Selasa, 20 Desember 2011

[FF YAOI / HaeHyuk / Chapter 4 of ? ] The New Life

Title : The New Life
Ratting : +16
Author : Wiedictator As Undeads (on Facebook)
@WieAnchovy (on twitter)
Cast : Lee Donghae, Lee Hyuk Jae, Lee Sungmin, Kim Heechul, Park Jung Soo, Cho Kyuhyun, Choi Siwon and others
Type : Chapter , YAOI FF
First Note : kekekekeke~ maafkan otak ku yang membuat cerita ini menajdi LEBIH MONOTON dari chap sebelumnya. aku sendri tidak tahu harus bagaimana di akhirnya. banyak cerita yang tidak bisa aku tuangkan kedalam tulisan sehingga aku membuat FF ini menajadi panjang dan hanya berisi omong kosong. aku memaklumi kalian yang tidak memberi komentar di FF ku ini, karena FF ini. tidak mengopas tanpa ijin. terima kasih.


~ oooOOOooo ~
~ Donghae’s Point of View~

Tangis Hyukkie sudah menghilang, hanya isakan-isakan kecil yang tersisa. Sesaat setelah aku memelukknya aku mendudukannya di pinggir tempat tidurnya dan beranjak mengambil air minum untuk membuatnya tenang. Dan ketika aku kembali, dia masih setia dengan posisinya semula. Duduk di tepi tempat tidurnya, memainkan jari-jari tangannya dan menundukkan kepala.

Aku meletakkan segelas air putih di tangannya kemudian mengambil duduk disebelahnya.

Ingin rasanya tangan ku ini menyentuh rambut putih itu, menenangkannya. Kalau perlu, aku ingin memeluknya. Tapi sekarang tubuh Hyukkie terlihat lemah dimata ku. Seolah,, tubuh hyukkie akan pecah berkeping-keping jika aku menyentuhnya.

Banyak pertanyaan yang muncul diotakku. Apa yang terjadi dengannya, siapa yang melakukan ini semua, apakah sekarang dia baik-baik saja dan sebagianya. Tapi semua pertanyaan itu tertahan di tenggorokanku.

Aku mencoba melihat dan membaca sesuatu yang terpancar dari matanya. Tetapi, matanya hanya menatap kosong kearah gelas yang digenggamnya.

Aku kehilangan Hyukkie yang ceria. Aku kehilangan mata yang hilang dibalik senyum gusinya.

Tuhan, aku rela menukar semua yang aku miliki asal Hyukkie kembali seperti kemarin. Kembali menjadi Hyukkie yang ceriah.

“Hyukkie,, kau sudah lebih baik ?” Tanya ku.

Sedikit lama ia merespon ucapanku. Hanya anggukan kecil. Tapi itu cukup membuktikan bahwa ia jauh lebih tenang dari sebelumnya.

Aku mengingat sesuatu, jika kau medapati sahabatmu dala keadaan kacau, tinggalkan dia untuk sementara, dia mungkin membutuhkan waktu untuk sendiri, tunggu agar dia dengan sendirinya memanggilmu.

“aku akan kembali kekamarku,,,, dan membiarkan pintu kamarku terbuka,,, emm,, panggil aku jika kau membutuhkan sesuatu.”

Sejujurunya, aku berat meninggalkan Hyukkie dengan kondisinya yang sekarang. Ahh aku terdengar terlalu berlebihan, kau tidak meninggalkannya sendirian Lee Donghae. Kau hanya akan ada di sebeang kamarnya, tidak jauh bukan.

Berdiri dari dudukku dan berniat beranjak menjauh dari sana ketika aku merasakan sesuatu menyentuh tanganku.

Seketika itu aku menoleh ke tangan kiriku, dan mendapati tangan putih itu menangkap tangan ku. Tangan Hyukkie.

“go… gomawoo~o”

Ucapnya lirih. Tapi mampu ditangkap oleh daun telingaku. Aku menggenggam tangannya yang memegang tangan kiriku dengan satu tangan ku yang bebas. berniat membalas ucapannya, ketika sesorang mengurungkan niatku.

“Kamu siapa ?”

Suara itu datang dari arah pintu kamar Hyukkie. Secepat kilat aku menoleh kesumber suara.

Seseorang dengan kulit putihnya yang tidak jauh beda dengan kulit putih Hyukkie. Wajah cantiknya terlhat sempurna dengan rambut hitam pekat, lurus menyentuh bahunya. Tatapan mata hitamnya itu memandang ku intents. Rasanya, aku seperti maling yang ketangkap basah mencuri berlian dari rumahnya.

“Aku bilang kamu siapa ?”

Sejak kapan menelan ludah itu begitu sulit ? bukan aku yang membuat Hyukkie seperti ini. Tapi kenapa pandangannya mengatakan bahwa akulah tersangkanya ?

“Hyung ??”

Lupakan manusia dihadapan ku sekarang. Karena indra pendengarku menangkap suara Hyukkie.

Lagi-lagi niat ku untuk mengatakan sesuatu pada Hyukkie tidak kesampaian. Ketika tubuhku merasa terlempar kesamping diakibatkan sebuah dorongan. Tubuhku membentur almari dari kayu yang aku rasa itu milik Hyukkie. Syukurlah, setidaknya aku tidak terjungkal kelantai.

“Myeolchi, kau tidak apa-apa ? ada apa dengan mu ? kenapa mata mu memerah ? siapa yang melakukan ini padamu ? kumohon jangan menangis”

Tanyanya bertubi-tubi. Kembali pemikiran ini keluar. Ingin sekali menukar apapun yang aku punya demi menggantikan posisinya sekarang. Manusia berwajah antagonis itu dengan nada khawatir memeluk Hyukkie dengan lembut. Membelai rambut putih itu dan mengusap punggung itu dengan sangat hati-hati.

Tunggu, Hyukkie memanggilanya dengan … “Hyung” ? jadi dia laki-laki ? tapi parasnya..

“Apa dia yang membuatmu seperti ini ?”

Aku belum sempat menyangkal ketika tangan Hyukkie menahan tangan namja itu yang sekarang menunjuk wajahku dengan telunjukknya.

“Hyung, tidak sipan seperti itu.”

“tapi dia membuatmu menangis Myeolchi.”

Hyukkie menggeleng kuat, seulas senyum lemah tersungging dari bibir pink cherrynya.

“Bukan dia Hyung, percayalah.”

Namja dihapadan Hyukkie menautkan alisnya heran.

“Kalau tidak ada dia, mungkin aku masih menangis sekarang.”

Sungguh Hyukkie, untuk saat ini aku tidak suka melihat senyum mu itu. Senyum itu bukan seperti senyum-senyum di hari sebelumnya. Senyum itu seperti senyum… yang dipaksakan.

“Donghae-sshi… bisa tinggalkan kami berdua ? aku mohon !”

Aku tidak bisa menolak permintaannya bukan.

“eumm,, baiklah.”

Tanpa ba-bi-bu lagi, aku keluar dari kamar Hyukkie lalu menutup pintu biru muda itu dengan perlahan.

~ oooOOOooo ~

Pagi-pagi sekali aku bangun dan sekarang aku baru menyadari, bahwa aku berdiri dihadapan pintu biru muda tepat didepan kamarku.

Haruskah aku membangunkannya ? tapi ini masih sangat pagi Lee Donghae. Kau akan tidak sopan kalau kau melakukan itu.

Tapi aku sungguh ingin mengetahui keadaannya sekarang. Hyukkie yang semalam aku lihat, adalah Hyukkie yang berbeda. Rasa takut, amarah, dan kebencian menjadi satu dalam sorot matanya. Aku benar-benar tidak ingin melihatnya untuk kedua kalinya.

“Jadi, kau Lee Donghae itu ?”

Hah ? aku berbalik mendapati seseorang sedang berdiri tak jauh dari tempataku berdiri, lebih tepatnya, dia berdiri pas didepan pintu berwarna merah itu. Jadi, dia salah satu penyewa kamar disini.

“Ne, aku Lee Donghae.”

Wajah cantiknya semakin terlihat ditambah dengan senyum yang baru saat ini aku lihat. Tentu saja, aku baru kemarin bertemu dengannya, dalam situasi yang ekstream.

“Aku Kim Heechul. Orang yang sudah dianggap sebagai Hyung oleh Myeolchi. Dan aku sangat menyayanginya, seperti dongsaengku sendiri.”

Ouwh, jadi dia salah satu yang Hyukkie ceritakan beberapa hari yang lalu. Dengan wajah berseri-seri. Jadi dia orangnya ?

“Aku tidak tahu sejak kapan Myeolchi ku dekat dengan mu..”

Myeolchi mu ? tapi dia Hyukkie Ku !! well, hanya dalam mimpi mu Lee Donghae. Ingat,, kau belum menyatakan cinta padanya. Itupun, kalau dia menerima cinta mu.

“Tapi aku harus berterima kasih kepadamu.”

Alisku secara otomatis saling bertautan, mencoba mencerna kalimatnya didalam otak ku. Baru kemarin malam dia menuduhku yang tidak-tidak. Sekarang dia mengucapkan terima kasih ? ada angin apa ?

“Ke-kenapa berterima kasih ?”

Tubuhnya yang tadi bersandar disalah satu pintu merah itu, kini melangkah mendekatiku. Tidak terlalu dekat dengan posisiku, karena dia hanya melangkah kurang dari 3 langkah.

“Kalau bukan karena kamu yang datang menenangkan Myeochi pada saat itu…”

Tatapannya berubah, senyumnya tidak lagi menghiasi wajah cantiknya. Manusia yang disebut “Hyung” oleh Hyukkie ini,, adalah laki-laki ? sungguh aku tidak percaya.

“Kita pasti sudah tidak bisa melihatnya bernafas lagi hari ini.”

Ucapannya lemah, tapi tegas. Aku mampu mendengar dengan jelas. “Tidak bisa melihatnya bernafas lagi” ? kalimat ini terus berputar diotakku. Maksudnya …

“Maksudmu ?”

“Ya, kalau tidak datang pada saat itu… mungkin sekarang Myeolchi sudah tenang di Surga”

Apa-apa’an ini ?

“Jadi, terima kasih telah menolongnya.”

Aku menahan lengannya dengan cepat sesaat setelah ia hendak masuk kembali kekamarnya.

“Apa maksud mu ? kenapa bisa seperti itu ?”

Dia menyingkirkan tangan ku dari lengannya, dan berbalik menatapku.

“Jangan ungkit kejadian semalam begitu Myeolchi bangun. Percaya atau tidak, dia akan lupa kejadian semalam dengan sendirinya. Kecuali…”

“Ne ?”

“Kecuali kau ingin melihatnya kembali menangis dan meronta-ronta seperti semalam.”

Aku sungguh tidak paham dengan ucapannya. Kenapa bisa seperti itu ?

“Suatu hari, jika aku merasa aku butuh menceritakan semuanya kepadamu, akau akan bercerita. Tetapi untuk saat ini…, biarkan semua seperti ini.”

“Tapi..”

Kembali menahannya, kali ini sorotan matanya memandangku seolah aku ini pengganggu. Ya benar,  aku ini pengganggu, dan akan terus menganggu hingga menjelaskan semua pada ku.

“Aku mohon ceritakan padaku… setidaknya, siapa yang membuatnya menangis ?”

“Dengar anak pembangkang. Pegang janjiku. Aku berjanji akan menceritakannya padamu suatu hari nanti jika aku merasa itu harus. Arra ?”

Nada bicaranya seolah menghipnotisku untuk mematuhi. Dari awal bertemu saja aku sudah merasa ada aura mengendali dari dirinya, tidak hanya kata-katanya, tetapi tatapannya juga mengisyaratkan seperti itu.

“Bagus. Sekarang ijinkan aku masuk kekamarku.”

Aku kembali memandang pintu biru muda di hadapanku. Banyak pertanyaan didalam otakku, tapi aku yakin jawabannya tidak akan aku temukan di balik pintu itu. Karena Heechul-sshi melarang ku untuk bertanya kepada pemilik kamar ini.


“Percaya atau tidak, dia akan lupa kejadian semalam dengan sendirinya.”

Kalimat Heechul-sshi terus berputar diotak ku. Kenapa bisa begitu ? apa Hyukkie mendapat amnesia ? atau dia memiliki penyakit yang aku tidak tahu namanya, penyakit itu memiliki gejala kamu akan lupa apa yang kemarin kamu lakukan ketika kamu bangun tidur di esok hari, apabila kamu ingin mengingatnya, catatlah setiap kegiatan yang kau lakukan dan baca esok harinya. Kau akan mengingatnya kembali.

Tapi tunggu, Hyukkie mengenali ku di Kedai strawberry beberapa hari yang lalu. Itu adalah satu hari setelah kita bertemu. Itu artinya, Hyukkie tidak mengidap penyakit itu.

“Donghae-sshi ?”

Ouwh.. aku kembali dari lamunanku, mendapati sosok kepala kecil berambut putih itu menyembul dari sela-sela pintu berwarna biru muda itu. Mata sipitnya mengedip-ngedip lucu menatapku. Ahhh~~ aku merindukan visualisasinya yang seperti ini. Tidak seperti kemarin.

“Kau sudah bangun, Hyukkie ?”

Dia hanya mengangguk. Memperhatikan ku dengan mata sipitnya yang sesekali mengerjap-ngerjap. Kalau aku tidak mencintainya dan tidak menginginkan dia jadi milikku, aku pasti sudah memakannya sekarang.

Ya, aku mencintainya. Kau tahu itu ? perlu aku ulangi lagi ? AKU MENCINTAINYA !

“Kenapa kau berdiri di situ ? ada sesuatu yang ingin kau bicarakan ?”

Ahh~ aku tidak bisa mengungkapkan langsung kepadanya. Penolakan itu menakutkan.

“emm- tadinya ingin jalan-jalan diluar karena- ya~ ini masih terlalu pagi untuk- emm- pergi kekantor..”

Kenapa jadi gugup ? kau kemanakan otak pintarmu Lee Donghae ?? aish, ini bukan salahku ! salahkan mata sipit itu yang sekanag mengerjap-ngerjap imut kearah ku, aku jadi tidak bisa berkonsentrasi penuh untuk menyaring kata-kata yang timbul di otakku.

“Tapi sepertinya- emm- aku tidak jadi jalan-jalan. Hehehehe~”

Semoga senyumku tidak terlihat jelek dimatanya. Hell, aku ingin terlihat perfect didepan namja dengan keimutan yang super perfect ini !

“oh ya, aku sudah bertemu dengan salah satu temanmu. Heechul-sshi.”

Matanya melebar ? percayalah matamu masih tetap terlihat kecil (read : sipit) walau kau berusaha melebarkannya dengan sekuat tenaga. Tapi aku suka mata kecil mu itu.

“Heechul hyung ? kapan kau bertemu dengannya ?’

Eh ? bukankah kemarin malam dia  yang membelaku dari amukan Cinderella berhati srigala itu ? what the … apa yang kau bicarakan Lee Donghae. Kau belum mengenal Heechul-sshi tapi kau sudah berbicara yang tidak-tidak tentang dia.

“Myeolchiiiiiiiiiiiiiii~~~~~~~~~~~”

Seketika itu juga aku merasa tubuhku terpelanting kesamping. Ouwh,, untuk kedua kalinya aku merasakan hal yang seperti ini.

Siapa lagi ? teman Hyukkie yang lain ?

“Kau tidak apa-apa ?”

Aku merasa ada seseorang yang menyentuh lengan ku. Em.. rambutnya coklat berantakan, wajahnya putih dan memiliki mata yang lebar. Sedikit tinggi dari ku tapi tetap aku yang tertampan.

“Ne.. gwenchana. Emm~nuguseyo ?”

“Donghae-sshi !!!”

Belum sempat namja dihadapanku ini menjawab aku merasakan sesuatu di perutku. Seperti ada yang terbang disana dan jantung ku kembali berdetak cepat seperti beberapa hari yang lalu begitu aku mengetahui Hyukkie memanggil namaku dan …

Gosh !! demi burung-burung di dahan pohon yang bersiul dengan merdunya ,, Lee Hyuk Jae memegang lenganku, hangat. Apakah musim panas sudah tiba ?

Dengan wajah cerianya dia berdiri disamping ku, memegang lengan ku dengan kedua tanganya. Senyum ceriahnya mengembang di wajah kecilnya.

“Meraka teman-teman ku. Dia Sungmin hyung dan yang satunya lagi Kyuhyun” jelasnya.

Ouwh, namja yang berbicara tadi namanya Kyuhyun. Dan yang tadi menenggorku tanpa ampun bernama Sungmin.

“Ommona Myeolchi !!”

Namja bernama Sungmin itu menangkupkan kedua tangannya dipipi chubby-nya. Mata rubahnya melebar dan mulut kecilnya membentuk huruf “O”. aku akui dia terlihat lucu, tapi masih jauh dari manusia yang sekarang dengan santainya berdiri disampingku dan memegang lenganku…. Mesra.

PLAK !!

Sadarlah Lee Donghae. Dia hanya berpegangan di lenganmu. Darimana bisa kau sebut mesra ? aish !

“Ne Sungmin hyung ?”

“Kalian serasi sekali.”

Baiklah Sungmin-sshi aku ampuni perbuatan mu yang dengan tidak sopan menabrak ku beberapa menit yang lalu. Dan…. Terima kasih atas pujiannya. Hahahahhaa~~~

~ oooOOOooo ~
~ 3 Mounts Later~
~Donghae’s Point of View~

“Tidak, kau tidak bisa memakai yang ini”

Pagi yang indah~~ hari ini hari dimana aku akan pergi bekerja. Seperti hari-hari sebelumnya. Tapi pagi ini lebih indah dari pagi-pagi sebelumnya.

Bagaimana tidak indah. Seseorang yang aku sayangi sekarang sedang dihadapanku, bergelut dengan isi almari ku, mencarikan pakaian yang pas aku pakai untuk hari ini.

Seperti keluarga bahagia bukan ? ck~ sayangnya Lee Donghae yang ini sama sekali belum menyatakan perasaan cintanya kepada namja imut dihadapnya ini.

Lalu, kenapa dia ada di kamarku ?

Aku bangun pagi-pagi sekali, mencari pakaian yang cocok untuk rapat. Ini rapat pertama ku. Sejak aku bekerja di kantor Jung Soo hyung baru pertama kali ini aku mengikuti rapat. Karena apa yang aku tulis dimajalah terbitan perusahaan Jung Soo hyung mendapat sambutan yang menyenangkan.

Ketika sedang sibuk mencari pakaian aku mendegar suara Hyukkie dari arah pintu kamarku. Mungkin dia tanpa sengaja melihatku yang sibuk mengeluarkan seluruh pakaian yang ada di almari ku, sehingga dia menawarkan bantuan kepadaku.

Aku mulai memanggilnya Jung Soo hyung setelah mengetahui bahwa dia adalah kekasih dari Heechul hyung. Ommona~~ Sungmin hyung dan Heechul hyung adalah seorang Gay. Mereka sudah memiliki kekasih sedangkan aku ? masih sibuk mencari tahu apakah Hyukkie akan menerima ungkapan cinta ku suatu hari nanti. Aku masih belum tau dia serorang Gay atau bukan.

“Hae~ bagaimana kalau ini ?”

Ya~ dia sudah tidak memanggilku dengan Donghae-sshi lagi 2 bulan belakangan ini. Dan aku menyukai bagaimana cara dia memanggiku dengan nama itu

“Baiklah… sepertinya tidak buruk.”

3 bulan aku merasa hidupku menjadi lebih menyenangkan setelah berkenalan dengan orang-orang baru disini. Tapi 3 bulan juga aku terus bertanya dalam hati. Rahasia apa yang ada didalam kehidupan seseorang yang ceria seperti Lee Hyuk Jae.

Dia menjadi seperti orang lain ketika itu. Ketika malam diaman aku mendapatinya menangis di sudut ruangan kamarnya.

Hingga sekarang Heechul hyung belum menceritakannya kepadaku, aku juga tidak bertanya karena aku harus memenuhi janjinya. Menunggunya untuk mengceritakan semuanya kepada ku suatu hari nanti.

“Howaaaaa~~ kau terlihat tampan Hae.” Dia mengacungkan 2 jempolnya kearah ku begitu aku keluar dari kamar mandi dan mengganti pakaian yang sudah dipilihnya.

“Aku memang sudah tampan dari dulu Hyukkie”

Ahhh~~ aku menikmati waktu ku yang sekarang. Membelai rambut putih halus milik Hyukkie.

“Baiklah aku berangkat sekarang.”

“Ne.”

“Gomawo Hyukkie.”

Percayalah, senyuman Hyukkie selalu menjadi motivasi yang berbeda dalam hari ku.

~ oooOOOooo ~

Setelah seharian bekerja, aku memutuskan untuk pulang melewati kedai dimana Hyukkie bekerja. Kedai strawberry milik keluarganya. Entah ini memang takdir atau apa, aku bertemu dengan Hyukkie yang baru keluar dari Kedai itu. Jadilah sekarang kami berdua pulang bersama.

“Aku ingin suatu hari nanti kau mengajakku ke Mokpo”

“Apa kau ingin sekali kesana ?”

“Ne.. teman ku bilang pantainya indah.”

“emm- baiklah. Aku akan mengajakmu kalau aku pulang ke Mokpo.”

“Sungguh ?”

Matanya berbinar-binar penuh harap. Kau tidak perlu menunjukan tatapan seperti itu Hyukkie, aku akan dengan secara otomatis mengajakmu tanpa kau memintanya padaku.

“Tentu.” Jawabku singkat.

“Yeay~~ Hae Jjang !!!”

Dia melompat-lompat kecil disamping ku, dan aku membelai rambutnya.


Ketika aku sedang menikmati wajah bahagia dari Hyukkie, mendadak ekspresi wajahnya berubah.

Senyum ceria itu hilang dalam sepersekian detik, bahkan matanya yang dipenuhi dengan binar-binar harapan itupun lenyap. Ekspresi mukanya mengeras, tangan kirinya mencengkeram tangan kanan ku dengan keras dan kuat, tubuhnya diam seketika. Pandangannya lurus. Kenapa dia ?

Aku mendapati sosok namja tak jauh dari tempat aku ketika aku mencoba mengikuti arah pandang Hyukkie.pelan-pelan dia berjalan kearah kami, disetiap langkahnya membuat genggaman tangang Hyukkie di tanganku semakin menguat.

Namja itu berdiri tepat dihadapan kami, matanya terkunci menatap Hyukkie disebelahku.

“Eunhyukkie, aku sudah lama mencarimu. Kenapa kau selalu menghindar dari ku ?” ucap namja itu menatap intens ke Hyukkie.

Eunhyukkie ? apa dia teman Hyukkie ?

Tidak ada sepatah kata yang keuar dari bibir kecil Hyukkie. Mimik wajah Hyukkie mengeras, rahangnya menguat belum sempat aku menanyakan sesuatu ke Hyukkie tetapi Hyukkie sudah beranjak dari tempatnya. Dia berlari.

“Tunggu !!”

Niatku untuk mengejar Hyukkie terhenti, namja yang (mencoba) berbicara dengan Hyukkie ini menahan bahuku. Sontak aku menoleh ke arahnya.

“Kau siapanya Eunhyukkie ?” Tanya namja itu.

Ini pertama kalinya aku bertemu dengannya, tetapi entah kenapa ada amarah didalam yang ingin mendobrak keluar. Ingin aku berteriak di hadapannya sekarang juga tetapi aku baru mengenal namja ini. Akan sangat tidak sopan nantinya. Tapi kenapa dengan melihat wajahnya saja ingin membuat ku marah.

Dengan sopan aku menyingkirkan tangannya dari bahu ku.

“Aku sahabatnya.” Ya, sejauh ini aku hanya sahabatnya.

Sebelum dia mengeluarkan kata-kata, entah kenapa aku ingin menyelanya..

“aku tidak  tahu apa hubungan mu dengan Hyukkie sebelumnya, tapi aku melihat Hyukkie tidak nyaman di hadapan mu. Jadi tolong, jauhi Hyukkie”

Namja itu menautkan alisnya menatap heran kearah ku.

“Kau tidak ada sangkut pautnya antara aku dengan Eunhyukkie. Jangan mengatur!”

“Aku tidak mengatur!”

Sungguh aku tidak tahu apa yang terjadi dengan otakku. Kenapa otakku memproses untuk membuat ku membencinya ? aku bahkan belum pernah melihatnya sekalipun.

“Terserah apa yang kau pikirkan. Terserah jika kau sahabat Eunhyukkie. Aku hanya ingin mengambil milikku.”

Mataku melebar, emosiku memuncak. Milik ? siapa yang milik siapa ?

“Ya, Eunhyukkie…, adalah milikku!”

Kenapa dia bilang Hyukkie miliknya sedangkan Hyukkie baru saja lari dari hadapannya ? apa dia sudah gila ?

Baru saja aku ingin menyanggah semua omonganya, tetapi aku handphone ku bergetar. Dengan cepat aku mengambil handphone ku, 1 pesan masuk kuterima.

From : Heechul Hyung

Kenapa ini terjadi lagi ?
Cepat kembali ! kita perlu bicara !

Persetan dengan namja itu, persetan dengan teriakannya, aku yakin sekarang Hyukkie bersama dengan Heechul hyung. dari pesan yang baru saja aku terima, kejadian pada malam hari 3 bulan yang lalu, terjadi lagi!

~ oooOOOooo ~
~ToBeCont~

second note : blame my sickness, blame that crazy task ... i can't update my FF frequently . silahkan untuk mengkeritik, karena sejauh ini, ini adalah chap terBURUK yang pernah aku buat. maaf apabila ada typo *deep bow*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar