Tittle : Love is Pain
Type : One Shoot
Author : Wiedictator KhunToria As PetaLs
Cast :
Park Young Hyun
Hwang Chan Sung
Lee TaeMin
Park Jung So
Ahjuma
Kim Dambi
_________________ story start ________________________
## PARK YOUNG HYUN POV ##
“Kau tidak perlu muncul dihadapanku lagi! Hubungan kita berakhir disini.” ucapnya tanpa menatapku, bahkan dia mebelakangi tubuh ku yang terbujur kaku akan ucapanya tadi.
Mata ku mulai berlinang air mata, tubuhku mulai gemetar diterpa angin dingin yang menusuk tulang malam ini, kaki ku semakin tidak kuat memopang tubuhku yang mulai melemas, menerima kenyataan apa yang barusan dia katakan.
Akupun terjatuh, terduduk menatap kebawah, menatap kerasnya tanah yang aku pijak saat ini. Tubuhku semakin bergetar hebat, air mataku mulai menetes satu persatu, dan semakin lama semakin deras air mata ku mebasahi pipiku dan jatuh ke tanah.
Ku lihat punggungnya yang mulai jauh dari jangkauan pandanganku, semakin jauh.. jauh.. dan akhirnya aku tidak dapat melihat dia lagi. Dia, orang yang sudah membuat hidupku lebih berwarna dari sebelumnya.
Aku mulai menangis sejadi jadinya, mulai memeluk kaki ku sendiri. Aku memandang sekitar, dan yaa, aku terduduk di pinggir jalan, dan hanya ditemani oleh bangku jalanan dan juga sorot lampu jalanan. Aku mulai menenggelamkan kepalaku, dan mulai menangis kembali.
“Noona, gwencahanyo ?”
Seseorang memegang bahuku, dan aku mengangkat kepalaku dengan enggan. Aku menangkap sosok namja berjongkok didepan ku. Siapa dia ?
“Noona, gwencahanyo ?”
Dia kembali menegurku. Aku yang di tegur hanya bisa memandangi dia, dan tanpa terasa air mataku mengalir untuk kesekian kalinya.
“ehh.. ottokhe ?? apa yang terjadi padamu noona ? aigoo~ uljimayo noona..” tampak raut muka bingung tersirat di wajah mungilnya.
Dia membantuku berdiri, mendudukan ku dibangku pinggir jalan.
“Noona, hari sudah larut malam, kenapa noona masih ada diluar ? udara malam ini sungguh dingin, apa tidak sebaiknya noona pulang”
Aku berhenti menangis dan menengokkan pandangan ku kearahnya dan mulai menatapnya, mulai menebak-nebak siapa namja ini.
“Kau, siapa ?” akhirnya aku mengeluarkan kata kata
“hemm.. ? aku ?” dia berbalik memberiku pertanyaan, dan aku hanya mengangguk.
“Chonun Lee Taemin imnida, panggil saja Taemin” ucapnya dengan senyum polosnya. Aku rasa, dia lebih muda dariku.
“Noona, gwenchanayo ?”
“Ne. Gwenchana” aku mulai tersenyum, senyum terpaksa di atas sakitnya hati ini menerima kenyataan pahit yang beberapa jam yang lalu menimpa diriku.
“Mari aku antar pulang, seorang yeoja sungguh sangat berbahaya pabila berjalan sendiri di malam hari seprti ini.”
Belum sempat aku menjawab, dia kembali berucap padaku.
“Tapi aku hanya bisa mengantarkan noona pulang dengan jalan kaki, aku tidak punya kendaraan. Hehehe..” ucapnya sambil menggaruk-garuk kepalanya. Dan lagi lagi, aku hanya menjawabnya dengan senyuman. Dia berjalan mendahuluiku, aku berada tak jauh di belakangnya. Sesekali dia menengok kebelakang. Mungkin, untuk memastikan bahwa aku masih berada di belakangnya.
>> 15 menit kemudian <<
“Taemin-sshi.. Khamsahamnida, kau sudah mau mengantarku pulang.” Aku membungkuk kepadanya.
“Ne noona.. Cheonmaneyo.”
“Aku masuk dulu.”
“Ne.”
Aku mulai membuka pintu rumahku, tapi ..
“NOONA..!!” ucapnya sedikit berteriak. Aku berbarik memandangnya.
“Noona, apa aku boleh tau siapa namamu ?”
Ahh.. begonya aku yang lupa memperkenalkan diri padanya.
“Young Hyun, Park Young Hyun imnida.” Dan akupun masuk kedalam rumah.
>> Didalam Rumah <<
Begitu pintu kututup, tiba-tiba ada yang mengganjal pikiran ku.
“Hei.. kenapa dia bisa tahu alamat rumah ku ?” pikirku dalam hati. Aku pun tak mau ambil pusing, kepalaku sudah sangat penat untuk memikirkan masalahku dengan namja yang baru saja sukses membuatku seperti orang gila dipinggir jalan. Aku mulai berjalan perlahan, berusaha agar tidak membuat suara sedikitpun.
“Kenapa kau baru pulang ?” dan akupun terkaget.
“Ahh.. oppa! Kau belum tidur ?”
“Kalau ada orang yang lebih tua menanyaimu, jangan malah memberikan pertanyaan kembali.” Ucapnya tegas.
Ya, dia adalah Park Jung So, oppa satu satunya yang aku punya. Bagiku, dia lebih dari sekedar oppa. Oppa yang sekaligus menjadi Appa dan Umma bagiku. Kenapa bisa begitu ? karena oppa lha yang lebih sering menjaga ku ketimbang kedua orangtua ku yang terlalu sibuk mengurusi kertas kertas yang menumpuk dimeja kerjanya. Ya, mereka terlalu sibuk mengurusi kerja dari pada aku anaknya.
“Hyun-ahh, kenapa tidak menjawab ?”
“ahh.. itu.. ta.. tadi.. a.. aku..” jawabku terbata bata.
“Kenapa dengan mata mu ?”
“mwo ?” mencoba berlagak babo di hadapan na. aku gak mau oppa ku tau kalo pacarku lah yang membuat aku jadi begini. Karena selama 3 tahun aku pacaran dengan na, oppa sama seklai tdk pernah menyetujui aku dengan nya.
“ohh.. ini ? ahh..tadi pas aku dalam perjalannan pulang, mata ku kemasukan debu, dan aku menguceknya, sepertinya mulai iritasi. Hehee.. aku masuk kamar dulu yakh oppa ? oppa jangan tidur terlalu malam, besok harus kuliah kan ? joasseo,, jal ga oppa !”
Tanpa menunggu respon dari Jung So oppa, aku langsung melangkah menuju kamarku di lantai atas. Aku tidak ingin diberondongi pertanyaan yang belum siap aku jawab.
## PARK YOUNG HYUN POV END ##
## PARK JUNG SO POV ##
Apa yang terjadi dengannya ? kenapa matanya merah dan bengkak seperti itu ? sepertinya dia habis menangis ! pasti karena namja sialan itu.
## PARK JUNG SO POV END ##
>> Keesokan hariya <<
## PARK YOUNG HYUN ##
TOKK !! TOKK !! TOKK !!
“emmm… siapa ??” jawab ku malas.
“Ini aku. Bangunlah, sarapan sudah siap !”
“emm,,, ne oppa,, aku akan segera turun.” Sahutku sebari beranjak dari tempat tidurku.
>> Ruang Makan <<
“Kau sudah sehat ?” Tanya oppa begitu aku sampai di meja makan. Oppa ku memang sangat perhatian pada ku.
“Ne oppa”
Kami pun memulai makan tanpa banyak bahan omongan yang kita bincangkan.
“Oppa berangkat kuliah dulu, kau ada jadwal kuliah kah hari ini ?”
“emm.. aniyo oppa. Aku libur hari ini.” jawabku lengkap dengan senyum termanis ku untuk oppa ku tersayang.
“Joasseo,, oppa berangkat dulu, annyeong dongsang-ahh !” dia mencium keningku, dan beranjak dari tempat duduknya, melangkah keluar dari ruang makan dan menghilang dari pandangan ku.
Sungguh miris kehidupanku, tinggal di rumah besar yang dilengkapi fasilitas yang luar biasa, tapi aku merasa kesepian. Di rumah besar ini, rumah yang cukup menampung lebih dari 5 kepala keluarga bahkan lebih, hanya di tempati oleh aku dan oppa ku, juga beberapa pembantu yang bertugas membersihkan rumah ku dan mengurus keperluan aku dan oppa ku. Lantas, kamana oarnag tua ku ? hah.. mereka hanya akan pulang kerumah sebulan 2X, itu pun tak lebih dari 5 jam berada di rumah. Rumahnya sendiri bahkan sudah beralih fungsi jadi tempat singgah sementara.
“Ada yang nona butuhkan lagi ?” ucap salah satu pembantu dirumahku.
“Hemm, aniyo ahjuma. Gomawo.”
“Ne, baiklah.” Ahjuma pun berjalan menjauh dari ku.
Terlintas ide di otakku untuk menghilangkan bosan yang aku alami sekarang.
“AHH !! Ahjuma !!” ucapku sedikit keras hingga membuatnya kaget dan berbalik dengan sekejap.
“Ne ?”
“Ini kan hari Sabtu, berarti, ahjuma pulang kerumah ahjuma kan ?” tanyaku antusias.
“Ne, waeyo ?”
“Nah.. Ahjuma.. ajak lha aku pulang kerumah mu !!” pintaku padanya, sedikit manja.
“Emm, kenapa tiba tiba sekali ?” ahjuma tampak mulai bingung.
“ahh.. aku merasa bosan di rumah ini sendirian, gak ada yang diajak ngobrol. Setiap aku mengajak ahjuma mengobrol, ahjuma pasti langsung minta ijin untuk membersihakn rumah. Masa’ iya aku harus ngobrol dengan benda elektronik yang tak bersuara itu ? apa ahjuma tega aku menjadi gila karena ngomong sendiri dengan benda mati ? apa ahjuma tega remaja secantik saya gila di usia muda hanya karena tidak memiliki teman ngobrol ?” cerita ku panjang lebar dengan puppy eyes ku. Dan ahjuma tampak kebingungan.
“Tapi nona..”
“Waeyo ? ahjuma takut dengan appa ku ?
Ahjuma hanya mengangguk.
“Ahhh.. tenanglah ahjuma, appa ku tidak akan tahu. Ahjuma tahu sendirikan kalau appa itu hanya pulang sebulan 2X, bahakan bisa sebulan 1X. ayolah ahjuma.. ajak aku kerumah mu.. jebal!!” aku kembali mulai merengek pada ahjuma.
“Ta.. tapi..”
“Oppa akan menyetujuinya kok. Yah ?” aku kembali meyakinkannya. Aku menatapnya, ia menunduk, cukup lama ia tertunduk menatap lantai rumahku.
“Ahjuma ?” dan ahjuma pun mengangkat kepalanya.
“Baiklah.”
“Yeeess… gomawo ahjuma !!” langsung aku berlari menuju kamar ku.
>> Di kamar <<
“oppa.. begitu selesai kuliah, telponlah aku ? kalo kau tidak punya pulsa, segeralah pulang ! heheh.. annyeong !! ^o^”
Aku mengirim pesan ke Jung So oppa. Semoga oppa segera menghubungi ku secepatnya.
>> 1 jam kemudian <<
“Neo gateun saram tto eopseo juwireul dureobwado geujeo georeohdeongeol eodiseo channi
Neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun ma eum neo gatchi joheun seonmul
Neomu dahaeng iya aesseo neorel jikyeojul geu sarami baro naraseo eodiseo channi
Na gatchi haengbokhan nom na gatchi haengbokhan nom na gatchi unneun geureon choegoro haengbokhan nom…”
“Yeobseo.. oppa akhirnya kau menelpon juga.. aigoo~ aku sampai ketiduran. Heheh..”
“sepertinya mendesak sekali, kau sakit ? mau minta antar ke dokter ? “ ucap oppa dari seberang sana.
“Aniyo oppa.. aku hanya mau minta ijin buat berlibur di akhir pekan ini, boleh kah ?”
“kemana ?dengan siapa ?”tampak nada khawatir dari setiap perkataan oppa ku satu satunya ini.
“gak jauh kug, masih tetep di korea.”
“dengan siapa ?”
“Oppa pulanglah lebih awal, biar aku bisa menjelaskan semuanya.” Pinta ku padanya.
“ne, ini juga sudah mau pulang. Tunggu aku di rumah.”
“Ne” dan akupun menutup telpon ku.
>> Sesampainya Jung So di rumah <<
“Jadi kau akan ikut pulang dengan ahjuma, ke mokpo ?” tanyanya begitu aku mulai menceritakan kronologis kejadian sampai aku memutuskan untuk ikut pulang ke rumah ahjuma, orang yang sudah sangat berjasa dalam menjaga aku dan juga oppa ku.
“Ne oppa, boleh kan ?”
“Kalau kau memang ingin seperti itu, apa yang bisa aku perbuat ?”
“Jeongmal ? oppa mengijinkan ku ?” aku masih tidak percaya.
“Ne, tentu saja dongsaengku tersayang.” Jawabnya dengan mengelus lembut rambut ku yang hitam bergelombang, dan aku pun langsung memeluknya.
>> Sore harinya, Di depan rumah ahjuma <<
“Na nona, kita sudah sampai.” Ucap ahjuma pada ku
“Ini rumah ahjuma ? waahh.. ternyata cukup jauh juga yakh dari rumah ku ? hehehhee..”
Aku dan ahjuma pun masuk kedalam rumah. Yaa,, rumahnya memang tak sebesar rumah ku, ato bahkan, rumahnya tak sebesar ruang tamu ku. Rumahnya hanya terdiri dari dua ruangan, begitu masuk kedalam, aku dapat melihat ruang tamu yang aku rasa juga di jadikan ruang makan, hanya ada satu meja kecil yang tak jauh dari sana terdapat televisi berukuran 21’inch, pandanganku beralih jauh lebih kedalam lurus dengan ruangan yang kuanggap ruang tamu sekaligus ruang makan, terlihat dapur yg cukup tertata rapi. Kutengok kesebelah kanan ku, disana terdapat sebuah pintu, hemm.. aku rasa itu kamar tidur. Ahjuma mulai menuju dapur, sepertinya sedang menyiapkan minuman, akupun memutuskan untuk duduk di dekat meja dan mulai memandang sekeliling.
“Maaf nona, rumah saya tidak sebesar rumah nona, tapi ahjuma berharap, nona bisa betah disini” ucapnya dengan membawa nampan yang diatasnya terdapat teko dan 2 gelas kecil.
“Gwenchana ahjuma.. ah iya, aku mau minta tolong pada ahjuma.”
“Minta tolong apa ?”
“Sekarang, aku dan ahjuma sedang tidak di rumahku, jadi aku mohon, jangan panggil aku dengan sebutan nona.. itu sungguh sangat mengganggu.” Pinta ku.
“Geure ? lalu saya harus memanggil anda apa ?”
“Young Hyun, panggil aku Young Hyun. Anggap aku anak mu selama aku di sini, bagaimana ?”
“Tapi noona…”
“Aku mohon ahjuma.. jebal !!”
“Emm,, baiklah kalo itu emmang mau mu.”
Aku pun tersenyum riang, dan langsung mengedarkan pandangnku mengelilingi rumah ahjuma untuk kesekian kalinya.
“Umma, kau kah itu ?”
Terdengar suara namja yang sontak membuatku langsung memandang menuju pintu masuk. Dan betapa kagetnya aku setelah mengetahui siapa namja itu.
“Kau ?” aku langsung berdiri dari duduk ku dan memandang namja itu, dia tampak kaget dengan keberadaan ku.
“Apa kalian sudah saling mengenal ?” Tanya ahjuma pada kami berdua. Aku, namja itu dan ahjuma saling bertukar pandang.
>> malam harinya, di belakang rumah ahjmua <<
Aku duduk di bangku kecil di belakang rumah ahjuma. Aku memandang jauh ke tanah lapang disana. Sungguh jauh berbeda dengan pemandangan rumah ku yang pabila kau menengok ke kiri, kau bertemu rumah, kekanan kau juga bertemu rumah. Kedepan juga bertemu dengan rumah. Ahh.. sungguh tidak ada tempat untuk cuci mata.
“Noona, kenapa disini ?” aku memalingkan pandangan ku kearah sumber suara.
“ahh.. kau, Taemin-ahh” dia tersenyum dan duduk di sebelahku. Yaa.. Lee Taemin ternayata adalah anak dari ahjuma. Kami diam dalam waktu yang cukup lama. Dan pada akhirnya, dia yang memecah keheningan.
“Noona, apa yang sebenarnya terjadi padamu ? pada malam itu ?” Tanya nya pada ku. Aku sudah bisa menebak bahwa dia akan menanyakan hal ini padaku. Aku belum menjawab, pandangan ku masih jauh menerawang ke depan.
“Kalau noona belum siap untuk bercerita, aku….”
“Hwang Chan Sung.” Aku masih tetap menatap kedepan.
“Dia yang membuatku seperti itu. Kau tahu, 2 jam sebelum aku seperti itu, kita masih sempat menonton film, 1 menit sebelum aku seperti itu, dia masih menggenggam tangan ku. Hingga kalimat ajaibnya membuat ku hancur seketika.”
## PARK YOUNG HYUN POV END ##
## LEE TAEMIN POV ##
Dia mulai menenteskan air mata, tubuhnya mulai bergetar, dan dia mulai menundukan kepalanya. Apa yang namja itu katakan pada noona sehingga noona menjadi sangat terpukul. Ingin rasanya aku memeluknya, mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja. Tapi, siapa aku baginya ? aku akan terlihat sangat tidak sopan bila melakukan itu padanya. Noona.. Uljimayo~ !!
“Dia tidak memberi penjelasan pada ku kenapa dia berucap seperti itu, dia jahat, dia tega, kenapa dia melakukan ini padaku ? kita sudah bersama selama 3 tahun. Apa ada yang salah terhadap hubungan kita ? apa aku membuat kesalahan ? kalo iya, kenapa dia tidak membicarakan pada ku kalau aku memang berbuat salah ?” ucapnya.
“PENGECUT” ucapku dalam hati. Namja itu, namja yang bernama Hwang Chan Sung dan juga aku, Lee Taemin, adalah 2 namja pengecut. Dia, Hwang Chan Sung, memutuskan hubungannya dengan noona secara sepihak, pergi dengan meninggalkan sejuta pertanyaan yang ada pada otak noona. Sedangkan aku, aku adalah namja yang tidak bisa berbuat apa-apa di hadapan yeoja yang sedang menangis. Aku hanya duduk terdiam di sampingnya tanpa bisa melakukan sesuatu hal yang berarti untuknya, untuk yeoja yang sedang menangis hebat dihadapanku.
## LEE TAEMIN POV END ##
>> 1 jam kemudian <<
## PARK YOUNG HYUN POV ##
“Taemin-ahh.. gomawo !”
“Emm.. anboya ?” tanyanya pada ku.
“Gomawo, kau sudah mau mendengarkan emm.. cerita yang tidak seharusnya aku ceritakan padamu.”
“Oohh.. gwenchana. Kalau itu membuat noona merasa lega, lakukan lah.” Ucapnya, dan dia tersenyum padaku, senyum yang hangat.
Aigoo~ dia mengingatkan ku pada oppa ku. Oppa yang selalu memperlakukanku dengan hangat.
“ahh iya, kenapa kau selalu memanggilku noona ? berapa umur mu ?”
“Heheheheee… yang jelas aku lebih muda dari noona.” Kembali dia tersenyum padaku. Tapi kali ini, dia tersenyum jail.
“Kyaa..~ apa aku terlihat begitu tua dihadapan mu ? ayo cepat katakan berapa umur mu ?” aku mulai memukuli lengannya.
“Asshh.. noona, kau melukai ku. Kyaa~ hentikan !!”
“Ani,, sebelum kau mengatakan berapa umur mu bocah tengil.” Aku masih memukuli lengannya.
“Ne.. joasseo.. 17.. 17 tahun.” Seketika aku berhenti memukuli lengannya.
“Mwo ? berapa ? 17 thn ? apa kau tidak salah hitung ?”
“Waeyo ? ada yang salah dengan umur ku ?”
“Aish… muka mu snguh tidak cocok untung kalangan anak usia 17 tahun, kau lebih cocok berumur 27 tahun.”
“Mwo ? Kyaaa.. muka imut seperti ini kok dibilang 27 tahun.”
Dan kamipun mulai menceritakan hal hal lucu lainya, hingga larut malam. Kita, jadi lenih dekat satu sama lain setelah kejadian malam ini. hahahaa.. dia sungguh menghiburku.
“Noona, kapan kau akan pulang ?”
“Molla, sepertinya besok sore. Waeyo ?”
“Kenapa secepat itu ?”
“Karena aku ada jadwal kulah besuknya.”
“Ahh…”
>> Keesokan harinya, Sore hari di Rumah Young Hyun <<
“Aku pulang !!” ucap ku sesampainya di dalam rumah.
“Hai.. dongsaeng oppa yang paling cantik, baru pulang ? bagaimana di Mokpo ?”
“Heehhee.. menyenangkan oppa. Ahh iya, aku member ijin libur kepada ahjuma, sebagai tanda terima kasih telah mengijinkanku berlibur di rumahnya.”
“Ahh.. ternyata dongsaeng oppa ini sudah tumbuh dewasa yakh ?” ucapnya sambil mengacak acak rambut ku. Hal ini yang selalu aku rindukan dari oppa ku. Kasih sayang yang berlebih, melebihi kasih sayang dari kedua orang tuaku.
>> 6 bulan kemudian, ruang tengah rumah Young Hyun <<
“Oppa, bolehkah aku pergi malam ini ?”
“Kau mau kemana lagi ? apa kau tega meninggal kan oppa mu yang sangat tampan ini sendirian di rumah ?” ucapnya padaku, masih dalam posisinya yang duduk di sofa, tangan kanan memegang remote televisi tetapi pandanganya ke arah ku. Senyum jail terseringai di wajahnya, sehingga melihatkan lesung pipi yang menghiasi senyumnya. Lesung pipi yang seperti angel.
“Aish.. Ara.. nan araseo.. kau sungguh sangat tampan, andai kau bukan oppaku, aku akan langsung mengejar mu dan memintamu untuk menjadi pacar ku.” Godaku yang langsung duduk di sampingnya.
“Kau mau pergi kemana ?”
“Ke mall. Aku merasa bosan sekali, terkurung di dalam rumah ini.”
“Sendiri ?”
“Ne. Waeyo ? apa oppa mau ikut ?” Tanya ku antusias.
“Kalau kau tidak keberatan.” senyumnya kembali terpatri di wajah tampannya.
“Tentu saja tidak keberatan !!” aku pun menyambut bahagia tawarannya.
>> Di Mall <<
“Oppa mau kemana ?”
“Molla.” Jawabnya singkat sambil mengedarkan pandangnya mengelilingi setiap sudut dari Hyundai Department Store ini. Mencari tempat menarik yang dapat dia kunjungi.
“Aku mau ke toko buku, oppa mau ikut ?”
“Emm.. ani, aku ke café saja.”
“Baiklah… kita bertemu disini 2 jam lagi, OK ?”
“OK !”
Aku dan oppa pun berpisah, aku menuju toko buku dan oppa menuju café. Sesampainya di toko buku, aku memutari bagian komik, yaa,, karena kejadian malam itu, rasanya aku ingin mengistirahatkan otakku sejenak. Ku coba menelusuri rak rak buku satu persatu, berharap menemukan komik lucu yang mampu mengocok pikiranku yang sudah penat ini. Aku mulai membaca judulnya satu persatu. Kutemukan Detective Conan ? ahh tidak, aku sedang tidak ingin memutar otakku. Emm.. Naruto ? ahh tidak, kurang begitu lucu. Fruit Basket ? keranjang buah ? boleh juga.. aku pun memilihnya dan segera menuju kasir. Sambil menunggu, akupun memandang ke seluruh sudut tokoh buku itu. Dan mata ku menangkap sosok yang tidak asing bagi ku. Dia , kenapa dia ada di sini ? yeoja ? siapa yeoja yang ada di sampingnya itu ? otakku tak henti hentinya menimbulkan pertanyaan yang sungguh tidak bisa aku jawab. Akupun memberanikan diri untuk melangkah menuju ke arahnya, orang yang sudah membuatku hancur.
“Chan Sung-sshi.” Sapa ku dengan nada yang sedikir bergetar. Berusaha sebisa mungkin untuk tidak meneteskan butiran air mata. Kejadian 6 bulan yang lalu seolah berputar kembali secara otomatis pada otakku.
“Ohh.. Young Hyun-ahh.. kenapa kau ada disini ?” Tanyanya enteng. Sepertinya tidak ada beban yang dia pikirkan. Sial, kenapa sifatnya seperti itu ? seolah tidak terjadi apa-apa di antara kita.
“A.. aku hanya membeli beberapa judul buku.” Sekali lagi aku mencoba menahan suara ku yang mulai bergetar. Aku menatap yeoja yang merangkul mesra lengan Chan Sung. “Nuguya ?” batin ku dalam hati.
“Ahh.. iya, Hyun-ahh,, perkenalkan, dia yeojachingu ku. Kim Dambi.” Dan yeoja itupun tersenyum, dan mengulurkan tangannya ke arahku.
“Dambi imnida.” Sapanya, aku hanya diam memandang yeoja itu.
Apa yang lebih dari dia ? dia tidak lebih tinggi dariku, rambutnya tidak lebih panjang dariku, jarinya tidak lebih lentik dari jari ku, sorot mata nya tidak lebih bersinar dari ku, semuanya tidak lebih indah dari ku. Lihatlah gaya berpakainnya, dia hanya mengenakan tanktop dan hot pans. Helloooo… ini Mall,, tempat banyak orang berkumpul, apa Chan Sung gak malu jalan dengan yeoja yang tampak tidak memiliki kehormatan itu ? Kenapa Chan Sung bisa menyukainya ? aku mulai mengamati fisiknya, untuk kesekian kalinya.
“Hyun-ahh ?” Chan Sung membuyarkan kegiatanku.
“Chan Sung-sshi.. sepertinya kita perlu bicara ?” Ucapku, masih menatap yeoja genit itu.
“Hemm ? apa ?”
“Tapi tidak disini, bisa kita keluar sebentar ?”
“Ahh.. kau pasti ingin menanyakan kejadian 6 bulan yang lalu itu kan ?” ucapanya membuatku mengalihkan pandangan ku yang tadinya masih mengamat yeoja itu hingga berpindah padanya.
“Hyun-ahh.. seperti yang aku bilang waktu itu, hubungan kita sudah berakhir, dan tak seharusnya kau muncul di hadapan ku !” sekali lagi dia mengatakan itu dengan nada datar, dan sungguh enteng.
“Tapi kenapa ? kenapa secara tiba tiba ? apa..”
“Kau.. apa kau tidak sadar bahwa selama ini aku hanya memanfaatkan mu ?” dia memotong perkataan ku.
“Aku sungguh merasa beruntung ketika aku mengetahui bahwa kau menyukai ku. Hahaha.. serasa dapat durian runtuh bahwa seorang putri dari pemilik 8 hotel berbintang di korea telah jatuh hati pada Hwang Chan Sung, seorang putra dari ayah tukang mabuk dan ibu yang bekerja di club malam.”
“Apa yang kau katakan Chan Sung ??” Aku meninggikan suara ku.
“Hei, selama 3 tahun kita pacaran, kapan aku pernah membelikan mu hadiah ? kapan aku pernah mentraktir mu makan atau nonton bioskop ? semua kau yang mengeluarkan uang. Bahkan aku selalu meminjam uang pada mu dan hingga sekarang aku masih belum membayarnya, dengan alasan aku masih belum mempunyai uang.”
“Kau…” aku mulai menitih kan air mata, tubuhku kembali bergetar.
“Sekarang, aku takut orangtua mu bangkrut karena aku. Maka dari itu aku memutuskan mu. Walau aku tau harta kekayaan orangtua mu tidak akan habis walau kau hamburkan secara cuma cuma keseluruh rakyat Seoul bahkan Korea Selatan sekalipun. Hahahaa..”
PLAAKK!!!! Aku menamparnya.
“B*J*NG*N!! Kau.. sungguh namja RENDAH yang pernah aku temui. Disaat kau mendapatkan yeoja yg mau menerima semua kekurangan mu, tapi kau malah menyianyiakan, Kau sungguh... kau..” kata kata ku mulai terputus karena menahan tangis yang teramat meluap luap. Aku mulai menatap yeoja yang ada di sampingnya.
“Kau.. semoga bahagia dengan yeoja GATAL itu !!!” aku pun meninggalkan mereka berdua.
Lari.. lari dan terus berlari. Hanya itu yang ada di pikiran ku. Aku berlari keluar dari Mall itu. Terus berlari tanpa tau mau kemana aku akan pergi, hingga kaki ini menemukan tempat yang bisa membuat ku meluapkan perasaan ku, air mataku mulai mengalir deras. Sebenarnya aku masih memiliki kata kata yang lebih kasar dari pada yang tadi, tapi sekarang, dengan melihat mukanya saja cukup membuat tekanan darahku semakin memuncak. Dasar namja BR*NGS*K!!
Aku berhenti disalah satu tiang penyanggah lampu kota, tangan kananku memegang tiang itu dan tanga kiriku memegang dadaku, mulai mengatur nafas tetapi air mata ini enggan untuk berhenti. Kenapa ? Kenapa aku bisa tertipu olehnya ? Apa ini yang disebut cinta buta ? Sial !! kenapa otakku selalu memutar kata kata namja sial itu ?
Ahh… kenapa aku ? aku merasakan sakit di kepala yang teramat sangat, pandanganku mulai kabur, kakiku lemas tidak mampu menopang tubuh ku. BRUUKK!! Aku terduduk di samping tiang penyangga ini, tangan kanan ku masih memegang tiang, tetapi tangan kiri ku sudah beralih ke kepalaku. Dan….
__________________
“Noona… noona…”
Nugu ? siapa yang mengguncang tubuh ku.. ahh,, kepala ku sakit dan berat.. apa yang terjadi pada ku. Kenapa ada bnyak kabut ? ato terjadi kesalahan pada penglihatanku ? Hemm..
“Noona kau sudah sadar ?”
Ahh.. aku mulai melihat dengan jelas. Ehh.. Taemin ? kenapa ada taemin di sini ? ahh.. bukan hanya taemin, tapi ada banyak orang. Apa yang terjadi pada ku ?
“Taemin-ahh…” ucapku dengan suara yang lemah.
“Noona, gwenchanayo ? apa yang terjadi padamu ? kenapa kau pingsan di tempat seperti ini ?” Tanya Taemin pada ku. Melihat aku yang mulai sadar, satu persatu orang-orang yang mengerubutiku mulai pergi. Dan aku mulai mencoba duduk, karena tubuhku masih lemah, taemin pun membantuku. Aku melihat ke arah Taemin, wajahnya Nampak sangat khawatir. Tanpa diminta, otakku memutar kejadian yang sulit kulupakan tapi ingin aku lupakan. Dan air matakupun keluar dengan sendirinya. Entah sudah berapa kali aku menangis untuk hari ini.
“Noona, kenapa kau tidak menjawabku ? kenapa kau menangis ? apa aku yang sudah membuatmu…” aku memeluknya, memeluk Taemin.
Aku menangis disana, menangis sejadi jadinya, menangis didalam pelukan Lee Taemin. Aku rasa aku mulai membasahi dada Taemin yang hangat. Aku mengeratkan pelukanku, mencoba menahan tangis ini, tapi tidak bisa, air mata dan rasa sakit di hatiku sudah mulai berontak. Kenapa Taemin hanya diam saja ? jebal, katakana sesuatu untuk membuatku tenang !
“Kalau itu membuatmu tenang, lakukanlah.” Ucapnya dengan membalas pelukanku. Satu tangannya mengusap punggung ku yang masih bergetar karena tangis ini satunya lagi mengelus rambutku dengan halus.
>> 1 jam kemudian <<
Aku masih didalam pelukannya, dia juga masih mengelus rambutku dan masih mengusap punggungku, tapi aku sudah tidak menangis lagi. Aku mulai melepas pelukanku, aku tidak berani menatapnya, kuputuskan untuk menunduk dan berkata ..
“Gomasupminda, kau selalu membantuku disaat seperti ini.” ucapku lemah.
“Noona…” dia mengangkat kepalaku.
“Berjanjilah padaku bahwa kau tidak akan menemui Chan Sung lagi, berjanjilah padaku kau jangan menangisi dia lagi, berjanjilah padaku bahwa kau tidak akan mengingatnya lagi dan jangan menyebut namanya lagi.”
Aku diam menatapnya, kenapa dia berkata seperti itu ?
“Aku tidak suka melihat noona menangis untuknya, menangis demi orang yang sama sekali tidak menganggap noona sebagai seorang wanita, menangisi dia yang tidak pernah menangis untuk noona.”
“Taemin-ahh.. ke.. kenapa kau selalu.. menolongku ?” tanyaku, dia tersenyum, ntah apa yang membuatnya tersenyum.
“Apa perlu aku mempunyai alasan terlebih dahulu untuk menolong seseorang ? apalagi menolong kamu noona. Kalaupun ada alasannya, hanya hati dan perasaan ini yang dapat mewakilinya.” Kini kedua tangannya menyentuh kedua pipiku. Memandangku lembut dan tersenyum ke arahku. Matanya menggambarkan kehangatan, aku baru menyadari, bahwa sorotan mata bisa menghantarkan rasa hangat.
Dia masih meletakkan kedua tangannya diwajahku, dia semakin mendekatkan wajahku ke wajahnya. Jarak kami sungguh begitu dekat, taklebih dari 5 cm. apa yang harus aku lakukan ? aku dan dia saling menukar pandang, dia menatapku lembut, sedangkan aku menatapnya dengan penuh banyak pertanyaan. Dia semakin mendekatkannya lagi, lagi dan lagi. Dia menyentuhkan hidungnya ke hidung ku, masih memandang hangat diriku.
“Noona, aku berjanji akan menjaga mu jauh lebih baik dari namja itu, aku berjanji tidak akan pernah membuat mu menangis, aku berjanji akan melakukan apapun demi kebahagiaan mu. Aku berjanji segalanya.. demi rasa cinta dan sayangku padamu.” Ucapnya sambil menyentuh halus kedua pipiku dengan kedua tangannya.
“Taemin-ah.. sejak kapan kau…” belum sempat aku melanjutkan pertanyaanku, dia sudah mendaratkan bibirnya ke bibir ku. Aku kaget dibuatnya, aku hanya terdiam terpaku dalam posisiku, shock kah ?
Aku mendorong tubuhnya dengan tanganku, dia kaget, sedangkan aku, kaget, malu atau.. entah apa yang ada didalam hatiku saat ini.
“Mianhe.” Ucap taemin.
“A.. apa yang kau lakukan ?” tanyaku padanya, dengan tidak memandang ke arahnya.
“Aku.. aku..” jawabnya terbata-bata.
“Kyaa~ Young Hyun-ahh !!” reflek aku menoleh ke sumber suara.
“Oppa ??” ucapku begitu tau siapa yang memanggilku. Jung So oppa.
“Kenapa kau meninggalkan ku begitu saja ? tega sekali kau ?” Tanya nya sambil ngos-ngosan. Sepertinya dia berlari tadi. Aku dan Taemin langsung berdiri, memandang kearah Jung So oppa.
“Hyung, kau kenapa ?” Tanya Taemin. Langsung memandang ke arah Taemin. What ???? aku kaget di buatnya, apa mereka saling kenal ??
“Ani.. kau tanyakan saja pada dia ? apa yang dia lakukan pada namja setampan diriku ini.” ucap Jung So oppa sambil menunjuk kearahku.
“Taemin-ahh.. semua sudah beres ??” tanya oppa pada Taemin. Apa apaan ini ? apanya yang sudah beres ? terus, sejak kapan mereka kenal ? aish.. semua pertanyaan itu timbul di otakku.
“Ne hyung.” Taemin mengangguk.
“bagus lah.. gomawo sudah mau bantu.” Kali ini Jung So oppa membungkuk ke taemin bgtu juga taemin.
“oppa,, kenal taemin ?” Tanya ku.
“tentu saja. Waeyo ?” ucap oppa enteng. Apa dia gak sadar kalo aku shock berat mengetahui bhwa mereka saling kenal. Biasanya, oppa selalu mengenalkan semua teman nya ke aku. Mengingat dia tdk setuju dengan chansung, jadi oppa mengenalkan semua teman laki laki nya ke aku, kali aja ada yang nyangkut di hati ku dan meninggalkan chansung, tapi nyatanya tidak. Aku masih tepatok oleh namja sialan itu.
“Kok aku gak tau ??” tanyaku spontan.
“hehehe.. aku tau kenapa mata mu bengkak waktu itu.” Ucap oppa menatap ku serius., sedangkan aku hanya diam saja.
“Karena Hwang Chansung kan ?” di melanjutkan dan sukses membuat ku kaget.
“Aku tau akal busuk chansung.” Kembali aku hanya diam
“dia tdk pernah mencintaimu hyun-ahh, dia hanya mencintai uang mu.” Kali ini air mata ku jatuh membasahi pipi.
“aku selalu berusaha menyadarkan mu, tapi niat ku selalu urung begitu melihat mu bahagia di sampingnya. Aku sungguh tidak tega merusak kebahagianmu.” Aku semakin menangis dibuat na..
“Oppa.. baboya!!!!” aku berteriak , seperti membentak. Aku melihat mereka berdua, tapi aku lebih sering memfokuskan mata pada oppa ku satu satu nya.
“kenapa oppa masih membiarkan aku dengannya kalau nyatanya oppa mengetahui namja itu seperti apa!!” ucap ku dengan nada suara yg tinggi.
“aku hanya tidak ingin mengambik kebahagian mu..”
“kebahagiaan apa ?? kebahagiaan yg berujung kehancuran ? itu yang oppa mau ? HAH ?”
“aku… aku… “
“Noona..”
“DIAM!!” aku membentak taemin. Dan dia diam.
“Oppa, jelaskan padaku…”
“aku merasa,, kau lebih bahagia dengannya, kau bisa tertawa lepas dengannya. Aku tidak tega kalo merampas kebahagianmu, aku..”
“OPPA BABOYA!!” aku kembali membentaknya. Kini aku berjalan mendekatinya, dan memeluknya.
“oppa, aku rela kebahagiaanku yang sementara itu hilang kalau pada ujungnya aku bisa bahagia untuk selamanya” kali ini nada ku tidak tinggi lagi. Aku membelai rambut oppa ku yang sangat aku sayangi ini.
“dan kau oppa, kau salah menilaiku.” Aku melepas pelukan ku dan memandangnya.
“sampai kapanpun, oppa jauh lebih penting dari yang lainnya. ^^ sampai kapan pun oppa tetap menjadi yang pertama bagi ku. Ara ?” di hanya mengangguk dan tersenyum. Ahh.. senyumnya sungguh menawan ^^
“aku yang menyuruh taemin untuk mengawasimu beberapa hari ini, karena aku tau chansung akan memutuskan mu pada malam itu.”
“hemm??” aku memandang taemin sekilas, dan kembali memandang oppa ku setalh itu.
“oppa tau dri mana ?”
“itu rahasiaku, hanya aku yang tau.” Ucapnya lengkap dengan senyum evilnya, tapi bagiku, senyum nya masih terlihat seperti angel smile ^^
“sudahlah, toh pada akhirnya aku sudah putus dengan nya. Aku ingin melupakannya. Mungkin pada awalnya memang sulit, tapi akan aku coba”
“baguslah..” ucap oppaku singkat. Aku berjalan menuju taemin.
“Taemin-ahh.. gomawo” aku tersenyum dan mengecup pipinya sekilas, dia kaget. Dan Jung So oppa hanya tersenyum.
------------------------------------
Ahh,, sejak saat itu, aku dan taemin menjadi lebih dekat ^^ hehehee.. ato mungkin sudah jadian ?? entah lah ^^ heheheh..
Aku memang lebih tua dari taemin, tapi.. umur bukan menjadi alasan untuk kita saling mencintai ato bahkan menyayangi kan ?? ^^
Emm.. sekarang, apa yang dilakukan chansung yakh ? apa dia masih mengencani yeoja2 kaya yg lain ?? ahh.. semoga dia cepat tobat.. kekekke~ kalian tau ? aku sungguh merasa beruntung memiliki oppa sperti Park Jung So ^^ oppa yang selalu mengerti aku. Dan aku akan selalu menyayanginya sampai kapan pun ^^.
THE END
thanks for read :)





Omooooooooo....teuk oppa aku pada mu changsun-ah kukutuk kau jadi kekasih ku kekekekek...
BalasHapusLike thissss ^ ^
unnie.. khamsahamnida..
BalasHapusaigoo~ saeng agy blajar bikin blog... ==a
meni susah pisan...
dri tdi pengen ganti skin tp tk bsa2...
hiks hiks hiks,,,, T^T
hahahah..tar juga bisa....^^ hwaitinggg...
BalasHapus