Tittle : Give me much time.
Genre : YAOI
Type : ??
Cast : Lee Teuk and Hee Chul (main cast), and other Super Junior Member
Rating : +17
Author : http://www.facebook.com/profile.php?id=100001071307955
Note : sorry for the typo~
~In the midle of the night, Seoul, Korea. Super Junior's Dorm 11th, Balkon, Leeteuk POV~
"Hyung"
Suara serak itu mengagetkan ku yang sedang terdiam memandangi pemandangan malam kota seoul di balkon dorm tempat aku tinggal, bersama dongsaeng2 ku. Aku memutar arah pandangku, ku dapati sosok namja yang sedikit lebih tinggi dari ku sedang berdiri tidak jauh dari tempat aku berdiri. Wajahnya tampak lelah, tatapannya sayu, tapi semua itu tak mampu menghilangkan paras sempurna dari namja itu, walau ada sedikit bekas luka di bagian bawah mata kirinya.
“Heechul-ah, wae gurae ?” tanya ku lembut.
Dia tidak menjawab, perlahan dia berjalan ke arah ku, semakin dekat, hingga aku baru menyadari bahwa pelupuk matanya menahan air mata yang sudah siap terjun membasahi pipi mulusnya. Dia berjalan terus mendekat kearah ku, hingga akhirya dia memelukku, hangat.
Reflek tubuhku membalas pelukannya, tangan kiri ku mengusap kepala bagian belakangnya sedangkan tangan kanan ku mengelus-ngelus punggungnya, dengan lembut.
“Heechul-ah, waeyo ?” lagi dia tidak menjawab pertanyaan ku, tubuhnya lambat laun bergetar dipelukkan ku, dan lambat laun juga aku mulai mendengar isaknnya.
“Heechul-ah jebal, marebwa !” aku semakin mengeratkan pelukkan ku.
“Hyu… hyuung..” hanya itu yang keluar dari mulutnya, semakin aku bertanya semakin hilag suaranya, semakin tenggelam oleh isakannya.
“Baiklah, aku akan menunggumu.” Dan tangisnya pun pecah di pelukkan ku.
~Seoul, Korea. Super Junior's Dorm 11th floor, Kitchen, Leeteuk POV~
Heechul terduduk diam di salah satu kursi meja makan. Tubuhnya sudah tidak bergetar seperti sebelumnya, hanya beberapa isakan. Aku meletakkan segelas airputih dihadapannya dan aku mengambil duduk di sebelahnya, tangan kiri ku meraih bahunya. Banyak kata yang sudah di produksi oleh otak ku, bersiap melemparkan pertanyaan untuk heechul, tapi kata-kata tersebut entah kenapa jadi sulit untuk di katakan.
Mataku masih fokus memandang wajahnya, wajah sendunya. Kadang aku merasa terganggu dengan wajah nakal dan cerianya, tapi untuk saat ini, dan malam ini, aku sangat merindukan ekspresi wajah itu. Setidaknya, bukan wajah sayu seperti ini.
“Heechul-ah” aku memanggilnya, untuk kesekian kalinya, dan dengan suara pelan, bahkan hampir berbisik.
“kalau kau seperti ini, apa yang bisa aku lakukan untuk mu?”
Dia yang tadinya hanya memandangi gelas yang ada di hadapannya, walau aku tidak yakin apa benar ia memandangi gelas itu, atau pandangannya menerawang jauh entah kemana. Kini ia menggerakkan kepalanya, menatap ke arah ku. Akhirnya.
“Hankyung..” ucapnya yang tidak kalah pelan dengan suara ku sebelumnya.
Aigoo~ demi apa heechul memanggilku hankyung ? apa dari tadi ia … ? aish… aku jadi meragukan kesadarannya, apa sedari tadi, di balkon, dia mengira ku hankyung ?
“Kenapa hankyung seperti itu hyung ?” dan pertanyaan ku pun terjawab, dia masih mengenali ku.
“kenapa dia tega berbicara seprti itu hyung ?”
“Heechul-ahh, ceritakan sebelumnya, sebelum kau menghujani ku dengan semua pertanyaan mu !” pinta ku lembut.
“Hankyung, dia bilang, dia tau apa yang terjadi dengan ku ketika ss3 shanghai, di bilang dia khawatir dengan ku, dan dia bilang juga, dia sudah menghubungi kita… “ ceritanya tertahan karena air mata sudah menetes indah di pipinya, pelupuk matanya sudah tak kuasa menahan air mata itu, yang aku yakini itu air mata kekecewaan, juga air mata rindu.
“tap.. tapi.. kenapa dia.. “
“Heechul-ah..” aku mengarahkannya mendekat ke dadaku, mencoba menenangkannya.
“tapi kenapa,, kenapa dia bilang kita mengabaikan panggilannya ? kita tidak kan hyung ?”
Penjelasanya membuatku kaget, apakah terlalu tidak ada waktu kah aku sehingga tidak sempat mendengar berita penting ini.
“Heechul-ahh, siapa yang bilang seperti itu ? Hankyung tidak mungkin berkata seperti itu, Hankyung..”
“aku membacanya di surat kabar hyung, mereka menanyakan tentang insiden di shanghai itu, insiden pelemparan itu, hankyung bilang.. kita tidak menjawab telponnya,, kau tahu sendiri kan hyung, aku menjawab telponya, bahkan di dering pertama iPhone ku. kenapa…”
Aku memeluknya, membenamkan dia di dadaku, erat.
“kenapa hyung, kenapa dia begini ?”
“Heechul-ahh, kadang ada suatu hukum yang tidak tertulis ketika kita dihadapan kamera. Suatu hukum yang melarang kita untuk berkata yang sebenarnya, walau kita tahu itu akan melukai siapapun yang bersangkutan. Dan mungkin, hankyung sedang melakukan itu sekarang.”
Aku merasa tangisnya sudah mulai reda,, dan akupun melepaskan pelukkan ku, menelangkupkan kedua telapak tangan ku di kepalanya.
“Aku tahu kau kecewa, dan aku yakin juga ELF akan kecewa, tapi kita harus percaya pada hankyung, bahwa ada alasan penting yang mendasari kenapa dia mengeluarkan pernyataan seperti itu.”
Heechul menatap kedua mata ku dalam, didalam matanya, aku dapat membaca kekhawatiran, kekecewaan, dan juga kepercayaan.
“jadi ?” tanya heechul, matanya mengerjap-ngerjap indah. Aigoo~ sejak kapan heechul ku ini jadi sedikit lamban dalam berfikir?
“jadi,, mungkin hankyung mempunyai alasan tersendiri untuk tidak berkata yang sebenarnya kepada media, atau siapapun. Aku yakin dalam waktu dekat ini dia pasti akan menjelaskan semuanya, kepada kita.”
Kali ini aku bisa melihat senyumnya, senyum yang mendadak malam ini sangat ku rindukan. Dia mengangguk, dan mulai memeluk ku lagi.
“gomawo hyung, jeongmal gomawo”
“Ne” dan aku membalas pelukannya.
“Sekarang naiklah, pergilah tidur, ini sudah larut.”
“kau hyung ?” dia melepas pelukannya. Bukannya segera melaksanakan pinta ku, dia malah bertanya.
“aku menunggu Shindong, kau tahu sendiri kan aku tidak akan bisa tidur sebelum semua member masuk ke kamarnya.”
“aish… kadang, kau perlu mementingkan dirimu sendiri hyung. Lihat, muka mu tampak lelah !”
“sudahlah, masuklah ! shindong tidak lama lagi akan datang, kajja !” suruh ku. Dia memandangku lekat-lekat, seolah meragukan keputusan ku.
“gwenchana heechul-ahh” jelas ku padanya.
Heechul pun mulai beranjak pergi, sesekali dia menengok ke arah ku, hampir saja ia berjalan kembali tapi itu urung ia lakukan ketika aku melotot ke arahnya. Dan sosok tubuh jangkungnya pun menghilang di balik pintu.
“Fiuuuuhhh~~” aku menghembuskan hafas panjang.
Entah sejak kapan perasaan ini muncul, aku semakin ingin melindungi heechul lebih dari aku melindungi dongsaeng ku yang lainnya. Aku ingin melindunginya bukan sebagai Super Junior Heechul, tetapi sebagai seorang KIM HEECHUL.
Belakangan, aku benci melihat heechul yang lebih memilih bermain dengan heebum atau baengshin dari pada dengan ku, aku benci melihat heechul tertawa lepas dengan chocobalnya dari pada tertawa dengan ku, aku benci melihatnya lebih perhatian ke donghae atau jessica dari pada perhatian dengan ku. Tapi itu semua tidak mungkin aku katakan padanya. Ada orang yang lebih tepat berkata seperti itu ke heechul. Seseorang yang tidak pernah bisa heechul hapus dari hidupnya, walau ia sudah tidak di samping heechul lagi, tapi ia terus mengamati heechul dari jauh, dari negeri seberang.
Klek !!
Suara pintu membuyarkan semua fantasi ku.
“Shindong-ahh, kau sudah pulang ?”
“ah ! ne. hyung kau mengagetkan ku. Hehehe~ kau belum tidur ?”
“aku menunggu mu, mandilah dan cepat tidur.”
“Ne.” Shindong pun berjalan masuk ke kamarnya, begitu juga dengan ku. Ouch.. betapa capeknya hari ini.
~In The Morning, Seoul, Korea, Super Junior’s Dorm 12th floor, Heechul’s room, Heechul POV~
“Hoooaaaammm”
Aku meregangkan otot-otot tubuh ku. sial, ngantug sekali pagi ini. Aku mengambil iPhone ku di atas meja kecil di samping tempat tidurku. Jam 6. Apakah ini terlalu pagi untuk bangun ? eh … jam 6 ? tumben aku tidak mendengar suara cempreng dari leeteuk hyung ? biasanya suara itu yang selalu mengganggu ketenangan ku di pagi buta. Kemana dia ?
“Tok Tok Tok”
Ah, itu pasti leeteuk hyung ! ^ ^
“Hyung, apakah kau sudah bangun ?” tanya suara du balik pintu, yang ternyata adalah suara ryeowook. Kenapa bukan leeteuk hyung ? (~, ~’)
“hyung bangun !”
“ah iya, aku sudah bangun.”
“turunlah, aku akan menyiapkan sarapan”
“ne”
Aish, kemana namja itu ? tumben hari ini dia jadi malas. Aigoo~
Ehh… ada apa dengan ku ? aku kecewa karena leeteuk hyung tidak menjadi orang pertama yang membangunkan ku ? sejak kapan ? sepertinya pikiranku sudah negalntur kesana kemari. Lebih baik aku refreshing dulu ah~ ke dunia kedua ku~ Twitter !! ^ ^ hohoho~
Dengan terampil jari-jari panjang dan lentikku menyentuh layar iPhone ku, dan membawaku dengan segera log-in ke @Heedictator on twitter.
“Huaaa~ ELF, Undeads dan Petals, aku menyayangi kalian semua !!!”
Tidak ku sangka, hiatus dari twitter beberapa hari, bukannya membuat followers berkurang, ini kenapa sudah berkepala 4. Sudah 400.00 lebih followers ku~ hehehhee~ aku sungguh SpaceBigStar Kim Hee Chul !!
Lihat yang sedang di bicarakan ELF ah~~
“eh,, mereka lagi ngomongin twitterannya leeteuk hyung, waeyo ?” tanya ku pada diri sendiri. Aku pun segera memutuskan untuk masuk ke home twitter milik leeteuk hyung.
“@special1004 Pintu selalu terbuka, selalu ada kursi kosong tersisa untuk anda.”
Aigoo~ apa yang dipikirkannya~
“@special1004 Ini akan menyenangkan jika anda mengatakan yang sebenarnya.. kami tidak pernah melepaskan tangan anda. Saya tidak ingin menjadi sedih karena kebohongan lagi. Kami adalah Super Junior ! namun, saya berharap anda mendapat kebahagiaan.”
“Em.. anda ? nugu ? siapa yang dia bicarakan ?” tanyaku pada diriku sendiri, atau pada layar iPhone ku ?
Aku memandang ke deretan kata yang menuliskan catatan waktu dari penulisan tweet ini. 5 hours ago. Aigoo~ seperti nya sekarang dia sedang bermalas malasan. Ah, kira-kira, apa tanggapan ELF ya, tentang tweet leeteuk hyung ? hehehe~
Akupun segera mencari tahu, ah,, hari ini aku sungguh penuh dengan rasa keingin tahuan yang amat sangat tinggi.. apakah salah ?? sepertinya tidak. Heehhe~
Betapa kagetnya aku ketika membaca sebuah berita dari situs web,, yang sepertinya sering di kunjungi oleh kpop lovers,, dilihat dari banyaknya jumlah kpopers yang meRetweet info dari web itu. Dan yang membuat ku semakin ingin tahu adalah judul dari info itu..
“Tanggapan Super Junior Leeteuk terhadap Pernyataan Hankyung”
Dan betapa kagetnya aku ketika membaca artikel itu. Jadi twitter leeteuk hyung,, untuk hankyung ?? aku kembali membaca twitteran dari leeteuk hyung :
“Ini akan menyenangkan jika anda mengatakan yang sebenarnya..”
“Saya tidak ingin menjadi sedih karena kebohongan lagi.”
Aku menutup mukaku dengan kedua tangan ku~
“Kau bodoh hyung ! kau kira aku tidak tahu betapa rapuhnya diri mu ? kau selalu berdiri tegak di depan ku, tapi kenapa kau memendam ini sendiri ?” racau ku sendiri.
“kau bodoh hyung… kau sungguh bodoh… kenapa kau membiarkan semua orang tahu kekhawatiran mu ?”
Aku dikagetkan oleh dering iPhone ku, aku pandang layar iPhone ku dan betapa kagetnya aku ketika mendapati siapa yang membuat iPhone ku berbunyi.
“In coming call : Hankyung”
Dengan sekali sentuhan, aku langsung terhubung dengannya.
“Yobeseo.. hankyungie..”
~TBC~
.: di sini author gak mau bnyak cincong, masih ada next part nya, ^ ^ author mau khotbah di part selanjutnya aja. hehehehee~ don't forget for leave a comment ya ? ^ ^ :.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar