Title : The New Life
Ratting : +16
Author : Wiedictator As Undeads (on Facebook)
@WieAnchovy (on twitter)
Cast : Lee Donghae, Lee Hyuk Jae, Lee Sungmin, Kim Heechul, Park Jung Soo, Cho Kyuhyun, Choi Siwon and others
Type : Chapter , YAOI FF
First Note : kekekekeke~
maafkan otak ku yang membuat cerita ini menajdi LEBIH MONOTON dari chap
sebelumnya. aku sendri tidak tahu harus bagaimana di akhirnya. banyak
cerita yang tidak bisa aku tuangkan kedalam tulisan sehingga aku membuat
FF ini menajadi panjang dan hanya berisi omong kosong. aku memaklumi
kalian yang tidak memberi komentar di FF ku ini, karena FF ini. tidak
mengopas tanpa ijin. terima kasih.
~ oooOOOooo ~
~ Donghae’s Point of View~
Tangis
Hyukkie sudah menghilang, hanya isakan-isakan kecil yang tersisa. Sesaat
setelah aku memelukknya aku mendudukannya di pinggir tempat tidurnya
dan beranjak mengambil air minum untuk membuatnya tenang. Dan ketika aku
kembali, dia masih setia dengan posisinya semula. Duduk di tepi tempat
tidurnya, memainkan jari-jari tangannya dan menundukkan kepala.
Aku meletakkan segelas air putih di tangannya kemudian mengambil duduk disebelahnya.
Ingin
rasanya tangan ku ini menyentuh rambut putih itu, menenangkannya. Kalau
perlu, aku ingin memeluknya. Tapi sekarang tubuh Hyukkie terlihat lemah
dimata ku. Seolah,, tubuh hyukkie akan pecah berkeping-keping jika aku
menyentuhnya.
Banyak pertanyaan yang muncul diotakku. Apa
yang terjadi dengannya, siapa yang melakukan ini semua, apakah sekarang
dia baik-baik saja dan sebagianya. Tapi semua pertanyaan itu tertahan di
tenggorokanku.
Aku mencoba melihat dan membaca sesuatu
yang terpancar dari matanya. Tetapi, matanya hanya menatap kosong kearah
gelas yang digenggamnya.
Aku kehilangan Hyukkie yang ceria. Aku kehilangan mata yang hilang dibalik senyum gusinya.
Tuhan, aku rela menukar semua yang aku miliki asal Hyukkie kembali seperti kemarin. Kembali menjadi Hyukkie yang ceriah.
“Hyukkie,, kau sudah lebih baik ?” Tanya ku.
Sedikit lama ia merespon ucapanku. Hanya anggukan kecil. Tapi itu cukup membuktikan bahwa ia jauh lebih tenang dari sebelumnya.
Aku
mengingat sesuatu, jika kau medapati sahabatmu dala keadaan kacau,
tinggalkan dia untuk sementara, dia mungkin membutuhkan waktu untuk
sendiri, tunggu agar dia dengan sendirinya memanggilmu.
“aku akan kembali kekamarku,,,, dan membiarkan pintu kamarku terbuka,,, emm,, panggil aku jika kau membutuhkan sesuatu.”
Sejujurunya,
aku berat meninggalkan Hyukkie dengan kondisinya yang sekarang. Ahh aku
terdengar terlalu berlebihan, kau tidak meninggalkannya sendirian Lee
Donghae. Kau hanya akan ada di sebeang kamarnya, tidak jauh bukan.
Berdiri dari dudukku dan berniat beranjak menjauh dari sana ketika aku merasakan sesuatu menyentuh tanganku.
Seketika itu aku menoleh ke tangan kiriku, dan mendapati tangan putih itu menangkap tangan ku. Tangan Hyukkie.
“go… gomawoo~o”
Ucapnya
lirih. Tapi mampu ditangkap oleh daun telingaku. Aku menggenggam
tangannya yang memegang tangan kiriku dengan satu tangan ku yang bebas.
berniat membalas ucapannya, ketika sesorang mengurungkan niatku.
“Kamu siapa ?”
Suara itu datang dari arah pintu kamar Hyukkie. Secepat kilat aku menoleh kesumber suara.
Seseorang
dengan kulit putihnya yang tidak jauh beda dengan kulit putih Hyukkie.
Wajah cantiknya terlhat sempurna dengan rambut hitam pekat, lurus
menyentuh bahunya. Tatapan mata hitamnya itu memandang ku intents.
Rasanya, aku seperti maling yang ketangkap basah mencuri berlian dari
rumahnya.
“Aku bilang kamu siapa ?”
Sejak
kapan menelan ludah itu begitu sulit ? bukan aku yang membuat Hyukkie
seperti ini. Tapi kenapa pandangannya mengatakan bahwa akulah
tersangkanya ?
“Hyung ??”
Lupakan manusia dihadapan ku sekarang. Karena indra pendengarku menangkap suara Hyukkie.
Lagi-lagi
niat ku untuk mengatakan sesuatu pada Hyukkie tidak kesampaian. Ketika
tubuhku merasa terlempar kesamping diakibatkan sebuah dorongan. Tubuhku
membentur almari dari kayu yang aku rasa itu milik Hyukkie. Syukurlah,
setidaknya aku tidak terjungkal kelantai.
“Myeolchi, kau
tidak apa-apa ? ada apa dengan mu ? kenapa mata mu memerah ? siapa yang
melakukan ini padamu ? kumohon jangan menangis”
Tanyanya
bertubi-tubi. Kembali pemikiran ini keluar. Ingin sekali menukar apapun
yang aku punya demi menggantikan posisinya sekarang. Manusia berwajah
antagonis itu dengan nada khawatir memeluk Hyukkie dengan lembut.
Membelai rambut putih itu dan mengusap punggung itu dengan sangat
hati-hati.
Tunggu, Hyukkie memanggilanya dengan … “Hyung” ? jadi dia laki-laki ? tapi parasnya..
“Apa dia yang membuatmu seperti ini ?”
Aku belum sempat menyangkal ketika tangan Hyukkie menahan tangan namja itu yang sekarang menunjuk wajahku dengan telunjukknya.
“Hyung, tidak sipan seperti itu.”
“tapi dia membuatmu menangis Myeolchi.”
Hyukkie menggeleng kuat, seulas senyum lemah tersungging dari bibir pink cherrynya.
“Bukan dia Hyung, percayalah.”
Namja dihapadan Hyukkie menautkan alisnya heran.
“Kalau tidak ada dia, mungkin aku masih menangis sekarang.”
Sungguh
Hyukkie, untuk saat ini aku tidak suka melihat senyum mu itu. Senyum
itu bukan seperti senyum-senyum di hari sebelumnya. Senyum itu seperti
senyum… yang dipaksakan.
“Donghae-sshi… bisa tinggalkan kami berdua ? aku mohon !”
Aku tidak bisa menolak permintaannya bukan.
“eumm,, baiklah.”
Tanpa ba-bi-bu lagi, aku keluar dari kamar Hyukkie lalu menutup pintu biru muda itu dengan perlahan.
~ oooOOOooo ~
Pagi-pagi sekali aku bangun dan sekarang aku baru menyadari, bahwa aku berdiri dihadapan pintu biru muda tepat didepan kamarku.
Haruskah aku membangunkannya ? tapi ini masih sangat pagi Lee Donghae. Kau akan tidak sopan kalau kau melakukan itu.
Tapi
aku sungguh ingin mengetahui keadaannya sekarang. Hyukkie yang semalam
aku lihat, adalah Hyukkie yang berbeda. Rasa takut, amarah, dan
kebencian menjadi satu dalam sorot matanya. Aku benar-benar tidak ingin
melihatnya untuk kedua kalinya.
“Jadi, kau Lee Donghae itu ?”
Hah
? aku berbalik mendapati seseorang sedang berdiri tak jauh dari
tempataku berdiri, lebih tepatnya, dia berdiri pas didepan pintu
berwarna merah itu. Jadi, dia salah satu penyewa kamar disini.
“Ne, aku Lee Donghae.”
Wajah
cantiknya semakin terlihat ditambah dengan senyum yang baru saat ini
aku lihat. Tentu saja, aku baru kemarin bertemu dengannya, dalam situasi
yang ekstream.
“Aku Kim Heechul. Orang yang sudah
dianggap sebagai Hyung oleh Myeolchi. Dan aku sangat menyayanginya,
seperti dongsaengku sendiri.”
Ouwh, jadi dia salah satu yang Hyukkie ceritakan beberapa hari yang lalu. Dengan wajah berseri-seri. Jadi dia orangnya ?
“Aku tidak tahu sejak kapan Myeolchi ku dekat dengan mu..”
Myeolchi
mu ? tapi dia Hyukkie Ku !! well, hanya dalam mimpi mu Lee Donghae.
Ingat,, kau belum menyatakan cinta padanya. Itupun, kalau dia menerima
cinta mu.
“Tapi aku harus berterima kasih kepadamu.”
Alisku
secara otomatis saling bertautan, mencoba mencerna kalimatnya didalam
otak ku. Baru kemarin malam dia menuduhku yang tidak-tidak. Sekarang dia
mengucapkan terima kasih ? ada angin apa ?
“Ke-kenapa berterima kasih ?”
Tubuhnya
yang tadi bersandar disalah satu pintu merah itu, kini melangkah
mendekatiku. Tidak terlalu dekat dengan posisiku, karena dia hanya
melangkah kurang dari 3 langkah.
“Kalau bukan karena kamu yang datang menenangkan Myeochi pada saat itu…”
Tatapannya
berubah, senyumnya tidak lagi menghiasi wajah cantiknya. Manusia yang
disebut “Hyung” oleh Hyukkie ini,, adalah laki-laki ? sungguh aku tidak
percaya.
“Kita pasti sudah tidak bisa melihatnya bernafas lagi hari ini.”
Ucapannya
lemah, tapi tegas. Aku mampu mendengar dengan jelas. “Tidak bisa
melihatnya bernafas lagi” ? kalimat ini terus berputar diotakku.
Maksudnya …
“Maksudmu ?”
“Ya, kalau tidak datang pada saat itu… mungkin sekarang Myeolchi sudah tenang di Surga”
Apa-apa’an ini ?
“Jadi, terima kasih telah menolongnya.”
Aku menahan lengannya dengan cepat sesaat setelah ia hendak masuk kembali kekamarnya.
“Apa maksud mu ? kenapa bisa seperti itu ?”
Dia menyingkirkan tangan ku dari lengannya, dan berbalik menatapku.
“Jangan
ungkit kejadian semalam begitu Myeolchi bangun. Percaya atau tidak, dia
akan lupa kejadian semalam dengan sendirinya. Kecuali…”
“Ne ?”
“Kecuali kau ingin melihatnya kembali menangis dan meronta-ronta seperti semalam.”
Aku sungguh tidak paham dengan ucapannya. Kenapa bisa seperti itu ?
“Suatu
hari, jika aku merasa aku butuh menceritakan semuanya kepadamu, akau
akan bercerita. Tetapi untuk saat ini…, biarkan semua seperti ini.”
“Tapi..”
Kembali
menahannya, kali ini sorotan matanya memandangku seolah aku ini
pengganggu. Ya benar, aku ini pengganggu, dan akan terus menganggu
hingga menjelaskan semua pada ku.
“Aku mohon ceritakan padaku… setidaknya, siapa yang membuatnya menangis ?”
“Dengar
anak pembangkang. Pegang janjiku. Aku berjanji akan menceritakannya
padamu suatu hari nanti jika aku merasa itu harus. Arra ?”
Nada
bicaranya seolah menghipnotisku untuk mematuhi. Dari awal bertemu saja
aku sudah merasa ada aura mengendali dari dirinya, tidak hanya
kata-katanya, tetapi tatapannya juga mengisyaratkan seperti itu.
“Bagus. Sekarang ijinkan aku masuk kekamarku.”
Aku
kembali memandang pintu biru muda di hadapanku. Banyak pertanyaan
didalam otakku, tapi aku yakin jawabannya tidak akan aku temukan di
balik pintu itu. Karena Heechul-sshi melarang ku untuk bertanya kepada
pemilik kamar ini.
“Percaya atau tidak, dia akan lupa kejadian semalam dengan sendirinya.”
Kalimat
Heechul-sshi terus berputar diotak ku. Kenapa bisa begitu ? apa Hyukkie
mendapat amnesia ? atau dia memiliki penyakit yang aku tidak tahu
namanya, penyakit itu memiliki gejala kamu akan lupa apa yang kemarin
kamu lakukan ketika kamu bangun tidur di esok hari, apabila kamu ingin
mengingatnya, catatlah setiap kegiatan yang kau lakukan dan baca esok
harinya. Kau akan mengingatnya kembali.
Tapi tunggu,
Hyukkie mengenali ku di Kedai strawberry beberapa hari yang lalu. Itu
adalah satu hari setelah kita bertemu. Itu artinya, Hyukkie tidak
mengidap penyakit itu.
“Donghae-sshi ?”
Ouwh..
aku kembali dari lamunanku, mendapati sosok kepala kecil berambut putih
itu menyembul dari sela-sela pintu berwarna biru muda itu. Mata
sipitnya mengedip-ngedip lucu menatapku. Ahhh~~ aku merindukan
visualisasinya yang seperti ini. Tidak seperti kemarin.
“Kau sudah bangun, Hyukkie ?”
Dia
hanya mengangguk. Memperhatikan ku dengan mata sipitnya yang sesekali
mengerjap-ngerjap. Kalau aku tidak mencintainya dan tidak menginginkan
dia jadi milikku, aku pasti sudah memakannya sekarang.
Ya, aku mencintainya. Kau tahu itu ? perlu aku ulangi lagi ? AKU MENCINTAINYA !
“Kenapa kau berdiri di situ ? ada sesuatu yang ingin kau bicarakan ?”
Ahh~ aku tidak bisa mengungkapkan langsung kepadanya. Penolakan itu menakutkan.
“emm- tadinya ingin jalan-jalan diluar karena- ya~ ini masih terlalu pagi untuk- emm- pergi kekantor..”
Kenapa
jadi gugup ? kau kemanakan otak pintarmu Lee Donghae ?? aish, ini bukan
salahku ! salahkan mata sipit itu yang sekanag mengerjap-ngerjap imut
kearah ku, aku jadi tidak bisa berkonsentrasi penuh untuk menyaring
kata-kata yang timbul di otakku.
“Tapi sepertinya- emm- aku tidak jadi jalan-jalan. Hehehehe~”
Semoga
senyumku tidak terlihat jelek dimatanya. Hell, aku ingin terlihat
perfect didepan namja dengan keimutan yang super perfect ini !
“oh ya, aku sudah bertemu dengan salah satu temanmu. Heechul-sshi.”
Matanya
melebar ? percayalah matamu masih tetap terlihat kecil (read : sipit)
walau kau berusaha melebarkannya dengan sekuat tenaga. Tapi aku suka
mata kecil mu itu.
“Heechul hyung ? kapan kau bertemu dengannya ?’
Eh
? bukankah kemarin malam dia yang membelaku dari amukan Cinderella
berhati srigala itu ? what the … apa yang kau bicarakan Lee Donghae. Kau
belum mengenal Heechul-sshi tapi kau sudah berbicara yang tidak-tidak
tentang dia.
“Myeolchiiiiiiiiiiiiiii~~~~~~~~~~~”
Seketika itu juga aku merasa tubuhku terpelanting kesamping. Ouwh,, untuk kedua kalinya aku merasakan hal yang seperti ini.
Siapa lagi ? teman Hyukkie yang lain ?
“Kau tidak apa-apa ?”
Aku
merasa ada seseorang yang menyentuh lengan ku. Em.. rambutnya coklat
berantakan, wajahnya putih dan memiliki mata yang lebar. Sedikit tinggi
dari ku tapi tetap aku yang tertampan.
“Ne.. gwenchana. Emm~nuguseyo ?”
“Donghae-sshi !!!”
Belum
sempat namja dihadapanku ini menjawab aku merasakan sesuatu di perutku.
Seperti ada yang terbang disana dan jantung ku kembali berdetak cepat
seperti beberapa hari yang lalu begitu aku mengetahui Hyukkie memanggil
namaku dan …
Gosh !! demi burung-burung di dahan pohon
yang bersiul dengan merdunya ,, Lee Hyuk Jae memegang lenganku, hangat.
Apakah musim panas sudah tiba ?
Dengan wajah cerianya dia
berdiri disamping ku, memegang lengan ku dengan kedua tanganya. Senyum
ceriahnya mengembang di wajah kecilnya.
“Meraka teman-teman ku. Dia Sungmin hyung dan yang satunya lagi Kyuhyun” jelasnya.
Ouwh, namja yang berbicara tadi namanya Kyuhyun. Dan yang tadi menenggorku tanpa ampun bernama Sungmin.
“Ommona Myeolchi !!”
Namja
bernama Sungmin itu menangkupkan kedua tangannya dipipi chubby-nya.
Mata rubahnya melebar dan mulut kecilnya membentuk huruf “O”. aku akui
dia terlihat lucu, tapi masih jauh dari manusia yang sekarang dengan
santainya berdiri disampingku dan memegang lenganku…. Mesra.
PLAK !!
Sadarlah Lee Donghae. Dia hanya berpegangan di lenganmu. Darimana bisa kau sebut mesra ? aish !
“Ne Sungmin hyung ?”
“Kalian serasi sekali.”
Baiklah
Sungmin-sshi aku ampuni perbuatan mu yang dengan tidak sopan menabrak
ku beberapa menit yang lalu. Dan…. Terima kasih atas pujiannya.
Hahahahhaa~~~
~ oooOOOooo ~
~ 3 Mounts Later~
~Donghae’s Point of View~
“Tidak, kau tidak bisa memakai yang ini”
Pagi
yang indah~~ hari ini hari dimana aku akan pergi bekerja. Seperti
hari-hari sebelumnya. Tapi pagi ini lebih indah dari pagi-pagi
sebelumnya.
Bagaimana tidak indah. Seseorang yang aku
sayangi sekarang sedang dihadapanku, bergelut dengan isi almari ku,
mencarikan pakaian yang pas aku pakai untuk hari ini.
Seperti
keluarga bahagia bukan ? ck~ sayangnya Lee Donghae yang ini sama sekali
belum menyatakan perasaan cintanya kepada namja imut dihadapnya ini.
Lalu, kenapa dia ada di kamarku ?
Aku
bangun pagi-pagi sekali, mencari pakaian yang cocok untuk rapat. Ini
rapat pertama ku. Sejak aku bekerja di kantor Jung Soo hyung baru
pertama kali ini aku mengikuti rapat. Karena apa yang aku tulis
dimajalah terbitan perusahaan Jung Soo hyung mendapat sambutan yang
menyenangkan.
Ketika sedang sibuk mencari pakaian aku
mendegar suara Hyukkie dari arah pintu kamarku. Mungkin dia tanpa
sengaja melihatku yang sibuk mengeluarkan seluruh pakaian yang ada di
almari ku, sehingga dia menawarkan bantuan kepadaku.
Aku
mulai memanggilnya Jung Soo hyung setelah mengetahui bahwa dia adalah
kekasih dari Heechul hyung. Ommona~~ Sungmin hyung dan Heechul hyung
adalah seorang Gay. Mereka sudah memiliki kekasih sedangkan aku ? masih
sibuk mencari tahu apakah Hyukkie akan menerima ungkapan cinta ku suatu
hari nanti. Aku masih belum tau dia serorang Gay atau bukan.
“Hae~ bagaimana kalau ini ?”
Ya~
dia sudah tidak memanggilku dengan Donghae-sshi lagi 2 bulan belakangan
ini. Dan aku menyukai bagaimana cara dia memanggiku dengan nama itu
“Baiklah… sepertinya tidak buruk.”
3
bulan aku merasa hidupku menjadi lebih menyenangkan setelah berkenalan
dengan orang-orang baru disini. Tapi 3 bulan juga aku terus bertanya
dalam hati. Rahasia apa yang ada didalam kehidupan seseorang yang ceria
seperti Lee Hyuk Jae.
Dia menjadi seperti orang lain ketika itu. Ketika malam diaman aku mendapatinya menangis di sudut ruangan kamarnya.
Hingga
sekarang Heechul hyung belum menceritakannya kepadaku, aku juga tidak
bertanya karena aku harus memenuhi janjinya. Menunggunya untuk
mengceritakan semuanya kepada ku suatu hari nanti.
“Howaaaaa~~
kau terlihat tampan Hae.” Dia mengacungkan 2 jempolnya kearah ku begitu
aku keluar dari kamar mandi dan mengganti pakaian yang sudah
dipilihnya.
“Aku memang sudah tampan dari dulu Hyukkie”
Ahhh~~ aku menikmati waktu ku yang sekarang. Membelai rambut putih halus milik Hyukkie.
“Baiklah aku berangkat sekarang.”
“Ne.”
“Gomawo Hyukkie.”
Percayalah, senyuman Hyukkie selalu menjadi motivasi yang berbeda dalam hari ku.
~ oooOOOooo ~
Setelah
seharian bekerja, aku memutuskan untuk pulang melewati kedai dimana
Hyukkie bekerja. Kedai strawberry milik keluarganya. Entah ini memang
takdir atau apa, aku bertemu dengan Hyukkie yang baru keluar dari Kedai
itu. Jadilah sekarang kami berdua pulang bersama.
“Aku ingin suatu hari nanti kau mengajakku ke Mokpo”
“Apa kau ingin sekali kesana ?”
“Ne.. teman ku bilang pantainya indah.”
“emm- baiklah. Aku akan mengajakmu kalau aku pulang ke Mokpo.”
“Sungguh ?”
Matanya
berbinar-binar penuh harap. Kau tidak perlu menunjukan tatapan seperti
itu Hyukkie, aku akan dengan secara otomatis mengajakmu tanpa kau
memintanya padaku.
“Tentu.” Jawabku singkat.
“Yeay~~ Hae Jjang !!!”
Dia melompat-lompat kecil disamping ku, dan aku membelai rambutnya.
Ketika aku sedang menikmati wajah bahagia dari Hyukkie, mendadak ekspresi wajahnya berubah.
Senyum
ceria itu hilang dalam sepersekian detik, bahkan matanya yang dipenuhi
dengan binar-binar harapan itupun lenyap. Ekspresi mukanya mengeras,
tangan kirinya mencengkeram tangan kanan ku dengan keras dan kuat,
tubuhnya diam seketika. Pandangannya lurus. Kenapa dia ?
Aku
mendapati sosok namja tak jauh dari tempat aku ketika aku mencoba
mengikuti arah pandang Hyukkie.pelan-pelan dia berjalan kearah kami,
disetiap langkahnya membuat genggaman tangang Hyukkie di tanganku
semakin menguat.
Namja itu berdiri tepat dihadapan kami, matanya terkunci menatap Hyukkie disebelahku.
“Eunhyukkie, aku sudah lama mencarimu. Kenapa kau selalu menghindar dari ku ?” ucap namja itu menatap intens ke Hyukkie.
Eunhyukkie ? apa dia teman Hyukkie ?
Tidak
ada sepatah kata yang keuar dari bibir kecil Hyukkie. Mimik wajah
Hyukkie mengeras, rahangnya menguat belum sempat aku menanyakan sesuatu
ke Hyukkie tetapi Hyukkie sudah beranjak dari tempatnya. Dia berlari.
“Tunggu !!”
Niatku
untuk mengejar Hyukkie terhenti, namja yang (mencoba) berbicara dengan
Hyukkie ini menahan bahuku. Sontak aku menoleh ke arahnya.
“Kau siapanya Eunhyukkie ?” Tanya namja itu.
Ini
pertama kalinya aku bertemu dengannya, tetapi entah kenapa ada amarah
didalam yang ingin mendobrak keluar. Ingin aku berteriak di hadapannya
sekarang juga tetapi aku baru mengenal namja ini. Akan sangat tidak
sopan nantinya. Tapi kenapa dengan melihat wajahnya saja ingin membuat
ku marah.
Dengan sopan aku menyingkirkan tangannya dari bahu ku.
“Aku sahabatnya.” Ya, sejauh ini aku hanya sahabatnya.
Sebelum dia mengeluarkan kata-kata, entah kenapa aku ingin menyelanya..
“aku
tidak tahu apa hubungan mu dengan Hyukkie sebelumnya, tapi aku melihat
Hyukkie tidak nyaman di hadapan mu. Jadi tolong, jauhi Hyukkie”
Namja itu menautkan alisnya menatap heran kearah ku.
“Kau tidak ada sangkut pautnya antara aku dengan Eunhyukkie. Jangan mengatur!”
“Aku tidak mengatur!”
Sungguh
aku tidak tahu apa yang terjadi dengan otakku. Kenapa otakku memproses
untuk membuat ku membencinya ? aku bahkan belum pernah melihatnya
sekalipun.
“Terserah apa yang kau pikirkan. Terserah jika kau sahabat Eunhyukkie. Aku hanya ingin mengambil milikku.”
Mataku melebar, emosiku memuncak. Milik ? siapa yang milik siapa ?
“Ya, Eunhyukkie…, adalah milikku!”
Kenapa dia bilang Hyukkie miliknya sedangkan Hyukkie baru saja lari dari hadapannya ? apa dia sudah gila ?
Baru
saja aku ingin menyanggah semua omonganya, tetapi aku handphone ku
bergetar. Dengan cepat aku mengambil handphone ku, 1 pesan masuk
kuterima.
From : Heechul Hyung
Kenapa ini terjadi lagi ?
Cepat kembali ! kita perlu bicara !
Persetan
dengan namja itu, persetan dengan teriakannya, aku yakin sekarang
Hyukkie bersama dengan Heechul hyung. dari pesan yang baru saja aku
terima, kejadian pada malam hari 3 bulan yang lalu, terjadi lagi!
~ oooOOOooo ~
~ToBeCont~
second note : blame my sickness, blame that crazy task ... i can't update my FF frequently . silahkan untuk mengkeritik, karena sejauh ini, ini adalah chap terBURUK yang pernah aku buat. maaf apabila ada typo *deep bow*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar