakukan perjalanan dari pesisir pantai ke kota ini. Baru saja aku akan membuka pintu ketika suara yang sepertinya aku kenal membuat ku membeku

“annyeong ahjjuma”

“annyeong Myeolchi.. kau baru pulang ?”

“ne”

“istirahatlah, udara sudah mulai dingin.. ahh ini musim pancaroba rupanya”

“ne ahjumma… selamat istirahat juga”

Myeolchi ?? siapa dia ? tapi suara itu seperti suara namja yang (tanpa sengaja) bertemu dengan ku tadi. Apa namanya Myeolchi ? hei~~ itu bukan untuk nama manusia bukan ?

Aku mendengar langkah kaki yang menaiki anak tangga. Semakin mendekat, itu artinya dia naik keatas. Kamar ku tepat di samping anak tangga, tidak ada salanya aku mencari tahu siapa Myeolchi itu. Kuputarkan arah pandangku menghadap tangga.

Setiap langkah mewakili degub jantung ku. Kalau memang pemilik suara tadi adalah pemilih sich rambut dan kulit putih yang dengan tidak sengaja membuat ku jatuh tadi, sungguh beruntung sekali aku bisa bertemu dengannya untuk kedua kalinya. Bahkan apabila dia juga menyewa kamar dirumah ini, itu artinya aku akan bertemu dengannya untuk frekuensi yang bisa di bilang sering.

Dan yap ! kau benar  Lee Donghae. Dia adalah namja yang membuatmu jatuh tadi yang hingga detik ini kau belum mengetahui siapa namanya. Apa benar Myeolchi itu namanya ?

“ohh !!”

Sesaat setelah mata kita bertemu, dia melebarkan mata sipitnya, membuat mulut pink cherry-nya membentuk huruf “O”.

“kau… bukan kau namja tadi yang …”

“ne”

Interupsi ku. Ahhh Lee Donghae, apa yang terjadi dengan mu ? kenapa senyum tampan mu itu keluar dengan bebas ? ingat, saat di pesisir pantai tempat kau tinggal dulu, senyum mu itu yang terbaik, dan tidak kau tunjukan pada sembarang orang. Tapi kenapa kau menunjukkan pada namja yang baru saja kamu kenal kurang dari 1 hari ? ah ralat, bahkan kau belum mengenalnya lebih dari 2 jam.

“kenapa kau disini ? apa kau… hah !!”

Dia mundur satu langkah. Masih melebarkan matanya tetapi kali ini tangannya menutup mulutnya. Aish~ aku tidak bisa melihat bibir cherry itu.

“apa kau membuntuti ku ? apa kau masih marah dengan kejadian tadi ? apa kau ingin membalas dendam , atau kau ingin..”

“tidak semua itu”

aku menghentikan semua kata yang muncul dari bibirnya. Aish~ ternyata dia sedikit cerewet. Atau dia memenag cerewet ? hanya dia, appa dan eommanya, dan juga Tuhan yang tahu.

Memutuskan untuk mengambil langkah kedepan mencoba untuk meminimalisir jarak diantara kami, tapi dia mengambil malah melakukan yang sebaliknya. Mundur kebelakang. Sampai kapan dia mau mundur kebelakang ? atau dia ingin terjengkang dan bergelinding menuruni anak tangga ?

“apa… kau mau apa ? a.. aku bisa bela diri !” ucapnya

Geez,, manusia ini sungguh lucu. Aku harus rajin berdoa setiap hari karena aku diberi kesempatan untuk bisa bertemu dengan manusia seperti dia ini.

“aku tidak ingin melakukan apa-apa, hanya saja..” semakin aku mendekat, semakin kebelakang langkah dia, semakin itu pula dia dekat dengan anak tangga.

“jangan berani mendekat, aku fikir kau orang baik. Ternayata kau membuntuti ku”

“kau kenapa ?”

“kau mau apa ? jangan berani macam-macam dengan ku, atau aku akan .. aaahhhhhh~~”

Berterimakasihlah pada gerakan reflek ku Myeolchi. Kalau tidak kau mungkin sudah terjun bebas dari anak tangga itu.

Hangat. Aku baru sadar ternyata aku memeluknya sekarang. Aku hanya berniat menariknya menjauh dari anak tangga. Ternayat tubuh ramping terlalu jauh jika dibandingkan dengan tenaga ku yang cukup kuat. Hanya sekali sentakan saja, dia sudah mendarat indah ditubuhku.

Apa dia memakai sampoo anak-anak ? kenapa aku mencium bau strawberry ? atau dia memakai parfum dengan bauh strawberry ?? geezz, manusia satu ini sungguh menggemaskan.

Auch .. auch.. apa ini ? aku merasa ada sesuatu  yang memukul-mukul dadaku. Auch.. semakin lama semakin sakit. Apa ini ?

“yaa~ *pat pat* dasar mesum *pat pat* kau mau apa ? *pat pat* lepas kan aku *pat pat*”

Reflek aku melepas pelukanku. Dan memegangi dadaku. Okey, dia memang ramping, tetapi pukulannya cukup terasa, sakit.

“kenapa kau memukulku ? aku hanya mencoba untuk menolong mu. Kalau tidak aku yang menarik mu, kau pasti sudah jatuh terjerembab di bawah sana”

Dia terdiam, alisnya saling bertautan dan matanya memandang tajam kearah ku. Tapi tidak lama, karena beberapa detik kemudian dia menundukkan kepalanya.

“gomawo, karena sudah menolongku.”

Dia mengucapkan kalimat itu cukup pelan, tapi bisa ditangkap oleh telinga ku. Pertanyaan lagi yang keluar di otakku. Apa dia memiliki sifat ganda ? yang bisa meledak sewaktu-waktu tetapi bisa juga terlihat lemah sedetik setelahnya ? dia sungguh unik.

“maaf karena berprasangka buruk terhadap mu.”

Dia berjalan menuju pintu yang terletak pas diseberang pintu kamarku. Jadi, dia tinggal di lantai ini juga ? geez, orang ini mampu menimbulkan banyak pertanyaan di otakku.

“kau tinggal disini ?”

Tangannya yang bersiap memutar kenop pintu terhenti karena suaraku. Dia memutar arah pandangnya, menatapku dan menjawab pertanyaan ku dengan anggukan.

“aku juga tinggal disini, maaf karena sempat membuat mu ketakutan.”

“ahh tidak apa-apa. Aku yang salah.”

Dia tersenyum, memaerkan deretan gigi rapinya dan juga gusi sehatnya. Ouwh, dia memiliki gummy smile yang indah.

“berarti kita akan sering bertemu ? mohon bantuannya”

Dia membungkuk dan reflek aku juga membungkuk.

“semoga kau betah tinggal disini” dan dia pun pergi menghilang dibalik pintu berwana biru muda itu.

Aku baru menyadari, di lantai ini terdapat 4 kamar dan warna dari masing-masing pintunya berbeda. Tepat di samping kamar Myeolchi itu pintunya berwarna pink lembut. Sedangkan pintu yang berhadapan dengannya otomatis berada disampung ku berwarna merah menyala. Sedangkan pintuku, berwarna putih.

Tunggu, ada yang kurang. Sial !! demi anjing peliharaan ku yang aku tinggal dirumah berubah jadi kucing, aku lupa menanyakan nama sich Myeolchi itu. Baiklah, besok masih bisa bertemu denganya. Karena kau tahu Lee Donghae, petualangan baru saja di mulai

~ ToBeCont ~
~ oooOOOooo ~

bersambung ya ? padahal aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk membuatnya menjadi lebih pendek dan jelas. ternyata aku tidak bisa… jadi.. mohon di tunggu untuk kelanjutannya.. aku tahu aku punya banyak hutang FF yang belum selesai seperti Compicate Love, EunHae or HaeHyuk, Friend or Foe, That’s the reason I love you, dan juga Story from Teenagers in South Korea. kumohon, lupakan 3 FF terakhir dan juga, maaf apabila anda tidak suka membaca FF bertype YAOI. .^^ terima kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar