Senin, 12 Desember 2011

[FF YAOI / HaeHyuk / Chapter 2 of ? ] The New Life

Title : The New Life
Ratting : +16
Author : Wiedictator As Undeads (on Facebook)
@WieAnchovy (on twitter)
Cast : Lee Donghae, Lee Hyuk Jae, Lee Sungmin, Kim Heechul, Park Jung Soo, Cho Kyuhyun, Choi Siwon and others
Type : Chapter , YAOI FF
Note : ternyata aku tidak bisa membuatnya menjadi Two Shoot ==' maaf apabila kalian tidak menyukai FF bergendre seperti ini. karena imaginasi ku selalu bertentangan dengan otakku. entah sampai berapa Chapter FF ini nantinya, aku hanya membiarkan dia berimajinasi sesuai apa yang muncul. jadi maafkan saya apabila terasa monoton. Chap 2 ini, aku tulis dalam waktu 5 jam. HaeHyuk membuatku gila >,< mengikuti apa kata Xierang eonnie (lagi) >//////< tidak mengopas tanpa ijin. terima kasih. 



~Donghae's POV~

“TTOOKK TTOOKK!!”

Siapa ?? siapa yang tega sekali membangunkan istirahat panjang ku ? aish.. dengan malas berajalan kearah pintu. Memutar kenop pintu (lagi-lagi) dengan malas.

“anny… OMONA !!!”

Mataku yang sedari tadi hanya setengah terbukanya kini menajdi terbelalak sepenunhya. Suara jeritan siapa itu ?

Sontak aku kaget melihat seseorang berambut putih sedang menunduk dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

Myeolchi ? kenapa dia ? didepan kamarku dan .. menutup mukanya dengan tangan ? ouwh ayolah Lee Donghae, hanya bertanya ! jangan menyimpannya didalam otakmu.

“ada apa ? kenapa kau … “

Kalimatku terhenti ketika salah satu dari tangannya menunjuk kearah ku. Hah ? kearah ku ? aku mencoba mengikuti arah jari telunjuknya dan…. Shit ! aku tidak memakai kaos untuk saat ini.

Dengan secepat kilat aku kembali menutup pintu dan mencari sesuatu yang bisa menutupi tubuh sexy ku. Sexy ? tentu saja… saat dipesisir pantai aku sering shirtless dan membuat beberapa yeoja terpukau dengan sixpack ku ini. Sombong ? inilah Lee Donghae yang sebenarnya.

Kurang dari 5 menit aku kembali membuka pintu dan mendapati namja imut itu masih berdiri didepan pintu kamarku. Kali ini tidak menutup wajahnya dengan tangan. Hanya menundukkan wajahnya dan mengatuk-ngatukan kakinya di lantai. Demi kamar ini berubah jadi castile, manusia yang satu ini sungguh cute overload.

Mungkin dia menyadari kehadiran ku, dia mendongak menatapku. Matanya mengedip beberapa kali, dan sedetik kemudian senyum gusinya mengembang.

“kalau begini kan jadi enak dilihatnya”

Senyumnya semakin mengembang. Astaga, kalau dia bukan manusia aku pasti sudah memakannya right here and right now !

“ahh iya aku hampir lupa, ini.”

Dia mengulurkan kantong plastic kepada ku. Aku melihat kantong plastic itu, kemudian melihat kearahnya, bergantian.

“untuk ku ?”

Hanya mengangguk. Tapi percayalah, dia terlihat begitu lucu.

“ahjumma yang menyuruhku untuk memberikannya pada mu.”

Ahh… ahjumma ternyata. Aku kira ini adalah ucapan selamat datang darimu untukku. Oh my gosh Lee Donghae, siapa kamu sehingga namja yang kamu tahu bernama Myeolchi ini harus mengicapkan selamat datang pada mu ? berfikirlah rasional !

“ouwh.. gomawo.”

“aku tidak tahu kenapa ahjumma menyuruhku untuk mengantar makanan itu untukmu, karena dalam sejarah aku tinggal disini, ahjumma tergolong orang yang pelit.”

Suaranya terlihat berbisik di akhirnya, tentu saja, karena dia tidak ingin ada seseoarng yang mendengar, terutama…. Sich ahjumma itu.

“oh iya, aku belum tau siapa nama mu. Kenalkan, Lee Hyuk Jae imnida”

Dia membungkuk dan mengulurkan tangan setelahnya. Jadi, sich Myeolchi ini Lee Hyuk Jae ? dan akupun menerima uluran tangannya. Skinshipp pertama di pagi yang cerah ini.

“Donghae, Lee Donghae”

“nama yang bagus”

Apa kalian punya remote control ? aku ingin menekan tombol PAUSE sehingga matanya yang hilang dibalik senyum lebarnya yang sangat lucu itu bisa terus aku pandang setiap hari~ atau aku ambil potret dia yang seperti ini dengan kamera ponsel ku ? bagaimana memintanya ? eum,,  hyuk jae-sshi berhentilah seperti itu, karena aku akan mengambil gambar mu ? tidak itu terlalu kekanak-kanakan.

“Sebenarnya aku ingin mengobrol banyak denganmu Donghae-sshi..”

Iya,, aku juga ingin ngobrol banyak dengan mu..

“Tapi aku harus pergi.”

Ehhh~~ jangan pergi dulu..

“Lain kali kita ngobrol banyak ya ? annyeong !!!”

Ck~ kamu terlalu pengecut Lee Donghae. Lihat, karena kau memiliki hobby baru untuk memendam semua yang ingin kau ucapkan. Lee Hyuk Jae itu jadi pergi dari hadapan mu.

Baiklah, lupakan sejenak manusia lucu itu karena kau masih memiliki kesempatan untuk bertemu dengannya nanti. Ingat, kau tinggal satu atap dengannya.

~ oooOOOooo ~

“mau pergi Donghae-ya ?”

“ah ne, ahjumma.”

“hati-hati di jalan dan jangan lupa kenakan mantelmu. Belakangan suhu korea mulai dingin. Apa sebentar lagi musim dingin ?”

Kalau bukan dia adalah pemilik persewaan ini, aku pasti sudah kabur. Ahh~ aku lupa memperkenalkan pemilik persewaan ini ya ?

Dia wanita yang mungkin berumur antara 45 hingga 55 tahun. Aku tidak tahu dimana keluarganya karena sejauh yang aku lihat, dia sendiri. Dia memiliki rambut yang,, eum.. bisakah aku menyebutnya keriting ? curly hair lebih baik. Oh my Lee Donghae, itu memiliki arti yang sama. Ya, seperti itulah rambutnya. Keriting, hitam dan panjangnya sebahu, tapi cukup rapi. Dia…. Memiliki tubuh tambun, tapi tidak terlalu tambun,, yaa~~ postur tubuh ibu-ibu lah ya.

Sudah, aku hanya menghabiskan waktu disini sedangkan aku harus berkeliling kota Seoul untuk mencari kerja.

“aku sudah memakai mantel ahjumma. Terima kasih.” Jawabku

“baiklah, hati-hati dijalan Donghae-ya”

Hanya memasang senyum sebagai jawaban, terlihat tidak sopan mungkin, tapi ini aku memang di buru waktu.

Aku harus mencari kerja seperti apa ? menjadi pelayan di restaurant ? atau menjadi pegawai kantoran ? atau, pengantar Koran ? ahh tidak… itu membuat ku harus bangun tidur dipagi buta. Sepertinya bekerja di restaurant tidak begitu buruk. Tapikan aku lulusan Teknologi Informatika ? masa’ jadi pelayan ?

Hei, aku memang tinggal di pesisir pantai, tapi aku adalah sarjana yang lulus dengan nilai yang cukup memuaskan. Sepertinya, bekerja menjadi redaksi di salah satu majalah, bisa dicoba.

Ya, aku berdiri tepat sisebuah kantor majalah yang didepannya ditempeli kertas bertulisakan LOWONGAN PEKERJAAN. Membaca dengan seksama syarat-syarat apa saja yang mereka inginkan, dengan sangat serius hingga suara seseorang membuatku memalingkan pandanganku.

“kau mencari pekerjaan ?”

“oh,, ne.”

Dia memandangiku dari atas hingga ke bawah. Tanganya terlipat didadanya. Dia menyandarkan tubuhnya pada dinding kantor itu. Pakaiannya rapi. Rambutnya juga tertata sangat rapi. Dia memakai kemeja putih lengan panjang dipadu dengan celanan hitam dan sepatu resmi ala pekerja kantoran. Dan juga, jangan lewatnkan dasi hitam panjang yang melingkar di lehernya. Membutanya terlihat tampan dan seperti boss.

Sedangkan aku… aku hanya memakai kemeja kotak-kotak warna gelap yang aku tutupi dengan jaket ku. Memilih jeans sebagai bawahan dan sepasang sepatu sport. Aku memang tidak berpakaian resmi, karena hari ini aku hanya mencari lowongan pekerjaannya, belum menaruh lamaran.

“kita bicarakan didalam”

Ouwh, aku tidak sadar dibelakangnya ada pintu. Dia membukakan pintu untukku. Satu hal yang muncul dari otakku ketika memasuki ruangan ini.

LUAR BIASA

Dari luar sungguh terlihat kecil, tapi ternyata didalamnya sungguh seperti perusahaan besar yang berdiri di tengah kota dengan tingkatan lantainya hingga menjulang keatas langit. Okey aku terlalu berlebihan. Tapi sungguh, semua orang yang sedang bekerja disini, terlihat sibuk. Beberapa karyawan yang melihat kedatangan kami menunduk memberi salam.

“sebelah sini”

Dia merentangkan salah satu tangannya memberiku petunjuk untuk mengikutinya. Dia terlihat seperti pemimpin. Kami memasuki ruangan yang cukup besar dan, tidak juga kecil, dia duduk di balik meja dan mempersilahkanku duduk dihadapnnya.

“Perkenalkan, Park Jung Soo, pimpinan di perusahaan ini”

“Lee Donghae imnida” aku menjabat tangannya.

“kebetulan sekali perusahaan kami sedang mencari pegawai. Jadi, kau ingin melamar di perusahaan kami ?”

“aku baru membaca didepan, perusahaan anda mencari pegawai dibagian redaksi“

“iya, kami membutuhkannya dengan cepat. Jadi, apa anda berminat ?”

“Ne. tapi aku belum sempat membuat surat lamaran.”

“Bagaimana kalau kita mulai dengan interview.”

“ne ?”

“Seperti di tahun sebelumnya, perusahaan kami selalu kesulitan di akhir tahun untuk memenuhi pesanan pelanggan. Kebetulan, salah satu pegawai kami dari bagian redaksi meminta untuk pensiun karena usia yang sudah tidak bisa dibilang muda lagi.”

Aku menjelaskan dengan baik semua cerita latar belakang perusahaan ini, entah kenapa membuatku tertarik untuk bekerja disini. Mungkin, cara dia berbicara dan cara dia mengajak ku untuk berbicara sungguh penuh charisma, membuat aku hanya diam dan mendengarkan. Well,, aku memutuskan untuk bekerja disini.

~ oooOOOooo ~

“Semoga kita bisa bekerja sama dengan baik”

“Ne,, mohon bimbingannya.”

Kami berjabat tangan untuk kesekian kalinya. Dia orang yang ramah dan menyenangkan. Dan akhirnya aku mendapat pekerjaan. Mulai besok aku akan bekerja disini.

Berjalan dengan langkah ringan dan senyum yang tidak pernah lepas dari wajahku, sungguh hari yang indah. Baru bermalam satu hari di Seoul, aku sudah mendapatkan pekerjaan baru. Banyak orang bilang menacri kerja di kota metropolitan seperti Seoul ini sungguh susah, tapi itu tidak berlaku untuk ku. Lihatlah, Lee Donghae mendapatkan pekerjaan sehari setelah ia menginjakkan kaki di Seoul.

Ahhh~~ lapar, aku baru menyadari bahwa matahari sudah diatas kepala. Sudah siang rupanya. Waktunya mencari asupan gizi untuk tubuhku.

Eh~ Kedai Strawberry ? melihat tulisan dan gambar strawberry yang terpampang di papan itu meningatkan aku pada namja lucu itu. Lee Hyuk Jae.

Bagaimana jika aku membeli beberapa kue strawberry dan memberikannya pada Hyuk Jae ? apa tidak terlihat seperti merayu ? ahh bilang saja ini sebagai hadiah dari ku karena aku sudah mendapatkan pekerjaan. Sound good.

Bunyi lonceng begitu aku mebuka pintu kedai itu, bau strawberry tercium kuat, jadi semakin membuat ku ingat kepada Lee Hyuk Jae. Memutuskan untuk mengambil duduk disalah satu meja dekat dengan kaca, untuk menikmati pemandangan kota seoul yang ramai disiang hari. Membaca menu yang tersedia dan .. hell,, semua penuh dengan strawberry.

“Selamat datang ada yang bisa saya bantu?” ucap salah satu pelayan yang berdiri di samping meja ku.

Apa yang harus aku beli ? eum.. atau aku meminta saran pada pelayan saja, menu apa yang terenak disini ?

“eum.. bisa kau memeberi kusaran untuk …” Ucapanku terpotong sesaat setelah aku menatap pelayan itu.

Apa dewi fortuna begitu berpihak padaku hari ini ? seseorang yang baru saja aku pikirkan berdiri didepanku. Dengan membawa note kecil dan pena di tangannya.

“Omona~~ Donghae-sshi ?”

Ahh suaranya begitu terdengar merdu ditelingaku.

“Hyuk Jae-sshi ? kau… bekerja disini ?” Aku mengamatinya lagi.

“Ne. aku menjadi pelayan disini”

Tidak menyangka aku bertemu dengannya disini. Well, Lee Donghae.. kesempatan mu untuk mengenal Lee Hyuk Jae lebih dekat.

~ oooOOOooo ~

Sekarang, manusia lucu ini duduk dihadapanku. Mungkin terlihat aneh karena dia pelayan disini, tetapi dia malah duduk dihadapan ku bukan bekerja.

Sesaat setelah dia mengantarkan menu yang aku pesan, aku memintanya untuk menemaniku. Dengan alasan teman mengobrol. Awalnya dia berfikir terlebih dahulu, kemudian mengangguk tanda setuju dan berkata bahwa sekarang sudah waktunya jam makan siang. Jadi dia bisa menemaniku sekarang.

“Kau bukan orang Seoul ya ?”

“Bukan. Bagaimana kau bisa tahu ?”

“hehehehehee~~ hari pertama diaman kita bertemu, aku melihat tas besarmu. Jadi aku rasa kau pendatang disini”

Ahhh~~~ senyum dan tawa ini selalu ingin aku lihat dan aku dengar. Perlukah aku untuk merekam suara tawanya di ponsel ku ? kalau perlu aku jadikan nada dering untuk ponselku.

“Jadi… sebelumnya kau tinggal dimana ?”

“Aku datang dari Mokpo”

Matanya melebar.. gerakannya terhenti. Mulutnya membentuk huruf “O”. kenapa sekaget itu.

“Mokpo pesisir pantai itu ?” aku hanya mengangguk menjawab pertanyaannya.

Demi kedai strawberry ini berubah menjadi lautan strawberry, dia memiliki keimutan yang melebihi batas manusia biasanaya.

“sudah lama aku ingin pergi kesana, kata temanku pantainya sungguh indah”

Tentu pantai di Mokpo sangat indah. Tapi 2 hari belakangan ini aku merasa pantai Mokpo tidak lagi indah. Karena kau jauh lebih indah dari pantai itu.

“eh bagaimana Seoul dimata mu ? indah bukan ?”

“euumm,, entahlah… aku belum tau.”

“lhoo kenapa ?” kali ini dia menautkan kedua alisanya. Ck~ banyak ekspresi imut dari wajahnya.

“Aku belum sempat menjelajahi Seoul. Sehari setelah sampai dan menemukan penginapan, aku tidur seharian. Dan sekarang, aku mencari pekerjaan. Tapi aku sudah menemukannya.

“huwaaa~~ selamat Donghae-sshi atas pekerjaan barumu.”

Hei~ berapa umur namja dihadapanku ini ? dia menepuk tangan dengan senyum gusi mengembang di wajahnya. Aku rela seharian dikedai ini hanya untuk melihantya tersenyum seperti ini.

“Ahh! Kau belum sempat berkeliling Seoul bukan ?”

“Ne.. wae ?”

Dia menyondongkan tubuhnya kearah ku. Dan aku memaki-maki meja dihadapanku yang memisahkan jarak diantara kami. Kalau tidak ada meja ini, kami pasti sudah skinshipp.

“bagaimana kalau aku menjadi guide mu untuk berkeliling Seoul ?”

Mimpi apa aku semalam ? dia, namja yang benar-benar mampu menimbulkan berjuta pertanyaan di otakku, meminta untuk menjadi Guide dan berkeliling Seoul. Berdua . hanya berdua. Aku dan dia !

“Tapi, Hyuk Jae-sshi… kau sedang bekerja.”

Dia kembali duduk diposisi semua, menyendokkan satu sendok penuh ice cream strawberry yang dia pesan.

“itu masalah gampang. Pemilik kedai ini adalah keluarga ku”

APA ?? Jadi dia anak orang kaya ? pemilik kedai strawberry ini. Lalu kenapa dia menyewa rumah kalau pemilik kedai ini adalah keluarganya. Atau jangan-jangan, rumah tempat diamana aku tinggal itu, rumahnya ?

“kalau kau berfikiran kenapa aku menyewa kamar disana sedangkan keluarga ku pemiliki kedai ini, itu karena aku ini aku hanya ingin hidup mandiri.”

“ouwh~~”

“bagaimana ? aku tidak akan menawarkannya lagi setelah ini !”

“Baiklah.”

Tindak mungkin aku menolak ajakannya bukan ? ini kesepatan emas untuk mengenalnya lebih dekat. Emm,, setidaknya seharian ini aku akan bersamanya. Aku berjanji Tuhan aku akan berdoa disetiap harinya karena Kau sudah mempertemukan aku dengan dia. Lee Hyuk Jae.

Dia berdiri dari duduknya berjalan menjauh kedalam. Kemudian kembali dengan mengenakan mantel. Senyum cerahnya mengembang disetiap langkahnya.

“Kita berangkat sekarang !!” ucapnya riang dan menarik tangan ku keluar dari kedai.

Perasaan apa ini ? kenapa jantungku seolah bekerja lebih keras dari biasanya ?

Tangannya mengantarkan kehangatan di tengah kota Seoul yang mulai dingin. Ini bukan pertama kalinya kita bersentuhan antara tangan dengan tangan. Tapi kenapa hari ini terasa berbeda ? darahku mengalir cepat menelusuri tiap nadi di tubuhku. Dan … ada sesuatu yang aneh di perutku. Seperti ada sesuatu yang terbang disana. Perasaan apa ini ?

Aku melihat tangannya yang menggenggam tangan ku… lalu memandang kearahnya yang berjalan sedikit didepanku. Dia memandang kedepan, otomatis hanya bagian belakang kepalanya yang terlihat oleh ku.

Entah dia merasa karena aku terus memandanginya atau apa, dia memutar arah pandangnya dan melihat tepat di mataku. Senyumnya terlihat bahagia di wajahnya. Dadaku semakin sesak. Tanpa terasa aku menahan nafas. Jantungku, kalau saja di dadaku tidak ada tulang yang melinduginya, aku yakin jantungku akan melompat dari tempatnya sekarang juga.

Perasaan apa ini ? kenapa manusia ini membuatku menjadi orang lain ? Tuhan, apa kau menurukan dia ke bumi ini untuk menuntun ke hidupku yang lebih baik ? Dia…. Memiliki suatu atmosfer berbeda yang memasuki kehidupanku.

~ ToBeCont ~
~ oooOOOooo ~

bagaimana ? monoton bukan ? aku menerima keritik dan saran... tentang bahasa yang aku pergunakan , jalan ceita atau apapun yang anda ingin katakan kepada ku. semoga tidak mengecewakan . aku berencana mengupdate Fic ini satu hari satu chapter, mengikui apa yang senior ku lakukan di AsianFanfiction.com ^^ semoga saja bisa. terimakasih sudah membaca *deep bow*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar