Title : The New Life
Ratting : +16
Author : Wiedictator As Undeads (on Facebook)
@WieAnchovy (on twitter)
Cast : Lee Donghae, Lee Hyuk Jae, Lee Sungmin, Kim Heechul, Park Jung Soo, Cho Kyuhyun, Choi Siwon and others
Type : Chapter , YAOI FF
Note : another short story about HaeHyuk... tidak mengopas tanpa ijin. ^^ selamat membaca .
~Donghae’s POV~
“Di
Seoul hampir tidak ada perbedaan anatar Pagi, Siang dan Malam. karena
akan selalu ramai… jadi mirip Shanghai ya ? kota yang tidak pernah
tidur. Kata orang China sich begitu… hehehe~”
Sepanjang
perjalanan, dia yang terus menjelaskan seluk beluk kota Seoul. Aku
sempat berfikir, mungkin dia asli orang Seoul, ternyata tidak. Dia bukan
datang dari Seoul, tapi dia dibesarkan di Seoul.
“Bagaimana ? Seoul indah bukan ?”
Tanyanya…
aku hanya menjawab dengan senyuman dan anggukan. Kau tahu, bagiku yang
terindah adalah seseorang yang berajalan tak jauh disamping ku ini yang
terlihat indah. Bukan kota ramai penduduk ini.
Tanpa terasa malam sudah menjelang, kami pun berjalan kembali ke rumah tempat dimana kami menyewa kamar.
Banyak
hal yang terjadi dihari ini. Hyuk Jae membangunkanku, kemudian aku
mendapat pekerjaan, bertemu Hyuk Jae di kedai strawberry yang ternyata
dia bekerja disana dan juga keluarganyalah pemilik kedai itu, lalu
berkeliling Seoul setelah dia menawarkan diri untuk menjadi guide.
Membeli beberapa makanan yang dijual dipinggir jalan karena Hyuk Jae
bilang makanan itu sungguh enak. Kami tidak sempat makan malam, karena
kami sudah merasa kenyang, kurasa karena banyaknya jajanan yang kita
beli.
“Omonaa~ Donghae-ya,, kau sudah kembali ?”
Eh
suara siapa itu ? enak sekali menginterupsiku yang sedang asyik
menikmati gummy smile dari Hyuk Jae yang hari ini menghiasi wajah
mungilnya.
Aku edarkan pandangan ku mencari sumber suara,
sesaat itu juga aku menyadari bahwa aku sudah sampai dirumah tempat aku
tinggal. Dan suara yang tadi,tak lain dan tak bukan adalah suara
ahjjuma, pemilik rumah ini.
“Ahh,, ne ahjjuma” jawabku sopan setelah menunduk memberi salam.
“ahjjuma, kenapa hanya Donghae yang disapa ? aku juga disini !!”
Aku
memalingkan pandangan ku Hyuk Jae, ahh dia sungguh lucu. Untuk pertama
kalinya sejak aku bertemu dengannya, aku melihat bibir pink cherry nya
membentuk “pout”.
“Ne ne ne.. ahjjuma melihat mu Myeolchi.” Ucap ahjjuma sambil mencubit pipi Hyuk Jae.
Ouwh,
untuk saat ini aku rela menjadi ahjjuma demi bisa menyentuh pipinya
yang putih itu. Tapi kalau aku menjadi ahjjuma itu, nanti sixpack ku
bisa menghilang. Tidak ! ini tidak bisa terjadi !
“Ini sudah hampir larut. Segera naik dan istirahatlah.”
“Ne ahjjuma”
Dan
kamipun berjalan naik menuju ke kamar. Masih terdengar suara ahjjuma
berteriak mengingatkan kita untuk tidak lupa memakai selimut karena
udara Seoul yang mulai dingin.
“Terima kasih karena sudah menemaniku”
“Ahh~~
itu bukan masalah, kita akan lebih sering bertemu, dan kita akan saling
membantu. Secara tidak langsung,, kita akan menjadi keluarga”
TIDAK ! aku tidak mau jadi keluarga mu. Kalau aku menjadi keluarga mu, aku tidak bisa mencintai mu nantinya.
WHAT
?? mencintaimu ? jadi Lee Donghae ,, kau sudah memutuskan untuk jatuh
cinta kedalam pria berambut putih yang memiliki kadar keimutan yang luar
biasa ini ?
Tak bisa dipungkiri, memikirkan dia saja
rasanya syaraf senyumku mengembang secara otomatis, sedangkan jika aku
berada disampingnya, jantungku seolah menjadi narapidana yang meminta
keluar dari tempatnya. Manusia yang satu ini sungguh membuat ku kacau
dan….. menyenangkan pada akhirnya.
“Kau tahu, dilantai ini
tidak hanya kita yang tinggal. Ada dua orang lagi, tapi mereka sedang
tidak ada disini sekarang. Mereka orang yang sibuk, tapi baik hati”
Aku ingin mengetahui orang seperti apa yang Hyuk Jae bicarakan. Dia terlihat bahagia saat membicarakan mereka.
“oh ya satu lagi…. Tolong jangan meanggilku Hyuk Jae, itu… terdengar aneh bagiku.”
Hah ? dia mau dipanggil apa ? chagiya ? yeobbo ? honey ? baby ? atau~~ wifey ? kau penggombal Lee Donghae !!
“Lalu~ harus memanggilmu dengan apa ?”
“Semua orang disini memanggilku dengan Myeolchi”
Senyum itu lagi~~ Tuhan, bisakah aku memiliki senyumnya itu ? kalaupun aku boleh meminta lebih, aku ingin dia menjadi milikku.
“Kalau kau tidak mau, kau boleh memanggilku Eunhyuk”
“Bagaimana kalau Hyukkie ?”
SHIT
!! kenapa kalimat itu langsung meluncur dengan otomatis tanpa disaring
dulu di otak ? Lee Donghae, nama itu terlalu tidak sopan. Kau baru
bertemu dengannya kemarin sudah minta nick name yang tidak-tidak.
Aku
baru menyadari bahwa sekarang mata sipitnya melebar, dan bibirpink
cherry itu lagi-lagi membentuk huruf “O” yang… lebar. Kaget ? atau marah
?
“Howaaaaaaa~~ kau orang pertama yang memanggil ku seperti itu.”
Hina
aku Hyuk Jae kalau kau tidak suka dengan nick itu, pukul aku kalau kau
merasa aku terdengar tidak sopan memanggil mu seperti itu. Tapi kumohon,
jangan membenciku.
“aku suka itu”
Ehh ? dia menyukainya.
Senyumnya
mengembang indah, walau tanpa deretan gusi sehat yang menghiasi tapi
terlihat lucu. Mata sipitnya selalu tenggelam jika ia tersenyum.
“kalau begitu selamat beristirahat Donghae-sshi”
Hilang,
dia menghilang dibalik pintu biru muda itu sebelum aku mengucapkan
selamat malam untuknya. Ini sudah hampir pukul 10 malam, tapi
keceriaannya belum juga menurun.
Baiklah Lee Donghae.
Istirahatkan tubuhmu…, besok hari pertama kau bekerja. Jangan sampai
dihari pertama bekerja ada lingkaran hitam di daerah mata mu. Aku juga
tidak mau terlihat seperti panda di hadapan Hyukkie ku karena memiliki
lingkaran hitam mengerikan didaerah mata ? kecuali kalau Hyukkie
menyukai panda.
Tunggu dulu~~ Hyukkie ku ?? sejak kapan
dia menjadi milikku ? Aku bahkan belum mengatakan cinta padanya. Tapi
sudah menyebutnya sebagai Hyukkie ku.
Rasanya memang capek
seharian berkeliling Seoul, menaiki bis satu kebis yang lainnya.
Kuputuskan untuk melangkahkan kaki ku memasuki kamar ku. Menutup pintu
dan menguncinya. Kurebahkan tubuhku ditempat tidur dan emandangi
langit-langit.
Menyatakan cinta ? kapan aku harus menyatakan cinta ? tidak mungkin sekarang bukan ?
Aku
tahu jelas, Hyukkie laki-laki. Itu tandanya aku akan menjadi gay. Aku
tidak keberatan jika menjadi gay, tetapi hanya untuknya. Tapi,,
bagaimana dengan Hyukkie ? bagaimana jika dia bukan gay ? bagaimana jika
dia mencintai yeoja ? ini akan menjadi cinta bertepuk sebelah tangan.
Sebelumnya
aku bukan seorang gay. Aku pernah memiliki keaksih, dan dia Yeoja. Tapi
bagiku, menjadi gay bukanlah hal yang salah. Ini bukan karena aku
mencintainya, tetapi karena cinta itu tidak bisa dipaksa.
Cinta
datang dengan sendirinya, cinta tidak akan bisa kau minta. Ketika cinta
itu datang kepada dua manusia, tidak bisa dipungkiri kau akan jatuh
lebih kedalam ketika kau berusaha untuk menghindar. cinta tidak bisa
dipisahkan oleh jarak ataupun waktu, karena Cinta hanya bisa dipidahkan
oleh kematian.
~ oooOOOooo ~
~Eunhyuk’s POV~
“hhoooaaaammm”
Selamat pagi dunia !!!
Aku
berjalan menuju jendela kamarku.. heeeemmmm udara dipagi hari adalah
udara yang paling bersih dan sayang untuk dilewatkan. Eh jam berapa
sekarang ?
Mencoba melihat kearah jam dinding yang
terletak tepat diatas pintu yang berseberangan dengan jendela kamar ku…
aku menyipitkan mata.. ahh masih jam 5 rupanya. Eumm,, jalan-jalan
diluar dulu~ sepertinya bukan ide yang buruk.
Jangan lupa
meraih mantel sebelum keluar rumah Myeolchi, karena insiting ku
menagatakn ahjjuma sudah bangun dan akan berceramah apabila salah satu
dari penyewa kamarnya keluar rumah tanpa menggunakan mantel di cuaca
Seoul yang mulai mendingin ini.
Baru saja aku kaluar dari
kamar dan akan mengunci kamar, aku mendengar suara langkah kaki dari
arah tangga menuju ke atas. Siapa ? apa ahjjuma ?
Oohhh~~ dia …
“Heechul hyung ???”
“Aigoo~~”
Ternyata dia Heechul hyung. Heechul hyung sudah 2 minggu ini tidak aku lihat. Kyaaaaaa~~~
“apa aku membangunkan mu Myeolchi ?”
Aku
menggeleng kuat. Terlalu bahagia bertemu dengannya. Kalau saja dia
tidak berdiri di tangga aku sudah berlari kepelukannya sekarang juga.
Tunggu dia sampai berada didepan sepenuhnya Myeolchi, setelah itu serang
!!!
1
.
.
.
2
.
.
.
3
.
.
.
“Hyuuuuuuuuuuuunnnnnnnggggggggggg”
Aku
langsung menyerang tubuh tinggi Heechul hyung dengan pelukanku. Ahh~~
walau Heechul hyung bukan hyung kandung ku tapi aku sangat
menyayanginya. Dia yang menjaga ku.
“Hei.. apa-apa’an ini ?? lepas kan aku Myeolchi !! lepas”
Dia
memukul lengan ku. Huh apa-apa’an itu ? apa dia tidak merindukan ku ?
akhirnya akupun melepaskan pelukanku. Hyung ku yang satu ini sungguh
jauh dari kesan hangat dan kalem. Wajahnya aja yang feminine tapi
sifatnya seperti preman. Tapi dia baik kok.
“Hyung kok pulang sendiri ?”
“Memangnya aku harus pulang dengan siapa ?”
“Pacar hyung ?”
Oh
Lee Hyuk Jae, kau membangunkan macan dalam tubuh hello kitty. Entah
kenapa, aura Heechul hyung berubah kalau sudah berbicara tentang “PACAR”
ini bukan karena Heechul hyung tidak punya pacar. Heechul hyung ini
beberapa waktu yang lalu ditembak oleh namja.
Heran kenapa
namja ? iya, Heechul hyung ini seorang gay, dia pernah menjalin
hubungan dengan seorang namja berkebangsaan China selama hampir 3 tahun.
Tapi namja ini mendadak hilang dari hadapan Heechul hyung tanpa
mengucapkan kata perpisahan.
5 bulan yang lalu, tepat di
hari ulang tahun Heechul hyung, ada seorang namja dengan PDnya
mengucapkan kata cinta pada Heechul hyung. Bukan Heechul hyung namanya
kalau dia tidak menyemprot namja yang dengan seenak jidadnya mengucapkan
pernyataan tanpa terlebih dahulu mengenalnya. Dia bukan namja
sembarangan. Sudah kubilang, dia itu hello kitty berhati macan.
“Dia bukan pacar ku.”
Ya,
Heechul hyung tidak menerima ungkapan cinta dari namja itu. Tapi namja
itu dan Heechul memiliki sifat yang sama. KERAS KEPALA. Di tolak
berkali-kali, dia pun menyatakan cinta berkali-kali. Sungguh salut
dengan hati baja mereka berdua.
Tapi sepertinya, sang
Hello Kitty menyerah … hehehe~~ dia memberi kesempatan kepada namja itu
untuk mengenal Heechul hyung lebih dekat. Dari sudut pandang ku menilai,
namja itu sungguh baik. Dia memperlakukan aku juga dengan baik, sama
seperti Heechul hyung memperlakukan aku dengan baik. Dia bilang “Teman
heechul adalah teman ku juga”
Huwaaaaa~~~ namja itu
sungguh penuh kharismatik, dia hanya lebih tua 9 hari dari Heechul
hyung, tapi dari cara bicaranya, cara dia memperlakukan heechul hyung,
sungguh dewasa >
“tidak baik mempermainkan perasaan orang hyung.”
Tadinya
Heechul hyung sedang sibuk membongkar isi tasnya, aku rasa dia sedang
mencari kunci kamarnya. Tapi pertanyaanku tadi membuatnya terdiam. Lalu
dia memandangku sekilas, kosong. Aku tidak mendapatkan perasaan apa-apa
saat di mata lebar itu menatap mataku. Tidak ada tatapan pertanyaan,
tatapan amarah ataupun apa, tatapannya kosong. Sedetik kemudian dia
kembali sibuk dengan isi tasnya.
Heechul hyung tidak pernah berubah. Dia hanya akan diam disaat dia tidak menyukai topic pembicaraan.
~ oooOOOooo ~
Hari
ini aku kena sial ya ? tadi pagi dicuekin sama Heechul hyung, tidak
jadi jogging karena mendadak dapat telfon dari Noona yang ternyata aku
harus datang pagi-pagi ke keday strawberry keluarga kami hanya untuk
mendapat omelan dari noona. Gaaaahhhh~~~ ini hari apa sich ?
Tapi
kemaran noona bukan tanpa sebab. Noona marah karena kemarin aku dengan
seenaknya pergi dari kedai sebelum jam kerja berakhir. Ya, aku pergi
menemani Lee Donghae untuk berkeliling Seoul. Aku tidak menyalahkan dia
karena akulah yang menawarkan diri untuk menjadi guidenya.
Eh,,
aku baru ingat, hari ini aku belum sempat bertemu dengannya. aku juga
lupa menanyakan dia bekerja dimana sekarang. Aku juga belum meminta
nomor telfonnya. Kan aku bisa menghubunginya disaat menyebalkan ini. Aku
butuh teman biacara. Hah ? nomor telfon ?
“Blusshhhh”
Hah
? kenapa ini ? kenapa pipiku memerah ? hanya memikirkan meminta nomor
telfonya saja muka ku menjadi panas. Kenapa ini ? sepertinya aku harus
mencari udara segar.. iya, aku hanya butuh udara segar.
Kulangkahkan
kakiku menuju keluar kedai, membuka pintu sedangkan disaat bersamaan
suara melengking noona ku samar-samar terdengar. Noona, debatnya nanti
saja ya ? aku hanya ingin mencari udara segar sebentar saja. Jawabku
dalam hati.
~ oooOOOooo ~
Heeemmmm~~ udara taman ini memang yang terbaik.
Ya,
sekarang aku berada di taman yang tidak jauh dari kedai. Taman ini
menjadi tempat favorit ku saat jam makan siang datang. Membeli beberapa
jajanan di pinggir jalan lalu memakannya disalah satu bangku yang
tersebar di jalan setapak sepanjang taman ini. Taman ini berbentuk
melingkar dan ada kolam dilengkapi air mancur di tengahnya. Aku menyukai
suara air. Pejamkan mata dan rasakan udara disekitar mu !
Ayo
Lee hyuk jae,, hirup dalam-dalam udara segar ini.. karena nanti percaya
atau tidak satu-satunya noona kesayangan mu akan berceramah tanpa
henti.
“Eunhyukkie !!”
Ehh.. suara siapa itu ? aku menautkan alis ku, mata ku masih terpejam. Siapa yang berani mengganggu mediasi (?) ku ?
“Eunhyukkie kau kah itu ?”
Tunggu..
aku mengenal suara orang ini. Dengan hati-hati aku membuka mata,
mengantisispasi apabila ada seseorang yang sejujurnya aku tidak ingin
lihat ada dihadapan ku. Tapi ternyata tidak. Dia tidak disana. Apakah
tadi hanya halusinasi ku saja ?
“Eunhyukkie ?”
Tapi
suara ini sungguh terdengar nyata. Oh Tuhan, tolong ijinkan ini hanya
mimpi, dan seandainya ini mimpi. Bangunkan aku dengan cepat. Aku sungguh
tidak ingin melihatnya saat ini.
“Eunhyukkie !”
Aku
merasa bahu sebelah kananku disentuh. Dengan perasaan yang tidak bisa
aku jabarkan, terlalu sakit untuk diuraikan, aku beranikan diri untuk
memastikan siapa pemik suara ini.
Dan benar, sesaat
setelah mata ku bertemu dengan mata hitam itu, rasa takut yang sudah
lama terpendam mendadak mencoba mendobrak. Mencoba menguasai jiwa ku
yang sudah lama mengubur rasa takut ini dalam-dalam. Dia…
“Si…, siwon ?”
~ oooOOOooo ~
~Donghae’s POV~
Hari
pertama bekerja sungguh melelahkan, tapi menyenangkan. Jung Soo-sshi
banyak membantuku. Dia sungguh orang yang baik. Rasanya capek sekali,
ingin segera sampai kekamar dan merebahkan tubuh ku di benda lembut
penghantar alam mimpi.
Jujur, hari ini sedikit
mengecewakan. Seharian tidak bertemu dengan Hyukkie serasa ada sesuatu
yang kurang. Kira-kira, dia sedang apa ya ? apa dia masih di Kedai ?
tapi sekarang sudah malam. Mungkin dia sudah pulang dan terlelap di
dunia strawberry-nya.
Siapkan telinga mu Lee Donghae.
Sesaat setelah kau membuka pintu ini, suara ahjjuma akan membahana
diseluruh penjuru ruang lantai satu. Menanyakan apakah aku sudah makan,
bagaimana keadaan ku dan sebagainya.
Ehh.. sepi. Kesan
pertama setelah membuka pintu. Ahjjuma tidak ada ? apa dia sudah tidur ?
baguslah, aku bisa masuk kamar dengan segera.
Baru
beberapa menginjakkan kaki di anak tangga, aku mendengar suara tangisan.
Ommo.. suara tangisan di malam hari ? apakah ada Alien datang ? atau
mungkin hantu ? oh tidak, kalau itu nyata, ternyata Seoul penuh dengan
Alien dan Hantu. Aku akan pindah besok juga seandainya itu semua benar.
Pelan-pelan
aku menapakai anak tangga satu persatu, mengambil kuda-kuda disetiap
langkahnya apabila ada serangan mendadak dari sang Alien.
Sampai.
Akhirnya aku sampai dilantai dua. Sepi. Dimana alien itu berada ? aku
melayangkan pandangan keseluruh penjuru ruangan. Itu, kenapa kamar
Hyukkie terbuka ? apap Hyukkie di serang Alien ?? andweeee~~ aku
pertaruhkan seluruh nyawaku demi melindungi namja berambut dan berkulit
putih itu.
Aku beranikan diri melihat kedalam kamar
Hyukkie, aroma strawberry langsung menusuk di hidungku. Hyukkie sangat
menykai strawberry rupanya. suara tangis itu semakin terdengar. Mecari
sosok berkepala besar tanpa rambut dan bertubuh kecil. Biasanya alien
seperti itu. Tetapi yang kudapai adalah..
Astaga ? apa itu Hyukkie ?
Mataku
menangkap sosok berambut putih terduduk mememluk lututnya di sudut
ruangan, tubuhnya bergetar, kepalanya tertutup oleh lututnya yang
dipeluk rapat dengan tangannya.
“Hyukkie.. kau kah itu ?”
Kaki
ku berjalan mendekati sosok itu, semakin mendekat suara tangisan itu
semakin jelas, dan mataku dengan jelas menangkap betapa hebatnya tubuh
itu bergetar. Kuberanikan jari ku untuk menyentuh tubuh itu, tetapi
tubuh itu tidak bergetar.
Benarkah ini Hyukkie ? kenapa dia menangis ?
“Hyukkie ? kau tidak apa-apa ?”
Kali
ini kedua tangan ku menyentuh kedua pundaknya, aku meraskaan tubuhnya
terperanjat, mendorongnya semakin kebelakang dan punggungnya membentur
dinding, seketika itu dia mendongakkan kepalanya.
Mata
sipit yang indah itu kini memancarkan aura yang berbeda. Takut dan
amarah, aku melihat ketakutan dan kebencian yang teramat sangat disana.
Wajahnya pucat, membuatnya semakin terlihat putih. Tubuhnya masih
bergetar.
Demi Alien berbubah menjadi buah strawberry, aku tidak bisa melihat Hyukkie yang sperti ini.
“PERGII !!! JANGAN SENTUH AKU !!”
Tubuhnya meronta, tangannya memukul-mukul buas kesembarang arah, kakinya menendang kesegala arah.
“Hyukkie ini aku… donghae.. Lee donghae …”
Aku mencoba menangkap tangannya dan mencoba menenangkannya. Teriakannya memenuhi kamarnya, tubuhnya berontak melawanku.
“HYUKKIE AKU MOHON !!”
Seketika
itu dia berhenti.. matanya menatapku takut, tetapi lambat laun pancaran
ketakutan itu mulai menghilang. Dan sedetik setelahnya dia menangis
keras. Tanpa berfikir panjang aku merengkuhnya kedalam pelukanku,
mencoba menenangkannya.
Ada apa dengan dia ? kenapa dia seperti ini ? Lee Hyuk Jae … apa yang terjadi dengan mu.
~ToBeCont~
~ oooOOOooo ~
silahkan memaki aku apabila jalan ceritnya mulai aneh dan tidak
menentu. aku tidak tahu kenapa cerita ini bisa menjadi seperti ini. maaf
apabila banyak typo di sana sini, aku mengetiknya disela-sela jadwal
kuliah hari selasa yang terbilang seperti setan, dan akirnya aku
terjatuh sakit (curhat) >< kritik dan saran akan aku terima . thx
for read *deep bow*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar