Title : The New Life
Ratting : +16
Author : Wiedictator As Undeads (on Facebook)
@WieAnchovy (on twitter)
Cast : Lee Donghae, Lee Hyuk Jae, Lee Sungmin, Kim Heechul, Park Jung Soo, Cho Kyuhyun, Choi Siwon and others
Type : Chapter,YAOI FF
Note : hahahahhaa~~ fisrt EunHae/HaeHyuk FanFics from me ^^ who
miss my FF ? No one ?? it’s okay ^^ aku hanya melampiaskan apa saja
yang aku fikirkan setelah berguru menyelami AsianFanfiction.com . author
panutanku banyak memeberi saran dalam penulisan FF ini ^^ ck~ aku
berlagak seperti pengarang buku. Baiklah, maaf apabila kalian tidak
begitu suka dengan FF ku, maklum, inilah yang dinamakan proses belajar.
Tentu ada kesalahan ^^ enjoy the story~~ mengikuti apa kata Xierang
eonnie >//////< tidak mengopas tanpa ijin ^^ thx.
~Donghae’s POV~
untuk pertama kalinya aku menginjakan kaki di kota yang ramai ini.
ya, aku yang berasal dari pinggiran kota lebih tepatnya didaerah dekat
pesisir pantai yang tenang dan jauh dari keramaian ini sedikit merasa
asing dengan keadaan kota ini. Seoul. salah satu kota metropolitan yang
hampir seluruh warga Korea Selatan menginginkan untuk datang ke Seoul.
setidaknya hanya menginjakkan kaki. yaa~ alangkah beruntungnya jika
mereka datang ke Seoul dan bertemu dangan artis idola mereka. Tentu saja
! banyak artis yang berdomisili di Seoul ini.
aku membiarkan mata ku menyapu disetiap sudut kota ini. apa ini sudah
waktunya jam pulang sekolah ? kenapa banyak anak berseragam SMA yang
berkeliaran di jalanan ? sebentar, kenapa sebagian besar dari mereka
memandang ke arah ku ? apa aku terlihat aneh ?
oh gosh!! tentu saja aku terlihat aneh. aku berajalan di tengah kota
elit hanya dengan memakai kaos putih dilapis jaket tipis berwarna silver
dan celana santai selutut dengan membawa tas besar di punggung ku. ah
satu lagu yang menambah keanehan dalam penampilan ku. alas kaki ku. aku
hanya memakai sandal japit. weird huh ?
peduli setan, aku kesini bukan untuk menjadi artis, tapi
mencari pekerjaan. okey aku harus menjaga penampilan agar ketika akau
melamar pekerjaan seenggaknya penampilan menjadi penilaian pertama. tapi
tidak sekarang. nanti setelah aku meletakkan surat lamaran ku. Toh aku
yakin 100% aku masih terlihat tampan dengan style seperti ini.
berjalan berkeliling mencari mungkin ada penginapan yang harganya
tidak seberapa mahal. perlu aku ulangi kalau aku tinggal di daerah
pesisir pantai ? otomatis aku bukan tergolongorang kaya. tapi, apa ada
penginapan yang murah di kota seperti ini ?
“BRUKK!!”
auch… salahkan kaki ku yang tidak memberitahu ku bahwa ada seseorang
didepan ku ! ah tidak, salahkan mataku yang tidak memandang kedepan.
“mianhae.. apa kau tidak apa-apa ? apa ada yang terluka ?”
aku mengusap pantat ku, apa ini pertama kalinya aku terjatuh ? kenapa
aku baru merasakan sakit ? atau aku yang memang tidak pernah terjatuh
ditempat keras ini seperti ini ? maklum saja, tinggal dipesisir pantai
tentu saja banyak pasir dimana-mana, dan kau tidak akan berasa sakit
jika terjatuh. karena pasir tidak sekeras jalanan di seoul.kenapa dari
tadi aku mengulas tentang pesisir pantai ?? tentu pantai tempat yang
sangat indah, setidaknya pasir tidak pernah mebuat pantat ku sesakit
ini.
“apa kau terluka ?”
tunggu sebentar, suara siapa itu ?
memutuskan membiarkan pantat ku terasa sedikit sakit dan mencari tahu siapa pemilik suara tersebut.
PUTIH
kesan pertama begitu aku mendongakkan kepala ku dan menatap sepasang
mata yang ,, well tidak sebegitu lebar. kulit putihnya menyatu dengan
cahaya terang kota seoul pada saat ini, membuat ku sedikit menyipitkan
mata untuk melihantnya. tetapi itu tidak lama, karena beberapa saat
kemudian, matahari tertutup oleh kepalanyan yang menunduk mendekat
kearah ku.
bibirnya pink dan kecil seperti cerry, kontras sekali dengan kulit
putihnya yang jujur kalau saja matahari itu tidak terhalang oleh
kepalanya, semua akan terlihat putih dimata ku.
satu yang aneh dari dia. dia orang korea bukan ? kenapa warna rambut
dia putih ? atau dia perpaduan dari dua negara ? ahh aku pusing. satu
yang pasti. dia begitu putih.
pandangan mata kami terkunci beberapa saat hingga suaranya membuatku
berpaling saat aku menikmati kehangatan dari pantulan bola matanya.
“mianhae aku tidak sengaja, apa kau terluka ?”
dia mengulurkan tangannya. aku memandang tangannya yang terulur kepada ku kemudian beralih menandang wajahnya.
demi alien yang hidup dialamnya, baru pertama kali ini aku bertemu
dengan makhluk seindah dia, yang berdiri didepanku dan mengulurkan
tangannya kepada ku.
tidak perlu berpikir 1, 2, 3, ato 4 kali, aku menerima uluran tangannya. dan dia menarikku dan membantu ku berdiri.
“mianhae.. aku tidak melihat kedepan tadi. mian aku membuat mu terjatuh, apa kau terluka ?”
huh ?? dia yang membuat ku jatuh ?? ahh iya, karena aku satu-satunya yang terjadu. weird.
“ahh.. aku tidak terluka.”
“sungguh ?”
mata sipitnya melebar. gosh.. kenapa diaterlihat begitu lucu ? untuk
pertama kalinya sejak aku menginjakkan kakiku di tahun 1986 yang lalu.
aku melihat seorang namja yang begitu lucu.
ya.. aku baru menyadari bahwa dia namja.
“iya, aku tidak apa-apa”
“ahh syukurlah”
dia memegang dadanya. terlihat lega karena dia baru saja melepas
nafas berat. jelas saja dia lega, karena dia tidak membuat orang lain
terluka.
“kalau begitu aku pergi dulu”
dia membungkukkan badan dan berjalan melewati ku. ini hanya perasaan
ku saja atau apa ? aku mencium aroma strawberry begitu ia melewati ku.
“eh itu tunggu seben…”
baru saja aku akan memanggilnya tapi.. gosh.. apa dia teman alien ?? cepat sekali menghilangnya ?
well, ternyata kota ini cukup indahnya ?
~ oooOOOooo ~
“ingat, jangan sampai telat untuk membayar uang sewa disetiap
bulannya. atau aku tidak akan segan-segan untuk mengusirmu. arra ?”
“ne ahjjuma”
“ahh iya,, hampir saja lupa. Siapa namu tadi ?”
“Donghae, Lee Donghae imnida”
“baiklah donghae, semoga kau nyaman disini. Selamat istirahat”
“ne.. khamsahamnida ahjuma”
memasang senyum yang akau rasa paling tampan dan paling manis untuk
ahjjuma yang bersedia menyewakan kamar untukku. Seketika setelah ia
menyerahkan kunci kamar kepada ku, ia undur diri. khirnya aku menemukan
tempat tinggal. bukan membeli, hanya menyewa. kamar ku berada di lantai
2. rumah ini terdiri dari 3 lantai. lantai 1 adalah untuk ahjjuma
pemilik rumah ini sedangkan lantai 2 dan 3 ia sewakan kepada siapa saja
yang butuh. contohnya saja… aku. 1 lantainya terdiri dari 4 kamar. 1
kamar 1 orang. hupf.. aku hampir berfikir kalau 1 kamar 2 orang. aku
akan dengan senang hati tidak memilih persewaan ini, karena aku bukan
type orang yang suka membagi kamar ku dengan orang lain. bagaimana jika
aku mempunyai istri ? itu lain lagi ceritanya.
Baiklah, waktunya istirahat setelah hampir 3 jam melakukan perjalanan
dari pesisir pantai ke kota ini. Baru saja aku akan membuka pintu
ketika suara yang sepertinya aku kenal membuat ku membeku
“annyeong ahjjuma”
“annyeong Myeolchi.. kau baru pulang ?”
“ne”
“istirahatlah, udara sudah mulai dingin.. ahh ini musim pancaroba rupanya”
“ne ahjumma… selamat istirahat juga”
Myeolchi ?? siapa dia ? tapi suara itu seperti suara namja yang
(tanpa sengaja) bertemu dengan ku tadi. Apa namanya Myeolchi ? hei~~ itu
bukan untuk nama manusia bukan ?
Aku mendengar langkah kaki yang menaiki anak tangga. Semakin
mendekat, itu artinya dia naik keatas. Kamar ku tepat di samping anak
tangga, tidak ada salanya aku mencari tahu siapa Myeolchi itu.
Kuputarkan arah pandangku menghadap tangga.
Setiap langkah mewakili degub jantung ku. Kalau memang pemilik suara
tadi adalah pemilih sich rambut dan kulit putih yang dengan tidak
sengaja membuat ku jatuh tadi, sungguh beruntung sekali aku bisa bertemu
dengannya untuk kedua kalinya. Bahkan apabila dia juga menyewa kamar
dirumah ini, itu artinya aku akan bertemu dengannya untuk frekuensi yang
bisa di bilang sering.
Dan yap ! kau benar Lee Donghae. Dia adalah namja yang membuatmu
jatuh tadi yang hingga detik ini kau belum mengetahui siapa namanya. Apa
benar Myeolchi itu namanya ?
“ohh !!”
Sesaat setelah mata kita bertemu, dia melebarkan mata sipitnya, membuat mulut pink cherry-nya membentuk huruf “O”.
“kau… bukan kau namja tadi yang …”
“ne”
Interupsi ku. Ahhh Lee Donghae, apa yang terjadi dengan mu ? kenapa
senyum tampan mu itu keluar dengan bebas ? ingat, saat di pesisir pantai
tempat kau tinggal dulu, senyum mu itu yang terbaik, dan tidak kau
tunjukan pada sembarang orang. Tapi kenapa kau menunjukkan pada namja
yang baru saja kamu kenal kurang dari 1 hari ? ah ralat, bahkan kau
belum mengenalnya lebih dari 2 jam.
“kenapa kau disini ? apa kau… hah !!”
Dia mundur satu langkah. Masih melebarkan matanya tetapi kali ini
tangannya menutup mulutnya. Aish~ aku tidak bisa melihat bibir cherry
itu.
“apa kau membuntuti ku ? apa kau masih marah dengan kejadian tadi ? apa kau ingin membalas dendam , atau kau ingin..”
“tidak semua itu”
aku menghentikan semua kata yang muncul dari bibirnya. Aish~ ternyata
dia sedikit cerewet. Atau dia memenag cerewet ? hanya dia, appa dan
eommanya, dan juga Tuhan yang tahu.
Memutuskan untuk mengambil langkah kedepan mencoba untuk
meminimalisir jarak diantara kami, tapi dia mengambil malah melakukan
yang sebaliknya. Mundur kebelakang. Sampai kapan dia mau mundur
kebelakang ? atau dia ingin terjengkang dan bergelinding menuruni anak
tangga ?
“apa… kau mau apa ? a.. aku bisa bela diri !” ucapnya
Geez,, manusia ini sungguh lucu. Aku harus rajin berdoa setiap hari
karena aku diberi kesempatan untuk bisa bertemu dengan manusia seperti
dia ini.
“aku tidak ingin melakukan apa-apa, hanya saja..” semakin aku
mendekat, semakin kebelakang langkah dia, semakin itu pula dia dekat
dengan anak tangga.
“jangan berani mendekat, aku fikir kau orang baik. Ternayata kau membuntuti ku”
“kau kenapa ?”
“kau mau apa ? jangan berani macam-macam dengan ku, atau aku akan .. aaahhhhhh~~”
Berterimakasihlah pada gerakan reflek ku Myeolchi. Kalau tidak kau mungkin sudah terjun bebas dari anak tangga itu.
Hangat. Aku baru sadar ternyata aku memeluknya sekarang. Aku hanya
berniat menariknya menjauh dari anak tangga. Ternayat tubuh ramping
terlalu jauh jika dibandingkan dengan tenaga ku yang cukup kuat. Hanya
sekali sentakan saja, dia sudah mendarat indah ditubuhku.
Apa dia memakai sampoo anak-anak ? kenapa aku mencium bau strawberry ?
atau dia memakai parfum dengan bauh strawberry ?? geezz, manusia satu
ini sungguh menggemaskan.
Auch .. auch.. apa ini ? aku merasa ada sesuatu yang memukul-mukul dadaku. Auch.. semakin lama semakin sakit. Apa ini ?
“yaa~ *pat pat* dasar mesum *pat pat* kau mau apa ? *pat pat* lepas kan aku *pat pat*”
Reflek aku melepas pelukanku. Dan memegangi dadaku. Okey, dia memang ramping, tetapi pukulannya cukup terasa, sakit.
“kenapa kau memukulku ? aku hanya mencoba untuk menolong mu. Kalau
tidak aku yang menarik mu, kau pasti sudah jatuh terjerembab di bawah
sana”
Dia terdiam, alisnya saling bertautan dan matanya memandang tajam
kearah ku. Tapi tidak lama, karena beberapa detik kemudian dia
menundukkan kepalanya.
“gomawo, karena sudah menolongku.”
Dia mengucapkan kalimat itu cukup pelan, tapi bisa ditangkap oleh
telinga ku. Pertanyaan lagi yang keluar di otakku. Apa dia memiliki
sifat ganda ? yang bisa meledak sewaktu-waktu tetapi bisa juga terlihat
lemah sedetik setelahnya ? dia sungguh unik.
“maaf karena berprasangka buruk terhadap mu.”
Dia berjalan menuju pintu yang terletak pas diseberang pintu kamarku.
Jadi, dia tinggal di lantai ini juga ? geez, orang ini mampu
menimbulkan banyak pertanyaan di otakku.
“kau tinggal disini ?”
Tangannya yang bersiap memutar kenop pintu terhenti karena suaraku.
Dia memutar arah pandangnya, menatapku dan menjawab pertanyaan ku dengan
anggukan.
“aku juga tinggal disini, maaf karena sempat membuat mu ketakutan.”
“ahh tidak apa-apa. Aku yang salah.”
Dia tersenyum, memaerkan deretan gigi rapinya dan juga gusi sehatnya. Ouwh, dia memiliki gummy smile yang indah.
“berarti kita akan sering bertemu ? mohon bantuannya”
Dia membungkuk dan reflek aku juga membungkuk.
“semoga kau betah tinggal disini” dan dia pun pergi menghilang dibalik pintu berwana biru muda itu.
Aku baru menyadari, di lantai ini terdapat 4 kamar dan warna dari
masing-masing pintunya berbeda. Tepat di samping kamar Myeolchi itu
pintunya berwarna pink lembut. Sedangkan pintu yang berhadapan dengannya
otomatis berada disampung ku berwarna merah menyala. Sedangkan pintuku,
berwarna putih.
Tunggu, ada yang kurang. Sial !! demi anjing peliharaan ku yang aku
tinggal dirumah berubah jadi kucing, aku lupa menanyakan nama sich
Myeolchi itu. Baiklah, besok masih bisa bertemu denganya. Karena kau
tahu Lee Donghae, petualangan baru saja di mulai
~ ToBeCont ~
~ oooOOOooo ~
bersambung ya ? padahal aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk
membuatnya menjadi lebih pendek dan jelas. ternyata aku tidak bisa…
jadi.. mohon di tunggu untuk kelanjutannya.. aku tahu aku punya banyak
hutang FF yang belum selesai seperti Compicate Love, EunHae or HaeHyuk, Friend or Foe, That’s the reason I love you, dan juga Story from Teenagers in South Korea. kumohon, lupakan 3 FF terakhir dan juga, maaf apabila anda tidak suka membaca FF bertype YAOI. .^^ terima kasih.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar