Title : The New Life
Ratting : +16
Author : Wiedictator As Undeads (on Facebook)
@WieAnchovy (on twitter)
Cast : Lee Donghae, Lee Hyuk Jae, Kim Heechul, Lee Sungmin, Park Jung Soo and others
Type : Chapter ,YAOI FF
First Note : Saya kembali *deep bow* apakah
masih ada yang mau membaca FF ini ? baiklah, setelah …. Tidak mengupdate
fic ini karena UAS,, kali ini saya memiliki 3 hari libur, dan kembali
melanjutkan FF ini. Lupa dengan cerita sebelumnya ? silahkan buka lagi
yang chap 5 ^^ kkkk~ Tidak ada tangis dan tidak ada ketegangan di
chapter ini, saya ingin menulis sesuatu yang manis, dan menggambarkan
keimutan dari Lee Hyuk Jae. Kalian melihat red carpert GDA ? Hyukkei
looks so beautiful with that hat ^^ well,, selamat membaca dan tidak
mengopas tanpa ijin ^^
~oooOOOooo~
~Hyuk Jae’s Point of View~
Hanya aku .. dan Donghae … berdua didalam kamar ku. Kemana semua penghuni lantai ini ?
“Hyukkie …”
DEG !!
Eung, aku kenapa ?? kenapa jantung ku berdebar kencang … kenapa aku
merasa panas dan ? dan ini… kenapa ada sesuatu yang terbang di perut ku ?
“Hyukkie, kau baik-baik saja ?”
Hah ? Donghae … ?
“Ne.. gwenchana…”
Donghae terlihat menautkan alisnya, memperhatikan wajahku. Ommo~
apakah ada yang salah dengan wajah ku ? pasti ada yang salah. Aku baru
bangun tidur bukan ? dan itu pasti terlihat buruk.
“Tapi muka mu memerah Hyukkie. Kau sungguh baik-baik saja ?”
Dengan cepat aku menepis tangnanya yang akan menyentuh dahi ku, aku rasa ia ingin mengecheck suhu badan ku.
Iya Hae,, sepertinya aku sakit. Hanya saja, tidak tahu kenapa debaran
jantung ini semakin kuat ketika kau menjulurkan tangan mu untuk
menyentuh ku. Andai aku tidak menepisnya, pasti jantung ku akan keluar
RIGHT HERE AND RIGHT NOW!
“Suu.. sungguh.. a-aku baik-baik saja”
“apa kau lapar Hyukkie ?”
Lapar ? ah iya lapar… perut ku terasa aneh sekarang. Seperti ada sesuatu yang menggelitik disana. Aku rasa, aku memang lapar.
“Ne.. aku lapar.”
Donghae berdiri dari duduknya, kemudian mengelus rambutku dengan
lembut. Hei, kau pembawa penyakit Hae~ jantung ku selalu berdetak
kencang dan aku merasa suhu tubuhku naik ketika kau menyentuhku. Dan
juga, ada sesuatu yang terbang diperutku.
“Tunggu disini, akan aku ambilkan sesuatu yang bisa kau makan.”
Ouwh Tuhan. Apa yang terjadi padaku ? kenapa manusia itu tiba-tiba
menjadi begitu tampan ? ah tidak, lebih tepatnya sungguh begitu tampan.
“Hei, kau kenapa ?”
“Ohh~ Heechul hyung !!”
“Ck~ kau merindukan ku ? kenapa girang sekali.”
BUKK!!
Satu bantal mendarat indah di wajah cantiknya. Siapa juga yang merindukan dia ?
“Jangan PD.”
Heechul hyung pun masuk kekamarku dan mengambil duduk di tempat duduk yang sebelumnya diduduki Donghae.
“Kau sakit ?”
Aku mengangguk. Iya hyung.. aku sakit, tapi sayangnya aku tidak tahu
penyakit apa ini ? apa ini yang disebut Komplikasi penyakit ?
“Sakit apa ?”
“Mollayo~”
Eh ? ini aneh bukan ? sekarang heechul hyung meletakkan punggung
tangannya untuk mengecek suhu badan ku, tapi kenapa tidak ada rasa aneh
itu ? debaran jantung, panas, dan sesuatu yang terbang diperutku tidak
kambuh ?
“Kau tidak demam.”
Sungguh ? tapi aku merasa panas beberapa menit yang lalu !
“Hei, kenapa matamu melotot ?”
“a-aku.. sungguh tidak demam ?”
“Iya. Kenapa ? kau ingin sakit ?”
“Ani… hanya saja. Tadi aku merasa panas… tapi kenapa hyung bilang tidak demam ?”
“kau merasa panas ? kapan ?”
Eum.. aku berfikir. Kapan aku merasa panas … ? ahh~
“barusan saja, ketika donghae disini.”
“Hah ?”
Dan akupun menceritakan semua yang aku rasakan dan berkata kepadanya
bahwa aku tidak ingin mati muda karena rasa sakit yang aku rasakan
beberapa menit yang lalu. Hei tunggu… kenapa aku harus menceritakan
semuanya kepada Heechul hyung ? he’s not Doctor for God shake, he’s a
designer. Penyakit ku tidak akan sembuh. Lee Hyuk Jae babo !
Eh- apa itu ? kenapa smirk itu terukir di bibirnya ? firasatku mengatakan ini buruk.
“Ke-kenapa hyung ?”
Gosh.. smirk itu semakin menjadi-jadi.
“Cinta.”
WHAT ? mataku melebar dan nafasku tertahan. apa hubungannya coba ? sepertinya bukan aku yang sakit, tapi Heechul hyung.
“apa hubungannya hyung ? aku sedang membicarakan penyakit. Kenapa hyung tiba-tiba menyatakan cinta kepada ku ?”
Bunyi gedebuk keras menghantam kepala ku. Iya, Kim Heechul ini
berhasil mendaratkan 1 pukulan kekepalaku dengan bantal yang tadi sempat
mendarat di wajahnya yang mulus bak porselen.
“Siapa juga yang menyatakan cinta kepamu ? dasar Myeolchi babo !”
“Lalu kenapa ? tidak ada angin tidak ada hujan. Kenapa hyung bilang CINTA kepada ku ?”
“Dengar myeolchi… ketika kau merasa jantungmu berdebar keras dan dan
tubuhmu terutama dibagian wajah terasa mamanas, itu bukanlah gejala
penyakit yang mematikan…”
Syukurlah kalau itu bukan penyakit yang mematikan. Aku masih bisa bertemu dengan strawberry di waktu yang cukup lama kedepannya.
“Itu adalah cinta.”
“Cinta ?”
CINTA itu maksudnya SUKA kan ? saling menyayangi kan ? seperti
Sungmin Hyung dan Kyuhyun ? jelas aku tidak akan mencontoh Heechul hyung
dan Jung Soo hyung. mereka itu manisnya musiman. Maksudnya, Heechul
hyung dan Jung Soo hyung itu lebih sering beradu mulut ketimbang
beromantis ria. Bukan berarti Heechul hyung tidak mencintai Jung Soo
hyung, hanya saja… mungkin itulah cara Heechul hyung menunjukan rasa
cintanya.
Apa benar aku mencintai Donghae ?
“Rasa ini, tidak bisa kau hindari atau kau tolak. Semakin kau
menghindar, semakin jatuh pula kau kedalam permainanya. Serahkan semua
kepada waktu, biar waktu yang menjawab. Jika memang mengijinkan,
selamanya akan bersama. Jika tidak, semua akan berakhir.”
Jadi, aku harus jatuh cinta dengan Donghae ?
“Dan biarkan hatimu yang menjawab. Apa benar semua ini adalah cinta ?
karena cinta tidak bisa dicari dengan logika. Tetapi dengan perasaan,
hati.”
Cinta di cari dengan hati ? perasaan ?
“Apa aku mengganggu ?”
Kutarik bola mataku kearah pintu, mendapati sosok Donghae dengan baki ditangannya. Apa aku jatuh cinta dengannya ?
“Oh donghae-ahh, masuklah, kau sama sekali tidak menganggu.” Ucap Heechul hyung memperislahkan Donghae untuk duduk di tempatnya.
“Baiklah, ada Donghae disini dan aku tidak akan mengganggu acara
makan mu Myeolchi. Aku pergi dulu. Donghae-ahh, jaga myeolchi neh ?”
“Ne hyung”
“Myeolchi jangan nakal.”
“Hyung !!! aku bukan anak kecil !”
“hahahhahahahaaa~~~”
Dan tawa itu pun hilang dibalik pintu berwarna merah menyala itu.
Kembali, pikiran ku kembali memutar semua kalimat Heechul hyung. aku mencintai Donghae ? Lee Donghae di hadapan ku ini ?
~oooOOOooo~
~Donghae’s Point of View~
~2 mounth later~
Apa yang harus aku beli ? baju ? tidak, dia bukan anak kecil yang
membutuhkan baju. Sepatu ? tapi dia baru membeli sepatu minggu lalu.
Boneka ? OH LEE DONGHAE~~ kau bukan akan memberi hadiah untuk anak-anak
usia 5 tahun, untuk apa kau memberinya boneka ?
Saat ini, di sore hari kota Seoul yang mulai hangat, aku sedang
memikirkan sesuatu yang harus kuberi untuk seseorang. Lee Hyuk Jae.
Aku harus berterima kasih kepada Heechul hyung dan Sungmin hyung yang
sudah memberi tahuku tentang ulang tahun Hyukkie. Dan menurut sejarah
yang Heechul hyung dan Sungmin hyung certakan selama mengenal Hyukkie,
Hyukkie kerap sekali lupa dengan tanggal lahirnya. Ck~ such a cutie boy.
Biaklah, apa yang harus aku beli ? emmm… apa sesuatu yang berbau
strawberry ? aku tahu dia menyukai strawberry, tapi sepertinya tidak
terlalu begitu special lagi, mengingat dia sering bertemu dengan
strawberry bukan ? orang tuanya kan pemilik kedai strawberry.
Bbbzzzzzzz~~
Haish,, ini handphone kenapa mengganggu..
Oh ? SMS ?
Aku kaget bukan karena ini adalah sms pertama yang aku terima di hari
ini, tapi ini sms dari Hyukkie. Kenapa kaget ? karena Hyukkie bukan
type orang yang suka berkomunikasi lewat SMS, Hyukkie rasa itu terlalu
membutuhkan waktu yang lama.
From : Hyukkie
Text : Hae~ apa kau sudah pulang ?
~~~~~~
To : Hyukkie
Text : dalam perjalanan hyukkie.
Apa kau ingin aku membawakan sesuatu untuk mu ?
~~~~~~
From : Hyukkie
Text : Aniyo. aku akan pulang terlambat. Sora noona menghukumku T_T dan memberiku lembur :’(
~~~~~~
Lembur ? jadi dia dikedai sekarang ? biaklah, kado bisa dipikirkan
besok. Sekarang, waktunya ketempat yang Hyukkie sebut itu sebagai
dunianya, Kedai Strawberry.
~oooOOOooo~
Suara lonceng terdengar begitu pintu kedai itu kubuka. Menyapukan
pandanganku disetiap sudut ruangan untuk mencari sosok namja berambut
blonde.
Itu dia ! duduk memangku dagunya disalah satu bangku. Jemarinya
memainkan handphone ditangannya, pandangannya kosong dan dia
menggembungkan pipinya. Imut. Apa ini yang dia sebut lembur ?
“Apa semua pegawai disini bekerja untuk bermalas-malasan ?”
Dia tesentak, dengan cepat mengalihkan arah pandangnya kearah ku. Ya, aku yang baru saja menegurnya.
“Oh Hae~ kau mengagetkan ku”
Kekekeke~ respon yang lucu. Hanya ingin membuatku menelannya habis right here and right now.
“Kenapa kau disini ?”
“Aku mengunjungi mu Hyukkie. Kenapa ? kau tidak suka ?”
Dia menggeleng dengan cepat. Jadi, dia menginginkan aku ada disini ?
“Jadi, kau menginginkan aku ada disini ?”
Gotcha !! aku suka rona merah yang sekarang semburat bebas di pipi
Hyukkie. Menghiasi kulit wajahnya yang putih dan senada dengan warna
rambutnya. Kekekke~ kyeopta
Dan sepertinya aku memiliki hobby baru sekarang … menggoda Hyukkie
dan membuat muka kecilnya itu dihiasi dengan rona pink dipipinya
“Si-siapa yang bilang ?”
Sebenarnya amat sangat menyenangkan untuk menggoda Hyukkie, tetapi seseorang datang menginterupsi.
“Aku menghukummu untuk bekerja, bukan bermalas-malas.. eh ?”
Kalimatnya terpotong begitu yeoja itu menatapku. Ya, seseorang yang
mengurungkan niatku untuk lebih menggoda Hyukkie adalah seorang yeoja,
yang memiliki kulit putih pucat yang sama seperti Hyukkie, siapa dia ?
jangan bilang dia kekasih Hyukkie !
“ahh Noona, kenalkan, dia teman ku, Donghae. Donghae, dia noona ku, Sora noona.”
Oh, dia noona Hyukkie rupanya.
“Lee Donghae imnida” ucapku memperkenalkan diri setelah membungkuk member hormat.
Tunggu, aku menangkap alis Sora noona bertautan ? dia tidak
menatapku, juga tidak menatap Hyukkie, seolah sedang mengingat sesuatu.
“Hae.. ?”
Mata ku melebar … oh Tuhan, ini pertama kalinya aku bertemu dengan
Sora noona tetapi noona sudah memanggilku dengan nama kecil itu ?
“ssssttt noona,, tidak sopan kau memanggilnya begitu, kalian baru kenal”
Suara Hyukkie terlihat berbisik ke noonanya tapi cukup bisa di dengar
olehku. Ya benar, sedikit aneh jika di awal pertemuan sesorang
memanggil mu dengan nama kecilmu, Hyukkie saja butuh waktu 3 bulan untuk
memanggilku dengan “Hae”.
“bukan,, aku hanya merasa .. emm tidak asing dengan nama itu..”
Eh ? dia pernah mendengar nama ku sebelumnya ? stupid handsome boy
Lee Donghae. Tentu saja dia pernah mendengar nama “Hae”, di Korea ini
bukan hanya dirimu yang memiliki nama itu, idiot.
“Ahh.. aku ingat.”
Ini hanya perasaan ku saja atau ini memang nyata ? aku melihat Sora
noona memandangku dari atas hingga kebawah, lengkap dengan smirk yang
tergambar jelas di wajah cantiknya. Apa ? apa yang salah dengan diriku ?
“Apakah Hae yang ini …. Yang selalu keluar dari bibirmu ketika kau melamun di siang hari, Eunhyukkie ??”
Lagi~ rona merah itu kembali muncul di wajah Hyukkie, kali ini lebih
pekat dari sebelumnya. Wajahnya panik dan dengan secepat kilat menutup
mulut noonanya.
“Noona… kau bilang aku harus bekerja bukan, mari tunjukan kepadaku apa yang harus aku kerjakan. Hae… tunggu disini aku okey”
Dengan tangan masih membekap mulut noonanya, Hyukkie menggiring
noonanya masuk kedalam, noonanya sedikit berontak, tapi apa daya,
Hyukkie “menguncinya”. Ck~ adik kakak yang lucu. Jadi membuatku ingat
kepada adikku.
Mengambil duduk disalah satu bangku yang tersedia, dan memandangi
suasana kota padal Seoul… tunggu~ apa yang Sora noona bilang tadi ?
“hae yang ini yang selalu keluar dari bibirmu ketika kau melamun di siang hari ?”
Hae yang ini ? Keluar dari bibir Hyukkie ? Ketika melamun ? itu
tandanya …. Hyukkie memikirkan ku ? aku bahkan hadir di hayalannya
disiang hari. Apa aku juga hadir di mimpinya pada malam hari ?
Faktanya, hingga sejauh ini aku belum mengetahui perasaan Hyukkie
kapadaku. Ya kalian benar, aku sudah yakin sepenuhnya bahwa aku jatuh
kepada Hyukkie. Mencintainya, dan berjanji didalam hatiku akan
melindungi Hyukkie, dan membuatnya bahagia.
Aku belum manyatakan perasaan ku kapadanya, karena aku takut merusak
kedekatan ku dengannya yang selama ini terjadi. Aku rasa, Hyukkie hanya
menganggapku sebagai “Hyung” sama seperti ia menganggap Sungmin hyung
dan Heechul hyung. Jujur, aku tidak keberatan dengan semua itu, hanya
saja, teradang… aku juga ingin perasaan ini terbalas.
Tapi ketakutan ku akan kehilangan dirinyalah yang lebih besar,
sehingga mendorong keninginanku untuk menyatakan perasaan ini kepadanya.
“apa salahnya mencoba ? walau aku tidak yakin 100%, aku hanya merasa bahwa dia juga memiliki rasa kepadamu”
Itulah yang Heechul hyung katakana beberapa minggu yang lalu. Heechul
hyung bilang, Hyukkie mungkin memiliki rasa kepadaku. Tapi itu masih
mungkin, bagaimana kalu kenyataannya tidak ? dan dia menolakku ?
~oooOOOooo~
Sedikit pembicaraan dengan topic ringan menemani perjalanan menuju
rumah, membicarakan hal-hal kecil tentang apa yang disukai dan apa yang
tidak, tentang yang ingin di capai dan yang ingin tidak dicapai.
Hyukkie orang yang menyenangkan, hanya dengan melihat wajahnya,
mendengarkan suaranya itu sudah cukup membuatku senang. Atau karena aku
jatuh cinta kepadanya ? maka semua yang aku lihat darinya tampak begitu
sempurna.
“Pantai ?” tanyaku kepadanya ketika dia berkata bahwa dia sangat ingin sekali kepantai.
“Iya pantai. Aku sudah lama tidak pergi kepantai, dan aku ingin sekali kesana.”
“Kenapa tidak pergi ?”
“Noona akan sangat murka sekali jika tau aku pergi kepantai sendirian.”
“Kenapa tidak dengan Heechul hyung ? Sungmin hyung mungkin ?”
“Aku sudah mengajak mereka, tapi mereka sibuk.”
Aku terdiam,,, otakku mencerna.. apakah dia begitu ingin pergi
kepantai ? apa kepantai membuatnya begitu senang ? bagaimana kalau aku
memilih PANTAI ?
“Hae !! kenapa berhenti ? kau tidak ingin pulang ?”
Suara Hyukkie sedikit berteriak, baru akau sadari bahwa aku tertinggal beberapa langkah di belakang Hyukkie.
“Apa kau sungguh ingin pergi kepantai ?” Tanya ku begitu aku berdiri dihadapannya.
Hanya mengangguk, tapi itu cukup bagiku. Karena dari dalam matanya, terlihat jelas keinginan yang amat sangat.
“oh iya Hae~ terimakasih karena kau sudah mau menemaniku”
“Jangan sungkan, aku juga hari ini tidak sibuk.”
Apa aku sudah pernah mengatakan hal ini … bahwa aku berjanji untuk
menukar apa saja demi mempertahankan senyuman itu mengembang diwajahnya,
selamanya.
~oooOOOooo~
~Hyuk Jae’s Point of View~
KRRRIIIIIIIINNGGGG ………
Berisik !!
Dengan segera aku mematikan jam weaker ku yang terletak di meja kecil
disamping tempat tidurku. Dengan malas mengambil mengambil duduk, dan
mengarahkan pandangan kesekitar kamar. Berhenti dijendela dan menangkap
cahaya dibalik gorden tipis yang menutupinya, rupanya sudah pagi.
Membuka jendela dan membiarkan udara segar menerpa poni rambutku yang
sudah mulai menutupi mata. Aku harus memotong rambut jika ada waktu
senggang. Ouwh baiklah jam berapa sekarang ? aku tidak ingin Sora Noona
kembali member ku lembur hanya gara-gara aku telat 3 detik.
Jam 6.. masih punya cukup waktu untuk mandi yang lama dan mencari
sesuatu yang bisa dimakan di bawah,,, eum kebiasaan sehari-hari, meminta
sarapan kepada ahjumma. Kkkkk~
~oooOOOooo~
Hemm~~ shampoo dengan wangi buah ini sungguh membuat ku tenang.
Jangan salahkan aku untuk jatuh cinta kepada buah ini, karena hanya
dengan baunya saja, sudah mampu memuatku rileks, bagaimana jika aku
memakannya ?
Baiklah, pakain apa yang harus aku pakai hari ini ? eumm~ aku tidak
lagi memerlukan jaket tebal, Seoul sudah bersiap menyambut musim panas.
Kalau begitu~ cukup kaos plus cardigan dan juga celana jins plus sepatu
kets.
Aku bekerja di kedai keluarga ku sendiri, tidak perlu memakai kemeja
putih dan celana senada dengan jas untuk pergi bekerja, aku dan Donghae
kan berbeda. Hae bekerja dikantoran, jadi dia harus memakai baju seperti
itu. Dan aku akui~ Hae terliat tampan dengan pakain itu.
BLUUUSSHH
Apa-apa’an ini, aku hanya membayangkan Donghae memakai kemeja putih
dengan setelan jas dan celana panjangnya saja sudah mampu membuat pipiku
memerah ?? aish !!
Sudahlah Lee Hyuk Jae, berhenti berimajinasi tentang Lee Donghae, waktunya mencari asupan gizi.
Baru saja aku membuka pintu kamar, berniat untuk turun kebawah ketika
sudut mataku menangkap sosok Donghae yang sedang sibuk di kamarnya.
Tumben dia sudah bangun ? dan kenapa dia membiarkan pintu kamarnya
terbuka lebar ?
“Ohh Hyukkie !”
Aku tersadar dari pikiranku, dan menyadari bahwa Donghae sudah berdiri tepat dihadapanku. Ouwh , aku melamun lagi…
“Kau sudah bangun ? baru saja aku akan membangunkan mu.”
Di balik badannya, aku bisa menangkap tas besar dikamarnya yang
tergeletak tak jauh dari almarinya, ada beberapa baju yang semburat dari
dalamnya, apa Hae mau pergi ?
“Kau mau kemana Hae ?”
Dongahe ikut mengedarkan pandangannya kearah dimana ku memandang. Ya, di dalam kamarnya.
“Ouwh, itu~ aku akan ke Mokpo hari ini. Dan a…”
“Kau akan pergi ke Mokpo ?” interupsiku
“Iya, dan a..”
“Sekarang ?”
“Iya sekarang, maka dari itu a..”
“Kenapa baru kasih tau sekarang ?”
“Itu ka…”
“Heechul hyung pergi, Sungmin hyung juga pergi, jadi aku sendirian ?”
“Hyukkie, aku…”
“Kenapa semua meninggalkanku ?”
Mataku mulai berair… aku akan sendirian ? di lantai dua ini ? Kenapa
Hae tidak bilang dari kemarin ? kalau tau ia akan pulang ke Mokpo, aku
kan bisa pulang dan tidur di rumah ku sendiri.
Aku merasa hangat dikedua pundak ku, dengan reflek aku mencari tau
sumber kehangatan itu. Tangan… ada tangan yang memegang pundaku.
“Hyukkie …”
Suara ini … suara Donghae … apa ini tangan Donghae ?
Sesaat setelah aku memantap kearah Donghae, seketika itu juga mataku
bertemu dengan mata coklat Donghae. Ouwh, sejak kapan aku begitu
menyukai tatapannya ini ?
“Dengar.. jangan mencoba untuk memotong sebelum aku selesai berbicara … paham ?”
Ucapannya tidak berteriak, cukup lembut tapi ada nada perintah disana yang hanya mempu aku balas dengan anggukan.
“Hyukkie, aku akan pergi ke Mokpo hari ini, dan kau… ikut bersama ku.”
Jadi dia benar akan pergi ke Mokpo … hari ini … dan bersama ku.
“HAH ??”
“ommo~ Hyukkie ??”
“Dengan ku ??? ke Mokpo ?? hari ini ??”
Tapi.. aku harus bekerja … apa kata Sora noona kalau aku bolos kerja dan ketahuan malah liburan ke Mokpo ?
“Tapi Hae .. aku harus…”
“Aku sudah meminta ijin kepada Sora Noona,, dan dia mengijinkan mu…
jadi sekarang cepat masuk kekamar dan siapkan semua keperluan mu, kita
akan berangkat 1 jam lagi. Arra ?”
Belum sempat aku membantah… dan menumpahkan semua pertanyaan yang
berkembang biak di otakku, Donghae dengan segala kekuatan yang dia
miliki memaksaku untuk masuk kedalam kamar.
Dan disini lah aku … di dalam kamar.. speechless dengan kabar dari Donghae.
Aku akan pergi ke Mokpo ? di kota yang terkenal dengan keindahan pantainya itu ? dengan Donghae ? hanya berdua ??
“Ottoke ??”
~oooOOOooo~
~ToBeCont~
Second Note : muwahahahha~~~ kecewa kan ??
ternyata kelanjutan FFnya jadi seperti ini … tidak jelas dan aneh…
maafkan saya… *deep bow* salahkan jadwal UAS yang sudah membuat
imajinasi saya terbang entah kemana… dan salahkan rambut baru Hyuk Jae
yang tidak lagi blonde ==’ satu kesulitanku dalam pengetikan FF ini..
aku begitu sulit untuk berdiri di Hyuk Jae’s Point of View,, bagiku,,
Hae jauh lebih mudah ketimbang Hyuk… baiklah,,, berenti untuk berkotbah…
FF ini tinggal beberapa chapter lagi ^^ aku memutuskan untuk dengan
segera mengakhiri FF ini ^^ terima kasih telah menyempatkan waktu untuk
membaca~ terima kasih atas semua comment di chapter-chapter sebelumnya,,
dan buat silent readers… please… leave a comment and let me know what’s
on your opinion bebe ^^ okey… see you on next chapter *deep bows*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar